icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

CEO Dingin Pemikat Hati

Bab 8 Mencari Kebenaran

Jumlah Kata:1294    |    Dirilis Pada: 02/06/2023

u kita ke parkiran. Lal

Elah, tenang aja soal itu. Entar gu

ct

Udah cuma temuin dan kasih tau semua bukti.

bibir. Tapi kalau gue nyuruh elu yang te

Emang gue ditakdirkan

ot l

kipun sebenarnya tidak ingin dekat-dekat dengan Hans karena takut jika harus bertemu dengan

i ruangan itu dan mengantongi anak kunci. Semua komputer dimatikan dan meminta pada pen

mu Hans, security pasti akan mengusirnya. Setelah melihat mobil Hans datang, Nola bergegas menghampiri security. Berniat agar b

hatian aja nggak bisa. Kampret

ng sopir membukakan pintu untuknya. Dia

menghampiri. Security yang berjaga kaget,

menoleh

ntia dengan sedikit ragu. Dia berbicara

ng tangan perempuan itu. "Bu, Anda bukanya dari b

tugas menjaga gerbang, hem?" Shintia m

ns. Tugas saya untuk membuat be

ak Satpam!" geram Shintia. Dia

minta Shintia untuk mengikuti langkah dan berbicara di ruangannya. Shintia masih tak bergeming di tempat, di

. Tentu saja dia bohong, dia dang kesal dan

ersikap lancang, segera membungkam mulutnya sendiri. "maa

hintia berkata bohong. Karena sesekali dia melihat ke arah mobil. Merasa j

t cepat, Shintia berjalan ter

elakang Hans. Pandangan mereka tampak sinis hanya tak berani men

tuk Shintia. Membuat gadis itu merasa tak enak hati. Dia berjalan

ersilahkan Shintia untuk duduk. Perempu

apa?" tanya

eleng cepat, "Tidak usah repot, Pak.

gal, Shintia menyodorkan berkas dan sem

a i

arin. Bapak menuduh saya melaku

mu, tetapi atasan

engumpulkan bukti, bahwa sebenarnya kami tidak bersalah.

a, gadis itu menjelaskan banyak hal yang me

ana kamu mengambilnya dar

t dingin mulai menetes di kening, dia ta

itu ..

marah dengan apa yang k

kurang jelas menden

an kamu kembali bekerja," serunya. Hans berkata dengan waja

upa mengucapkan terima kasih sebelum pamit. Namun,

menodai diri sendiri d

apa yang kita lihat tak sepenuhnya mencerminkan apa yang terjadi. Lagipula, saya sudah menodai diri saya sejak muda dan itu buk

Dia menggeleng lemah dan tersenyum tip

ng ada di balik meja kerja kini beranjak dari duduk dan berdiri. D

aya. Langsung disosor. Lihat saja pakaian yang dikenakan, ke

ibut. Kata-kata Hans benar-benar membuat kepala

imaksud? Apakah Ray? L

jaan. 'Mungkinkah, Ray melihat aku dan Felix di hotel. Tidak mungkin,

tidak berhasil menggoda Tuan Hans kan? Dan, ka

bar. Dan, temannya aja jalang. Jadi dia bukan hanya wanit

ak bisa menahan diri, dia berjalan menghamp

bukan untuk menggoda? Untuk apa kalian pake lipstik merah seperti habis makan darah kalau bukan untuk merayu? Jadi siapa yang wanita murahan!" Shintia

is yang tertegun, begitu juga Shintia. Tangannya yang sejak t

lihkan pandangannya dan menatap gadis yang berada di sampingnya. Dia melingkarkan tangannya di pinggang gadi

gera masuk ke lift setelah terbuka. Setelah pintu lift tertutup, Arya segera melepaskan tangannya di pinggang gadis yang sejak tadi bersa

embungkuk hormat seperti yang lain, dia malah

a tidak ada hal yang penti

i ruang priba

ar, perempuan berambut merah itu tidak berani memban

a meluk aku, eh sekarang m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
CEO Dingin Pemikat Hati
CEO Dingin Pemikat Hati
“Shintia masih berusaha menata hidup setelah berpisah dari sang kekasih. Selagi bersusah payah melupakan Arya, pria itu justru muncul sebagai CEO di tempatnya bekerja. Rindu yang meluap-luap tidak terelakkan, rasa cinta yang berusaha dikubur malah bangkit lagi. Sayangnya, Arya tidak merasakan hal yang sama. Pria itu membenci Shintia, bahkan tidak ragu memaki untuk membalas sakit hatinya. Kesalahpahaman di masa lalu masih belum terselesaikan, lalu muncul skandal Shintia bersama Felix yang makin membuat Arya makin berang dan bersikap kejam pada sang mantan kekasih. Mampukah Shintia memperbaiki hubungannya dengan Arya? Akankah pria itu berhenti membencinya setelah tahu semua alasan di balik perpisahan tragis mereka dua tahun lalu?”
1 Bab 1 Awal yang Berat 2 Bab 2 Pertemuan yang Menegangkan3 Bab 3 CEO itu Mantanku4 Bab 4 Gairah Hangat Penuh Jebakan5 Bab 5 Tidak Tertahankan6 Bab 6 Diam-diam Masih Cinta 7 Bab 7 Rencana Kedua 8 Bab 8 Mencari Kebenaran9 Bab 9 Peluk Kenangan dengan Ikhlas 10 Bab 10 Terbukti11 Bab 11 Resign12 Bab 12 Bukan Wanita Murahan13 Bab 13 Hans14 Bab 14 Menyesal15 Bab 15 Ancaman 16 Bab 16 Bekerja Sama 17 Bab 17 Rahasia 18 Bab 18 Brownies Cafe19 Bab 19 Fakta mengejutkan20 Bab 20 Sandiwara21 Bab 21 Suara yang Indah22 Bab 22 Hanyut dalam Nada23 Bab 23 Cemburu 24 Bab 24 Usaha Pendekatan 25 Bab 25 Kamu Milikku26 Bab 26 Kerinduan tak Tertahankan27 Bab 27 Tidak Masuk Akal28 Bab 28 Demonstrasi 29 Bab 29 Teman Dekat 30 Bab 30 Posesif31 Bab 31 Penebus Dosa 32 Bab 32 Dilema33 Bab 33 Situasi yang Sulit34 Bab 34 Perlakuan Istimewa35 Bab 35 Pembicaraan yang Tertunda36 Bab 36 Kerinduan yang Bergairah37 Bab 37 So Sweet38 Bab 38 Hubungan yang Semakin Membaik39 Bab 39 Mimpi Masa Kecil40 Bab 40 Berperan Sebagai Teman41 Bab 41 Cinta dan Gairah yang Tak Bisa Dipisahkan42 Bab 42 Cinta Lama Belum Kelar43 Bab 43 Kembali Menghilang44 Bab 44 Mengakhiri Hidup45 Bab 45 Rahasia Besar46 Bab 46 The End