icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO

Bab 3 3. PANDANGAN PERTAMA

Jumlah Kata:1017    |    Dirilis Pada: 28/05/2023

ihat ke meja yang tidak jau

nteng," bisik Dewi langsung berubah ma

duduk di sana. Kapan mereka datang?" Tany

n makanan, mereka bar

ereka," bisik Febri. "Mereka gan

apas melihat tingkah

lena. "Di antara mereka berempat ad

alisnya. "Tidak ada,

Dewi yang t

ntara mereka berempat ada yang

" Tanya Dew

i, paling cakep," jawab Fe

ik Dewi setelah mel

senyum. "Cieee, ada yang t

ng sudah berpikir yang aneh-aneh. Mungkin dia ng

Mungkin saja kamu dilihatin karena

Febri juga i

anannya. Gue haus ba

an matanya pada pelayan yang s

g yang datang membawa nampan berisi

hat Galang setelah selesai meng

lang tidak kalah rama

" ucap Elena mengambil

rdoa," ucap Dew

ak? Dalam hatipun sudah cukup," jawab E

a," Febri langsung menghabi

nya bertabrakan dengan pria yang dari tadi melihat dirinya. Entah perasaan apa yang terjadi, tiba-tib

nar tidak Elena?" Tanya Febri m

ena berubah gugup merasa

ir kegugupannya setelah merasakan hati

g berpandangan meras

ik saja kan?

na kembali menyeruput juice jeruk

ajaib," ja

baik-baik saja disangka aneh

akan?" Febri langsung mengeksekusi spa

i tadi." Dewi langsung mengikut

pria itu yang terus saja memperhatikan dirinya membuat selera makannya hilan

boleh dimakan. Kenapa spaghetinya h

," sambung Febri. "Sekarang tid

akan?" Tanya Dewi

ih panas," jawab

"Ayo makan, jangan bengong begitu. Nanti loe

melihat lagi pria yang terus saja memperhatikan dirinya. Cakep s

tahari yang sudah tidak terlalu terik, akhirnya

" Tanya Elena setelah me

es naik bus kayak tadi, bau kerin

ringat. Secara kaliankan tahu kalau gue tidak s

eringat," ucap Dewi. "Bagaimana kala

uh," Elena la

searah. Nanti loe yang turun b

ah gue yang paling

uk Elena langsung menghe

adari dari jarak beberapa meter, dua orang pria yang

oe?" tanya pria yang

," jawabny

i di cafe itu?"

sangat cantik,

dangan pertama. Ha-ha-ha. Kenapa tidak

tu takut sama

. Mau dicari ke mana coba sekarang gadi

pergi ke kutub Utara sekalipun, tapi kalau sudah

. Rovaldo Bastian tidak ada duanya kalau s

o membuka pintu mobilnya. "

n gratis. Lumayan buat menghemat pengeluaran bulana

ponselnya yang terus menerus mengeluarkan notif p

Dewi yang dud

li," jawab Febri

nya gue artis ada pengge

iapa?" tanya

" ucap Elena membuka

" tanya

enapa sudah sore belum

o ditanyain, kayaknya kagak pulang setahun juga kagak bakalan dica

Kalau loe hilang pasti dicariin. Tidak ada orang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO
CINTA DI ANTARA TASBIH DAN ROSARIO
“Takdir ,,, Takdir yang mempertemukan, takdir pula yang memisahkan. Takdir yang membuat kita tertawa bahagia, takdir pula yang membuat kita berurai air mata kesedihan. "Lantas, apa yang harus aku lakukan?" Tanya seorang gadis berkulit putih menatap dalam iris mata pria yang ada dihadapannya. "Aku tidak tahu," jawab pria itu pelan dengan perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya. "Mampukah kita terpisah? Apa kamu mampu hidup terpisah denganku?" Tanya gadis itu dengan kelopak mata yang mulai berkaca-kaca. "Aku tidak tahu," jawab pria itu menatap dalam wajah gadis yang sangat dicintainya. "Kenapa? Kenapa? Kenapa cinta kita harus seperti ini? Apa salah, jika kita saling mencintai?" Tanya gadis itu dengan bulir air mata yang perlahan jatuh dari kedua kelopak matanya. "Tidak ada yang salah, cinta kita juga tidak salah," jawab pria itu lirih dengan menahan segala kesedihan. "Lalu? Kenapa? Apa aku yang salah?" "Tidak, kamu tidak salah. Cinta kita tidak salah. Tidak ada yang salah, jangan pernah menyalahkan dirimu ataupun cinta kita. Semua ini, karena aku dan kamu yang berbeda," jawab pria itu memeluk erat gadis yang telah bersimbah air mata. Cinta tidak pernah salah dalam menjatuhkan pilihan dan cinta juga tidak pernah salah dalam menentukan takdirnya. Jodoh ,,, kita tidak pernah tahu kepada siapa kita akan berjodoh. Maut ,,, kita tidak pernah tahu, kapan kita akan dipinang dengan kematian. Rejeki ,,, kita tidak pernah tahu, apa kita terlahir berlimpah harta atau berkekurangan. Semuanya ,,, Semuanya sudah tertulis dalam garis takdir setiap insan yang terlahir ke dunia ini. Note : (18+) Karya ini murni dari hasil imajinasi author sendiri tanpa bermaksud untuk menyinggung siapapun atau unsur apapun.”