icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kursi Panas di Kantor

Bab 5 Pertemuan Kembali

Jumlah Kata:1249    |    Dirilis Pada: 08/05/2023

sakan sensasi otak membeku, lidah yang menjadi kelu, dan tidak b

rasakannya

untuk mengisi ulang chamomile tea miliknya yang mulai mend

an menjadi bagian dari keluarga besar The Converge sebagai

sanya bak petir yang men

ik perhatian Giselle seketika dia

posisi yang Gise

r yang berdiri di hadapannya; Giselle memprediksi

ya sekali lagi, mencoba untuk

i?" Giselle menatap bosnya dengan

ikan kesempatan ini kepada saya?" temb

terisi?" tanya Giselle yang sekua

arena mengkonfrontasi kepada bosnya langsung di hadapa

tuk mengikuti bursa posisi ini?" Giselle menggugat balik k

i satu malam panas bersamanya di Hotel The Royal Ruby di k

abisan kata-kata, dan menatap A

niornya yang begitu tidak bersahabat kepada Akira.

sedemikian rupa oleh... oleh... ugh!" Giselle sampai-sam

at tingkah polah Giselle yang out of the place. Tidak biasanya

encuri jabatan yang tiba-tiba datang tanpa dosa

ara terang-terangan, melihat Pak Hasan tidak m

onsultan senior yang sudah bersama

ya perlu bicara dengan Giselle dahulu." Pak Hasan menghentikan tur kantor

sekan yang terjadi karena posisi partner ya

a." Akira menyambut ucapan a

ng parasnya tidak berubah tiga bulan l

tusias menghabiskan semalam

enyum tipis dan din

erlu bicara nanti. Tolong luangkan waktu, ya

membuat Giselle

is menahan gejolak emo

g." Pak Hasan menoleh ke arah Giselle

isa menghel

ng meny

*

" Belum sempat Pak Hasan duduk di sofa ruangannya, dia telah membalikkan badan dan

as dalam dan menghe

u kepada saya. Pak Hasan kan tahu benar, saya juga men

uk memperlihatkan siapa yang lebih mumpuni dan l

ering membawa proyek dengan nilai fantastis masuk ke dalam The Converge. Klien

ar keluhan Gisell

n berbakat dalam The Converge. Dan saya sangat

pasti ada penyangkalan dari

mengisi posisi partner. Sejujurnya masih banyak yang

Akira dan portofolion

lih dia dibanding saya?"

erja perempuan yang manut-manut s

asuk akal, maka dia akan mendebat dan menggugatnya

ika Giselle orangnya

untuk memecah dominasi pria yang ada dalam industrinya,

asil bernegosiasi dan mendapatkan kontrak eksklusif bersama Danudihardjo Enterpi

secure kontrak oleh salah satu Enterprise dan konglomerasi terbesa

ga ternyata

tah kebetulan dari mana pernah menjadi partner one night s

lle tak m

dengan Sudibyo Corporation. Salah satu perusahaan yang menjadi media darling di Indonesia k

agi saya untuk membuktikan kemampuan saya kalau saya la

an membiarkan orang asing itu menga

ama dengan Akira dahulu selama tiga bulan." Pak Hasan

saya untuk menempatkan Akira sebagai partner adalah keputusan yang tepat, maka kamu haru

ganggukkan

ktasi saya dan Bapak, maka posisi itu bisa untuk saya, ya!"

fair untuk situa

sebentar, sebelum

elle mengepalkan tangannya dengan optimis da

, ga

coba 'mendepak' Akira, dan men

an Pak Hasan, dan be

dia lakukan untuk

ju ruangannya untuk menaruh tumbler-nya yang tadi d

, dia dihadang oleh pria yang m

rang?" Akira berdiri sambil bersand

uangannya dengan t

," jawab Gise

balasnya lewat gerakan tanganny

Silakan ... l

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kursi Panas di Kantor
Kursi Panas di Kantor
“Giselle Putri Natapradja, gadis cantik ambisius - seorang konsultan senior yang mengidamkan posisi partner yang sedang kosong di kantornya The Converge. Bosnya mengatakan jika posisi itu terbuka untuk para konsultan The Converge yang memiliki rekam jejak terbaik. Giselle sudah cukup yakin kalau dia yang akan dipromosikan, namun ternyata The Converge justru memberikan posisi impian Giselle itu kepada Akira Hangga Aryanto, sang konsultan senior Ex-Big Four Companies yang sudah malang melintang di dunia kerjanya. Sialnya bagi Giselle, Akira pernah menjadi partner One Night Stand-nya saat dia hancur dan diselingkuhi oleh mantan kekasihnya dulu! Giselle dan Akira saling membuktikan satu sama lain, jika hanya mereka yang pantas untuk posisi Partner tersebut. Meskipun di tengah-tengah persaingan yang sengit, mereka harus mengontrol gairah mereka yang semakin tak bisa ditahan satu sama lain!”