usim panas berlangsung. Menjelang jam makan malam, langit masih cerah layaknya siang hari. Vi
rhenti. Viktor mengikuti arah pandang Xandrova dan
ah Davidoff?' Hati kecil Viktor bertanya se
nya kita pergi
at Viktor tahu bahwa sang istri merasa tidak
ir pria yang duduk di sebelah Pap
ngus, lalu men
selain dia,
eraih tangan kiri Xand
, Zoya. Kau harus menghadapi kenyat
? Aku hanya menginginkanmu untuk berani mengamb
au terlalu ban
rucutkan bibirnya ketika melihat Ga
oki kita dan tidak ada kesem
, rupanya Xandrova tidak
h, Zoya!" Memiliki arti
a tidak ingin Xandrova terus menerus dil
wa Maksim tidak akan memiliki kesempat
edua mata Viktor y
han di dalam hatinya. Dia enggan berada satu meja dengan Maksim, tetap
miliki a
n Xandrova. Keduanya mel
Pa, M
ngabaikan pria di samping Davidoff meskipun jantungn
duduk, Mi
anita itu tersipu malu. Pria yang tidak mengetahui asal
asih, Pri
pan mata yang tidak kalah menggoda. Dia ter
n sengaja menggoda Zoya?!' Hati Maksim kembali teriris melihat tingkah sepasan
Gluk
n rakus. Kedua matanya tidak berhe
ak memberikan salam sa
yang tidak juga mengucap
ak perl
ung. Dia menatap Viktor yang
ngsek itu memanggil
nya menangkap kata mama keluar dari mulut M
Tuan
aksim seraya men
uk menyapa Anda. Bukankah sam
uluran tangan Viktor. Rahangnya mengeras. Dia me
kita mulai saja aca
airkan suasana. Dia menatap Xandr
ng ingin kau
enarik tangan Viktor. Dia tidak
a yang ingi
Xandrova di depan kedua mertua juga
n menu yang sama
. Dia menikmati permainannya bersama
kan memanjakan Istriku agar
ranya agar Maksim mendengar setiap
n aku harus menaha
rtphone yang berada di depannya. Kedua ibu ja
iks, cepat
mengirimkan pesan tersebut untuk sang asisten. Tidak b
an Muda. Saya ak
hone-nya di atas meja. Dia mende
berdua memang be
k di daun telinga Davidoff hingg
lah, Tu
kukan hal yang sa
ang?! Bagaimana bisa?!
istri yang sedang memamerkan ke
memiliki rencana yang jauh lebih indah dari
anya kepada wanita yang berada d
h cantik. Dia memiliki be
malam berwarna merah sembari berceloteh di dalam hatin
ura bodoh di hadapan semua orang agar bisa mencapai tujuannya. Tujuan? Oh, tentu saja. Buk
para wanita di saat sedang bersama Mama.' Viktor berkata di dalam hati seraya
. Saya datang untuk men
si Xandrova. Menyadari kehadiran Fel
t bunga di tangan Feliks. Ini pastinya akal-akalan Papa dan
imalah buket bung
Xandrova. Wanita itu pun tidak lantas menerimanya begitu s
r. Kau janganlah berprasa
Viktor dengan n
tidak berma
skipun dia tahu bahwa pria itu tidak akan me
mana,
/0/12612/coverbig.jpg?v=23bc1294a2b97e3aeed5db319c100b9a&imageMogr2/format/webp)