icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)

Bab 4 Panggilan Solidaritas

Jumlah Kata:1038    |    Dirilis Pada: 17/06/2023

neh-aneh ya, kamu pe

H

yaan Azizah, seketika itu bi

ormal kali, Zah. Jan

ya sikap kamu bikin aku bingung da

Artiny

an artin

lalu aku juga nemuin bahasa Arab, anti

eh kok jadi bahas itu, s

s nih. Tapi nanti

harus

dengan menggaruk kepalanya un

uatu yang mungkin agak privasi? Tapi jika k

a kamu mau tany

hawatir kamu tersinggun

insyaaAllah

ertutup begini, terus kal

akan ya makan aja, pakai tangan kanan, maksudn

ang lebih longgar model burdah, bentuknya lebih

ak jatuh

unya cara sendiri agar tidak berlepotan. Kita juga bisa memi

rtanyaan gue tentang cara mak

an kedua alisnya sebagai bentuk penasaran denga

tanya Aziza

nanti laki-laki yang mau menikahi, biasanya laki-laki awal tertarik kan dari w

m, "Kalau ingin menikah

bener nggak paham soal beginian, setahuku Isl

-apa, aku juga

aan itu

i diawali dengan tuker biodata lalu melihat calon pasangan jika lanjut, ya terus

pernah

h kuliah hampir selesai atau nanti setelah abang nikah sele

anyak hal tentang Isl

sering bertanya sih sama abangku sejak aku lul

ma penasa

hamdulillah k

apa,

nemukan panggilan itu,

endapatkan panggilan itu!" seru Sila t

o? Nyamber aj

ik kursi dan ikutan duduk sedangkan Azizah hanya meng

a mata kuliah hari ini?" lan

ah jam berapa, mau cabut pulang aja kalau nggak ad

rangkali lo bisa ikut simpa

a apa?" tanya

Zah, penyampaian orasi aj

jalanan macet lagi seper

in, karena jalan yang biasa dia lalui telah terblokir ratus

ampus kita bakalan sibuk deh. Eh,

saran ya?" tanya Aziz

, Zah. Kapan tu

epan tapi belum tahu pasti tanggal berapa,

, ikutan yuk?

emudian menyatukan tanga

i keduanya dengan hera

s kita terhadap bangsa ini," jawab Sila

n memikirkan negara ini, lho

ak bersuara mereka juga nggak bakal

punya hak bersuara sebagai wa

mpak lebih buruk. Kan sudah ada perwakilan dari kita, nanti kalau semua pada turun ke jalan, bisa-bisa menganggu juga apalagi sampai macet, belum

an Aruni menimpali pe

memberikan dukungan aja pada

dukungan kita. Semakin banyak maka akan le

jar ya belajar dan kita sedang pada fase ini," ujar Azizah berusaha

beginian, kan lo termasuk mahasi

uga salah satu bentuk perduli dengan negeri ini, lho. Apa

toh nggak ada ruginya bagi kita. Tetapi kalau ak

ita tinggal bergabung aja, biar

rmasuk mahasiswi yang mendapatkan beasiswa dari Yayasan tersebut?"

ngguh membuat diriny

ur Azizah, karena dia dan Sila ingin b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
“Tahun 1998, awal era reformasi banyak gejolak terjadi, terutama terjadinya gelombang demonstrasi dari kalangan mahasiswa seluruh Indonesia, terutama kota yang dikenal dengan pendidikannya atau kota pelajar. Sepenggal kisah ini hadir di tengah sejarah awal reformasi, kisah yang berawal ketika diam-diam dia mulai jatuh cinta dengan perubahan penampilan, saat hidayah itu menyapanya. Dia memang berbeda dan harus siap dengan banyaknya batu-batu tajam yang terhampar di perjalanannya, termasuk menghadapi kenyataan bahwa Ayahnya tidak menyukai perubahan dirinya, bahkan terkesan membencinya. Mampukah Aruni bertahan dengan cinta diam-diamnya dengan tetap berada pada jalan yang dia yakini benar? Bagaimana perjuangannya agar diterima keluarga terutama Ayahnya? Lalu apakah cinta untuk seseorang yang dia kagumi dari kejauhan pun hanya cukup untuk dirasa saja? Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata (true story), nama tokoh dan latar kejadian sudah author samarkan untuk menjaga keikhlasan pemilik kisah hidupnya.”
1 Bab 1 Cowok Aneh2 Bab 2 Dia Lagi!3 Bab 3 Namanya Hanif4 Bab 4 Panggilan Solidaritas5 Bab 5 Tamparan Untuk Aruni6 Bab 6 Sentilan Ibunya Aruni7 Bab 7 Mulai Terusik8 Bab 8 Temenku vs Sahabatku9 Bab 9 Tatapan Itu10 Bab 10 Mereka Belum Tahu11 Bab 11 Dingin12 Bab 12 Berharap13 Bab 13 Ganteng vs Cantik14 Bab 14 Dijodohkan15 Bab 15 Alhamdulillah16 Bab 16 Si Mata Kutub17 Bab 17 Cukup di Hati Saja18 Bab 18 Cinta vs Cemburu19 Bab 19 Patuh atau Bakti20 Bab 20 Beda Tipis21 Bab 21 Restu Ibu22 Bab 22 Ternyata23 Bab 23 Belenggu Rasa24 Bab 24 Buka Tutup25 Bab 25 Laki-Laki Pilihan Bapak26 Bab 26 Mencoba Istiqomah27 Bab 27 Tamu Tak Diharapkan28 Bab 28 Hanya Untukmu29 Bab 29 Kagum atau Suka 30 Bab 30 Rindu Tertahan31 Bab 31 Mencoba32 Bab 32 Amarah Sang Ayah33 Bab 33 Terbelenggu Asa34 Bab 34 Bersahabat dengan Rasa35 Bab 35 Halalkan atau Pupus36 Bab 36 Tawaran37 Bab 37 Amplop di Waktu Senja38 Bab 38 Selembar Kertas39 Bab 39 Ta'aruf (Perkenalan)40 Bab 40 Baris-Berbaris41 Bab 41 Tegang42 Bab 42 Bertahan43 Bab 43 Fitnah Penampilan44 Bab 44 Mimpikah Aku 45 Bab 45 Pelangi Senja