icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gadis Berbalut Luka

Bab 6 Lelaki Tak Tahu Diri

Jumlah Kata:1152    |    Dirilis Pada: 29/07/2023

sik pendengaranku. Namun, aku tak mau beramah tamah kepada tetangga yang mungkin saja baru

u tinggal d

alam hati, agar orang yang ada di benakku berbeda dengan orang yang memanggilku. Bisa saja, kan, dua orang memili

" tanyaku dengan pupi

ru saja pin

en seperti ini? Bukankah kau pernah berkata

ku ingin

Ternyata kau penganut sekte 'hemat pangk

u?" Suaranya t

takan adalah kebenaran?" Kunaikkan alis lalu tersenyum. "Kalau b

tidak lapar? Aku ingi

. "Aku akan memasak

ahan berwarna hitam berkarakter panda. Saat aku akan menutup pin

engizinkanmu ma

izin darimu," celet

n tingkahnya yang cukup b

ku hanya menatapnya dari arah belakang. Dia tetap tak berubah, punggung yang bidang, proporsional

saat melihatnya duduk di meja makan m

as untuk

begitu berani dan tak tahu malu seperti ini? A

protesku lalu segera membuka kulkas dan m

li. "Anggap saja kau mentraktirku makan

inkan pekerjaan itu." Karena pekerjaan itu

aja kugerakkan benda tersebut dengan cep

ihat sang

hkan pisau yang tajam itu ke arahnya. "Sebenar

m sama benda itu, aku hanya ingin makan bersamamu. Anggap saja ini reuni." Ia berjalan pelan ke arahku, lalu

i pertama sekaligus yang terak

ak me

awab bera

h cerewet dan ketus," katanya ya

tak tahu sopan santun," pungkasku

rti ini, tenang dan tak ada yang mengganggu. Aku berpikir sejenak, mencerna aksiku yang terkesan biasa saja, padahal seharusnya aku marah d

melihat ke interkom terlebih dahulu. Kukira yang datang adalah kurir pa

kemari?" tanyaku de

Na," jawabnya dengan nada me

ng menunggu lan

tak mungkin membatalkan pernikahan

point, sudah tahu apa mak

puluh

ak itu, aku tak mungkin membantumu, Arka. Kau ingin menikahi seli

ongnya dari luar. "Tolong bantu aku, Ayana. Anggap ini kompen

dulu aku bisa jatuh cinta pada laki-laki seperti dia? Apa karena suda

sasi sepertimu? Atau jangan-jangan itu hanya akal-akalanmu saja, agar aku memberimu uang? Namun, maaf, aku tak bisa memban

ndorong pintu dengan kuat,

au?" protesk

mu, dan jangan lupakan bahwa aku tahu pin ATM-mu." Ia bergegas masuk ke kamar, tetapi aku berusaha untuk menahan

k tubuh pria itu, sehingga Arka terjatuh ke lantai. Den

ngapa kau bisa

bertanya, mengapa kau bisa masuk ke sini, dan menciptakan kegaduha

na? Apa dia kekasih barumu? Belum sebulan kita putus dan k

inya. Sepertinya tidurku malam ini akan lebih nyenyak, karena rasa

dia kekasihku, setidaknya aku menjalin hubungan setelah kita putus, sedangkan kau, malah menjalin hubungan setahun sebelum kita putus, dan telah bertunangan tanpa sepeng

ng. Jangan sekali-kali menaruh harapan dengan ga

ak bisa terbendung lagi. Selalu seperti ini, di sa

, lalu berkata sesuatu yang sam

u telah melepaskan dia, dan ja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis Berbalut Luka
Gadis Berbalut Luka
“Setelah pemutusan sepihak yang dilakukan oleh sang kekasih, Ayana beranggapan bahwa laki-laki memang selalu sama. Ia tak ingin terjatuh ke dalam pesona kaum adam yang tak punya rasa simpati pada wanita. Bukan perkara mudah untuk melupakan rasa sakit yang mereka timbulkan. Butuh waktu yang lama untuk bangkit dari keterpurukan yang mereka ciptakan. Ayana bersumpah pada diri sendiri untuk tidak gampang terpesona dengan laki-laki mana pun. Sampai ketika ia bertemu dengan Bima Argunarta, seseorang yang pernah menjadi bagian dari masa lalu Ayana. Masa lalu yang begitu mencekam, sekaligus menyesakkan.”
1 Bab 1 Pemutusan Sepihak2 Bab 2 Mencoba Bangkit Dari keterpurukan3 Bab 3 Refreshing Berujung Overthinking4 Bab 4 Fakta Yang Menyakitkan5 Bab 5 Gosip-gosip Mulai Tersebar6 Bab 6 Lelaki Tak Tahu Diri7 Bab 7 Ambigu8 Bab 8 Pergunjingan9 Bab 9 Mencoba Bernegosiasi10 Bab 10 Pertemuan Kolega, Berkedok Perjodohan11 Bab 11 Menolak Perjodohan12 Bab 12 Dia Masih Mengenalku13 Bab 13 Kesalahpahaman Berujung Perpisahan14 Bab 14 Aku Ingin Bebas15 Bab 15 Kukira Romantis, Ternyata Tragis16 Bab 16 Sial Dalam Percintaan17 Bab 17 Mengaku Tunangan18 Bab 18 Cantik Bukanlah Segalanya19 Bab 19 Menunjukkan Perhatian20 Bab 20 Kebetulan Yang Menguntungkan21 Bab 21 Penyerangan22 Bab 22 Sang Penyelamat23 Bab 23 Club Favorit Yang Sama24 Bab 24 MBA25 Bab 25 Gadis Pembangkang26 Bab 26 Masa Lalu Yang Terkuak27 Bab 27 Jatuh Cinta Berarti Siap Terluka28 Bab 28 Selalu Salah Di Mata Mereka29 Bab 29 Perubahan Status30 Bab 30 Tidur Bersama31 Bab 31 Akhirnya Terjawab32 Bab 32 Lagi-lagi Prita33 Bab 33 Butterfly In The Stomach34 Bab 34 Pengakuan35 Bab 35 Aku dan Kamu