icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Suami Kedua Ayla

Bab 3 Tidak Ingin Menyerah

Jumlah Kata:1082    |    Dirilis Pada: 24/05/2023

Mbak Ayla menyalahkanku?

atannya yang tersisa. Ia tak berniat selamanya di sini. Ide

ngsung berlari dengan nafas memburu. Matanya melirik mencari arah tempat awal mereka. Jujur karena berlari ia jadi

ngan jelas. Setelah ia yakin. Segera Pie

ah perpaduan yang bisa membuat seseorang menyerah apabila ia di tempatkan pada posisi yang sama dengannya. Jangan kata

iri menyelamatkan Fawaz. Entah keputusan ini akan ia

t! Tt

ia harapkan bisa mendatangkan keajaiban

Mu yang KAU tunjukkan padaku. Tapi lelaki yang tengah berjuang itu adalah hamba-Mu yang baik. De

eorang berhasil m

n melaporkan jika Letnan satu Fawaz Omar hisyam hilang di titik koordina

g telepon justru mengulan

rre tak lagi memakai cara lapor yang sesuai perintah atasa

i kita tidak bisa

iiin

ung seakan men

hutan," lirihnya memelas. Hatinya hancur, seak

agi nanti!" Alat penghubung satu-satunya te

matanya jatuh. Sedang

u justru Pierre merasa semakin kuat. Ada

mbawa senapan itu untuk menembak mati kumpulan babi hutan. Saat ini semua hal sangat in

*

ntar

stru dengan nyali yang besar ikut mendekat

babi itu keras, pisau belatinya justru tertancap tidak ma

tu babi lagi yang mengejarnya dengan tatapan murka. Sepertinya yang Fawaz lukai adalah

sa sakit karena saat ia turun dari badan sang babi ia

us. Ia mengerang di dalam tenggorokannya karena

nya menjadi santapan si babi hutan itu. Jiwa primitif-nya men

ia berakhir menjadi saj

kk! k

iap bertarung sekali lagi. Ia tidak

abi itu menemui kawanan

berjalan sangat hati-hati deng

capkan sekali lagi!' sua

ing itu sudah tertancap seiring ga

tidak mampu mencerna saat si babi mengobrak-abrik tubuhnya dengan moncongnya yang berruncing. Ia hanya mampu mencoba memegan

Fawaz terima. Seluruh tubuhnya mati rasa. Matany

a. Remang di saat ajal menjemput, diantara alam bawah sadarnya, F

r! d

ia betul-betul t

*

erre akhirnya menemui tempat kejadian. Ia terjongkok

saja jenazahnya telah dibawa binatang liar itu ke habitatnya. Untuk ber

pan di sampingnya. Belum pernah ia merasakan dirinya sebodoh ini sampa

bertahan hidup? Bukankah di

engan kawanan babi mengelilinginy

iri. Sayang, ia baru tahu dari Fawaz. Jika kematian den

*

inya. Berganti pekat dengan cahaya bulan

i keterkejutannya. Berkali-kali ia menimbang ingin menempelk

yang dilarang agama. Lagipula Fawaz memb

tak ada ujian yang didatangkan dengan persetujuan orang tersebut ter

mungkin memberikan beban di pundak ya

a lagi yang Pierre pikiran kecuali senyum Ayla yang sempat ia lihat sebelum mereka pergi. Mungkin itu ad

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka