icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Alexa

Bab 2 Mafia Masuk Desa.

Jumlah Kata:1973    |    Dirilis Pada: 23/03/2023

merasakan tubuhnya terdorong keras ke depan. Mob

Alexa hilang mendadak. Ia kaget. Begitu juga dengan Pak Hami

melintas. Makanya Mamang jadi mengerem mendadak." Mang

menyeberang jalan itu dengan perasaan tertarik. Pengembalanya menggunakan sebatang kayu untuk menghalau sapi-sapi yang keluar barisan. Menggemaska

ang berkeliaran. Mamang juga tidak pernah mengendarai sampai ke kampung begini kan?" Pak Hamid me

ni perhatian Pak Hamid tercurah pada Alexa. Majikan kecilnya itu

rlahan memasuki satu halaman rumah yang cukup luas. Rumah ini terlihat lebih luas dibanding dengan rumah-rumah yang telah mereka lewati tadi. Pekarangan rumah ini juga dipenuhi dengan pohon-pohon ya

an aneh, yaitu Milah. Pak Hamid benar-benar menjalankan perannya dengan serius. Selama di mobil Pak Hamid tetap memanggilnya dengan sebutan Non Lexa. Tap

yang disingkat menjadi akung. Ia merasa lidahnya nyaris keseleo, karena tidak familiar me

dengan tergesa. Si pemuda yang ia taksir seumuran dengan Xander kakaknya, men

mid dan Mbok Sari, si pe

si pemuda dengan berani. Ia paling tidak suka dipandangi te

a diam. Ia baru teringat posisinya di sini. Tetapi tatap

Mbak? Saya hanya sedikit ka

tu apa, sampe lo kaget segala!" ser

, kali ini membuat Alexa menutup mulutnya rapat-rapat.

b teguran Pak Hamid. Tetapi ia menundukkan kepala. Tanda bahwa ia menuruti p

sih jauh di bawahmu. Panggil saja dia Milah. Bukan Mbak." Pak Hamid menjel

d tiba-tiba berbalik ke arahnya. Tatapan Pak Hamid se

dipanggil Bagus ini. Apalagi si pemuda seperti menertawainya. Ada gari

unggu ya, Bagus yang tidak bagus kela

afkan, Milah dari lubuk sanu

. Ini orang

a ini. Usia Bagus ini juga lebih tua darimu. Jadi panggil dengan sebutan Mas. Ikuti tutur dan a

m, Ak

lah pasti sudah capek duduk terus di mobil. Biar dia rebahan du

adalah orang yang paling mengerti diri

teringat pada koper dan tas ranselnya. Koper itu sebenarnya bukan menjadi prioritasnya tadinya. Karena koper itu adalah pemberian papanya, yang isinya adalah pakaian-pakaian ajaib yang sudah pasti tidak akan digunakannya. Namun menit

sang lengan kuat bermaksud mengangkatnya juga. Bagus rupanya. Alexa

apain?" se

at kamu?" goda Bagus. Ia Mencoba berkelaka

sendiri. Sanaan lo!" Alexa me

? Jadi perempuan kok ndak ada alus-alusnya sedikit pu

r nggak ada hubunganya dengan jenis kelamin. Lo belum jumpa aja sama Bang Andy dan A

berat itu dengan satu gerakan tangkas. Dalam sekejap koper telah berpindah ke tanah. Alexa juga mengeluarkan tas ransel be

engangkat, selain tenaga sebenarnya yang dibutuhkan itu adalah teknik mengangkat. Dan ia telah mempelajari semua tehnik-teknik itu sejak k

objek yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Namun si Bagus ini cepat sekali mengubah air mukanya. Ia berusaha terlihat santai sem

Alexa membentur tiga gelas es teh manis dalam gelas yang besar. Berikut bermacam-macam kue-kue kecil di sana. Sepertinya kedatangan mereka ini telah

i menggeleng-gelengkan kepala melihatnya. Tanpa disuruh ia juga menyomot sepotong risoles, dan mengunyahnya dengan nikmat. Ia memang lapar sekali. Ketika ia melirik kearah Bagus, seperti saat dia mengangkat koper

kampung ini? Tidak sia-sia ijazah Sarjana Pertanianmu." Pak Hamid menatap bangga pada Bagus. Anak kecil y

-coba melakukan inovasi-inovasi baru dalam bidang pert

dulu belum ada jenis padi tahan hama,

an ini tahu apa tentang pertanian, dibandingkan dengan pengalaman mereka yang sudah puluhan tahun bertani. Satu-satunya orang yang menduku

Mau memberikan kesempatan padamu untuk berkembang." Pak Hamid makin mengagumi sosok Gala. Anak sahabatnya yang sedar

Pada akhirnya memang terbukti bahwa padi yang kami tanam lebih unggul dibandingkan dengan mereka. Dan sekarang warga beramai-ramai meng

g, Gus?" Pak Hamid makin tertarik mende

Lahannya tersebar dari Kediri sampai Nganjuk. Terus Mas Gala sekarang membuka pabrik bawang goreng ke

h... Gala memang

nya di kampung ini dan sepertinya negeri ini, Mas Gala ada petani dan peternak tersukses." Bagus menunjukkan dua jempolnya. Dia memang sangat mengagumi Gala. Gala bukanla

rkebunan. Milah ingin bekerja di sana. Sebelumnya Akung sudah mengatakan soal Milah ini pada Pak Sasongko. Kamu tinggal memba

letak di bawah jendela. Ia tertidur pulas dengan berbantalkan kedua lengannya sendiri. Kelelah

anya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Ia merasa tugas

a. Begitu juga dengan Uti. Pak Surip juga. Tapi kenapa Milah ini ini berwajah seperti oran

k-angguk, Pak Hamid geli sendiri. Membayangkan Asih, menantunya yang asli Ciamis, telah ia ubah me

ang banyak yuk? Biar se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Alexa
Alexa
“Alexandra Delacroix Adams--gadis tomboy berjuluk premanwati klan Delacroix Adams, harus menjalani hukuman sebagai Jamilah Binti Surip. Cucu Mbok Sari, Asisten Rumah Tangga keluarganya selama setahun penuh di desa Pelem, Kediri, Jawa Timur. Bagaimana Alexa--sang premanwati menjalani peran dari seorang gadis tomboy berjaket kulit, menjadi seorang gadis feminim berkebaya? Mampu juakah Alexa membangun mindset para wanita di desa, yang sudah terdoktrin dengan pemikiran bahwa tempat wanita adalah di bawah pria? Bagaimana juga sengitnya saat ia beradu argumen dengan Jenggala Buana Sagara. Seorang petani dan peternak modern di desa Pelem, yang selalu menganggap gadis kota adalah boneka cantik berotak kosong? "Kamu jangan mengajari perempuan-perempuan di desa ini menjadi pembangkang, dengan dalih emansipasi. Provokatorwati tidak dibutuhkan di sini?" -Jenggala Buana Sagara "Gue bukan ngajarin mereka membangkang. Gue cuma mau mereka berkembang. Suami-suami mereka bisa saja, sakit, mati atau malah kawin lagi. Kalau hal itu terjadi, siapa yang akan membiayai hidup mereka? Lo? Emang lo sanggup ngawinin semua janda di desa ini?" -Alexandra Delacroix Adams”