icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Ratu Kerajaan Niskala

Ratu Kerajaan Niskala

Penulis: Kacabening
icon

Bab 1 Bokor Emas

Jumlah Kata:701    |    Dirilis Pada: 02/07/2023

e arah Putri Lintang Alit. Berbalas den

uara tertahan. Ada amarah dan kecewa yang berusaha ditekannya sekuat mungkin. "B

sihkan tumpahan ramuan obat berwarna hitam pekat itu. Namun, sebuah pedang panjang yang berkilau menghad

jeng Putri," ujarnya deng

at itu. Menghentakkan kakinya dengan keras, hingga cairan tertumpah itu mengenai kaki mu

akiku, Mbakyu Kanjeng Putri." Putr

ng Alit. Dia tetap berjalan maju, mendekati adik tirinya

ram. Wajah garangnya menciutkan nyali Putri Lintang Alit. Wajahnya seketik

epan ruang keputren itu. Seorang raja yang dikenal memiliki sikap keras dan tegas dalam menghadapi setiap per

ja sembari me

ecuali Sang Raja. Putri tunggal dari istri selir keempat Sang Raja ini dikenal sebagai seorang pu

Dan untukmu, Utari, jangan pernah kau hunuskan pedang di depan kerabat dan rakyatmu. Kecua

era menyarungkan kembali pedangnya ke pinggang. Dengan sediki

elaskan apa yang terjadi pada Sang Raja. Lidahnya kelu. Dia tidak berani membay

k itu. Dia hendak menjatuhkan kesalahan pada Putri Candra Utari. Pewaris tunggal tahta Kerajaan

egangan saya terlepas dan bokor itu jatuh hingga isinya tumpah. Nyuwun pangapunten, Romo," ujar Putri Lintang

Terkejut mendengar penjelasan Putri Lintang Ali

diannya. Hatur sembah dalem, Kanjeng Romo," tukas Putri Ca

h di hadapannya itu. Tanpa memeriksa keterangan siapa yang benar dan keteran

mpatkan dia di kamar paling belakang. Kurung dia selama tiga purnama." Raden Eka K

gas dan Ki Dirgo mengangkat lengan Putri Lintang Alit yang sempat meronta. Namun, pada akhirnya dia harus m

. Bolehkah saya berpendapat

dengarkan pendapat dari Putri Mahkota Kerajaan Niskala itu. Karena dia tahu bahwa pu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Bokor Emas2 Bab 2 Kanjeng Ratu Dewi Arum3 Bab 3 Dewi Wulan4 Bab 4 Perselingkuhan Dalam Istana5 Bab 5 Peringatan Dari Sang Raja6 Bab 6 Patih Dimas Saloka7 Bab 7 Negosiasi dengan Raja8 Bab 8 Menuju Alas Wingit9 Bab 9 Kericuhan Dalam Alas Wingit10 Bab 10 Hilangnya Dewi Wulan11 Bab 11 Penyerangan Oleh Pasukan Ghoib12 Bab 12 Prajurit Alas Wingit13 Bab 13 Prajurit Ghoib14 Bab 14 Pengkhianat Dalam Istana15 Bab 15 Ancaman Dalam Istana16 Bab 16 Mengurung Alas Wingit17 Bab 17 Perlawanan Prajurit Alas Wingit18 Bab 18 Darah di Alas Wingit19 Bab 19 Guru Pamungkas20 Bab 20 Bambu Kuning21 Bab 21 Penyerangan Tanpa Jejak22 Bab 22 Kembali ke Istana23 Bab 23 Desa Megaluh24 Bab 24 Persiapan Penyerangan Kedua25 Bab 25 Kembali Menyerang Alas Wingit26 Bab 26 Kibasan Daun Kelor27 Bab 27 Pulang ke Istana28 Bab 28 Hukuman Terberat29 Bab 29 Pati30 Bab 30 Perseturuan Dalam Keputren31 Bab 31 Pembelaan32 Bab 32 Kepergian Putri Candra Utari33 Bab 33 Ki Lurah Joyo Urip34 Bab 34 Gamelan dan Tari35 Bab 35 Pentas Tari36 Bab 36 Laksmini37 Bab 37 Teman Perjalanan38 Bab 38 Gusti Prabu Cakara39 Bab 39 Desa Sekar Arum40 Bab 40 Menginap di Desa Sekar Arum41 Bab 41 Wanita Sekar Arum42 Bab 42 Rencana Putri Candra Utari43 Bab 43 Senopati Arata Sena44 Bab 44 Bumi Hangus45 Bab 45 Sisa Pembakaran46 Bab 46 Sosok Bertopeng47 Bab 47 Kampung Tirta Wening48 Bab 48 Taqdir49 Bab 49 Pondasi Kerajaan Tirta Wening50 Bab 50 Kerajaan Baru51 Bab 51 Rombongan dari Kampung Selo Alit52 Bab 52 Kisah Kampung Selo Alit53 Bab 53 Rencana Perpindahan Warga Kampung Selo Alit54 Bab 54 Pemukiman Baru Untuk Warga Kampung Selo Alit55 Bab 55 Mawar Putih56 Bab 56 Rahasia Hati Sang Ratu57 Bab 57 Ratu Mawar Putih58 Bab 58 Kerajaan Wulan Katigo59 Bab 59 Penolakan Galih Ageng60 Bab 60 Darah Pertama Tumpah di Bumi Wulan Katigo61 Bab 61 Ada Apa Dengan Bumi Niskala 62 Bab 62 Pengamen Seni dari Selo Alit63 Bab 63 Tembang Kerinduan64 Bab 64 Putri Tengil dari Niskala65 Bab 65 Serangan dari Pemberontak66 Bab 66 Terungkapnya Dalang Pemberontakan67 Bab 67 Pulang ke Kerajaan Wulan Katigo68 Bab 68 Cerita dari Negri Niskala69 Bab 69 Rencana Untuk Kerajaan Niskala70 Bab 70 Bunga Mawar Putih Dalam Kotak Hantaran71 Bab 71 Panen di Negri Wulan Katigo72 Bab 72 Berangkat ke Kerajaan Niskala73 Bab 73 Tiba di Kerajaan Niskala74 Bab 74 Pertempuran di Niskala75 Bab 75 Geger Candra Purnama76 Bab 76 Rindu yang Tak Terucapkan77 Bab 77 Mencari Pangeran Layang Jembar78 Bab 78 Kembali dari Negri Niskala79 Bab 79 Kehadiran Ibunda Ratu80 Bab 80 Bersama Ibunda Ratu81 Bab 81 Jiwa Dewi Arum yang Hilang82 Bab 82 Perjalanan Senopati Nirwasita83 Bab 83 Tamu Kejutan dari Negri Niskala84 Bab 84 Kecurigaan Sang Senopati85 Bab 85 Di Dalam Puri Istana86 Bab 86 Sebuah Perbedaan Pendapat87 Bab 87 Angkara Murka88 Bab 88 Lurah Balong89 Bab 89 Pertarungan dengan Makhluk Ghoib90 Bab 90 Mencari Pertolongan91 Bab 91 Malam di Bawah Terang Sang Candra92 Bab 92 Selamatan93 Bab 93 Bocah Wulan Katigo94 Bab 94 Geger di Kerajaan Wulan Katigo95 Bab 95 Lelaki Berpakaian Merah96 Bab 96 Tabir Pemisah97 Bab 97 Kepulangan Sang Patih98 Bab 98 Kabar dari Bahuwirya99 Bab 99 Burung Kecil100 Bab 100 Isyarat dari Burung Kecil