icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Lorong Hitam Kenikmatan

Lorong Hitam Kenikmatan

Penulis: Juliana
icon

Bab 1 Part 1. Awall Mula

Jumlah Kata:1399    |    Dirilis Pada: 31/07/2023

,,, akhir

rnya terkejut. Dia bahkan membuat kursi yang tadi dia duduki terjatuh ke belakang. Tapi ses

teriak gitu?" gerutu seseorang

k kursinya yang tadi terjatuh, meletakka

nggak sadar. Aku l

api nggak usah sampai

ang yang ada di kafe ini. Suasana kafe yang tadinya tenang tiba-tiba heboh karena teriakan dan lompatan dari pemu

ih Ris? Sampai k

at email dari PT Dwiputra,

menunjukkan handphonenya kepada s

ra? Wah mantap

ya. Beruntung banget ak

asuk ke perusahaan itu. Haris tadinya sudah mau memilih perusahaan lain, karena kebetulan tes yang diikuti sudah masuk tah

h sudah gagal di tes tahap awal. Tadinya karena Bagas sudah gagal, Haris juga sudah malas melanjutkan tesnya, tapi lagi-lagi Bagas memaksanya, dan akhirnya sekarang dia be

an mulai ke

nda tangan kontrak. Tapi mungkin j

rainingnya

bulan, tapi bisa lebih juga,

u cukup 6 bulan aja trainingnya, terus

. Sayang kita nggak bis

otes awal. Tapi nggak papa, aku

s. Dia tahu, meskipun berkata seperti

sendiri gimana G

uman, kalau lolos tingga

ga kamu jug

, am

lau gitu kit

na? Baru juga

e sport

au ngap

sey sama sepa

? Kamu bukannya n

bukan buat a

buat

ah janji waktu

n ya? Kirain cuma b

, udah kadung ja

dapet jersey sama

s jersey bola tim kesayangannya, juga sepatu bola atau futsal. Saat itu Bagas menganggap Haris hanya bercanda. Harispun sebenarnya tak terlalu

+

=

+

usat dari perusahaan yang sudah menerimanya. Masih terlalu pagi, matahari juga belum terbit, tapi Haris sudah tak bisa lagi memejamkan matanya. Dari kaca jend

nyaman, tapi karena dia terlalu bersemangat, perasaannya sedang sangat bahagia. Dia ingin cepat-cepat sampai di Jakarta, kota yang untuk

ulu pernah mengisi hatinya, tapi sejak setahun belakangan ini menghilang begitu saja, seperti ditelan bumi. Orang ya

ia ya? Gimana kabarnya dia sekarang? Kalau

i Jakarta, karena kebetulan gadis itu sudah bekerja disana. Seperti sebelum-sebelumnya, setiap Haris mengunjunginya, mereka selalu menginap di hotel. Gadis itu tak pernah mau membawa Haris ke kostnya, karena katanya t

oleh Haris. Setelah itu, Haris mengabarinya kalau dia sudah sampai, tapi pesannya tidak terkirim. Haris mencoba menelpon, tapi nomernya tidak aktif. Awalnya Haris masih berpikiran positif, mungkin memang handphone gadis itu sedang mati. Tapi setelah beberapa jam kemudia

ak tahu dimana kost tempat gadis itu tinggal. Haris mencoba mencari ke kantor gadis itu, tapi ternyata gadis itu sudah lebih dari sebulan mengundurkan diri. Itu artin

alau jodoh past

iki akan sampai di stasiun yang menjadi tujuannya. Hari ini dia akan dijemput oleh salah satu saudara jauhnya. Mereka sudah lama tidak bertemu, ta

gitu kereta berhenti, mereka turun dengan tertib. Begitu turun, Haris dan para penumpang lainnya langsung diserbu para porter yang menawarkan ja

iserbu para tukang ojek dan supir taksi, tapi lagi-lagi Haris menolaknya. Tak lama kemudian dilihatnya seorang pria sedang berdiri agak j

uga. Selamat datang di Jak

lho udah bikin mas Aldo

gi, nggak usah sungk

a m

k cuma

i ditempatin disini, repot kalau bawa banyak sekalian.

napa? Aku kan

r mas? Tau gitu kan aku bawa

. Mau kemana dulu? Mau maka

o dulu aja deh, ma

ke

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lorong Hitam Kenikmatan
Lorong Hitam Kenikmatan
“Haris dan Lidya sedang berada di ranjang tempat mereka akan menghabiskan sisa malam ini. Tubuh mereka sudah telanjang, tak berbalut apapun. Lidya berbaring pasrah dengan kedua kaki terbuka lebar. Kepala Haris berada disana, sedang dengan rakusnya menciumi dan menjilati selangkangan Lidya, yang bibir vaginanya kini sudah sangat becek. Lidah Haris terus menyapu bibir itu, dan sesekali menyentil biji kecil yang membuat Lidya menggelinjang tak karuan. "Sayaaang, aku keluar laghiiii..." Tubuh Lidya mengejang hebat, orgasme kedua yang dia dapatkan dari mulut Haris malam ini. Tubuhnya langsung melemas, tapi bibirnya tersenyum, tanda senang dan puas dengan apa yang dilakukan Haris. Harispun tersenyum, berhasil memuaskan teman tapi mesumnya itu. "Lanjut yank?"”