icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Buangan Milyarder

Bab 3 Kepergian Kevin

Jumlah Kata:1738    |    Dirilis Pada: 17/03/2023

ia bertemu dengan Kevin. Memandang para pejalan kaki yang berla

an Bening. Meskipun tubuhnya terasa sangat lemas ditambah mual dan pusing, tapi Bening memaksakan diri pergi ke kampus demi meyakinkan keluarganya kalau dirinya baik-baik saja. Untun

n Bening dari lamunannya. Senyumnya melebar melihat ayah dar

kantor dan aku sempat terjebak macet." Kevin mendaratkan bokongnya, mene

pa, aku tahu

u makan dulu? Takutnya kamu

itu selalu dibuat tersanjung dengan perlakuan kekasihnya. Ya, walaupun Bening men

aja, Kak. Aku belum l

nya sebelum mendorong tempat duduknya dan

tu adalah hal yang biasa dilakukan pria itu. Pada Maura pun Kevin terlihat begitu menaruh rasa hormat. Kedua oran

duk di sampingnya, melihat kekasihnya membekap mulut tak

menjak hamil, ia merasa menjadi lebih sensitif. Bening belum sepenuhnya menerima kehamilan ini. Apa lagi jika

ari dasbor mobil kemudian membukan

entar?" tanya pri

menyahut dengan suara

rita, tapi dia tak mau menjadi lemah. Ini bahkan belum ap

dalah benihnya. Satu kenyataan ya

ang dilaluinya, keheningan yang tercipta membuat perjalan

n tubuhnya membantu Benin

it Bening seraya mena

ada aku di sini." Kevin meraih jemari

kita di sini, nanti? Kita belum menikah

ua orang yang periksa di poli kandungan itu untuk memeriksakan kehamilan, Bening. Kita b

ke rumah? Aku butuh kepastian. Kakak nggak tahu kalau tadi pagi keluargaku terus mendesak

pulang dari luar negeri," sahut Kevin. "Kemungkinan lusa mereka pulan

sudah berjanji untuk bertanggungjawab, tapi rasa takut d

lukannya, mengusap punggungnya deng

, kamu hanya perlu menunggu s

ng siaga dalam mendampingi istrinya, setidaknya itu yang ada di pikiran Bening saat melihat tak hanya dirinya yang duduk di kursi tunggu poli kandungan dokter k

ngantarkan istri mereka memeriksakan kandungan. Sampai akhirnya

b yang diselingi canda itu tak berlangsung lama dan dilanjutkan dengan proses pemeriksaan. Dokter me

mbol untuk memperbesar layar. "Ini adalah buah cinta

jelas tak mengetahui status Bening da

ut wajah sumringah menatap titik hitam yang ada di layar monito

lakukan, di sini dapat kita ketahui kalau usia kandungan Mbak

rus muntah setiap hari dan saya

dari tadi gadis itu tak fokus dengan penjelasan dokter karena sibuk dengan rasa haru di hatinya. Pria itu terlihat sangat mencintainya, itu yang ad

nti saya resepkan vitamin dan juga obat anti mual." Dokter me

muda, Bapak juga harus memastikan untuk menjaga istrinya. Jangan biarkan dia kecapekan atau terlalu banyak pikiran.

ahut dengan senyum terke

lak

arik kertas yang diulurkan dokter lalu

sti mengira bahwa mereka adalah p

*

an Kevin, lelaki itu mengatakan kalau dia sedang menunggu orang tuanya di bandara. Bening tak bisa jauh dari ponselnya dan terus mengecekn

sar karenanya. Telah berkali-kali Bening mencoba menghubungi Kevin, tapi tak ada satu pun panggilannya berhasil diangkat. Puluhan pesan pun Bening kirim dan hasil

, mau k

engar suara ibunya, langkahnya terhenti, padahal sengaja dia pergi

Ma. Mau cari referensi buat n

ma mau belanja kebutuhan bulanan. Sudah lam

pan, nggak enak. Bagaimana kalau belanjanya besok saja pas hari minggu?" Ben

tapi dia juga tak bisa memaksa. Maura takut memb

selesai aku langsung pulang," pamit Bening

ati di

Kevin tak bisa dihubungi. Berbagai macam pikiran buruk menghinggapi kepalanya. Bening menggelengkan kepala saat bayangan mobil yang ditumpangi kekasih dan calon me

Kevin sibuk mengurus orang tuanya dan kelelahan makanya nggak semp

ah di hadapannya. Rasanya Bening tak sabar untuk segera tiba di lantai

menunggu seseorang membukakan pintu untuknya. Sambil menunggu, Bening tak henti mencoba menghubu

k Kevin, kenapa nggak

mencoba membuka pintu itu sendiri den

g sama. Pikirannya tak henti menebak-nebak dan pada akhirnya karena usahanya kembali gagal, Bening memutuskan untuk tur

sar. Napasnya terengah saat dia harus berlar

sama kami katanya mau pindah, dia juga bawa koper

bung dan nyaris jatuh membentur lantai seandainya saja salah satu petug

per besar?" Bening memejamkan mata membiarkan

enjadi samar di telinga Bening. Ga

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Buangan Milyarder
Wanita Buangan Milyarder
“Bening menjadi korban salah sasaran atas pembalasan dendam yang dilakukan Kevin padanya. Di saat bersamaan sebuah rahasia besar akhirnya terungkap, sebuah kenyataan yang membuat Bening memilih untuk melarikan diri demi membalut luka hatinya. Hingga pada sebuah kesempatan, pertemuan yang tak disengaja menumbuhkan benih cinta di hati Bening dengan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Namun, garis takdir yang dimilikinya tak seindah yang Bening impikan. Jalannya demi bisa bersatu dengan pria yang dicintainya terlalu terjal, menjadikan Bening berteman luka dan air mata. Akankah Bening menemukan cinta sejatinya, sedangkan jalannya menuju kisah yang indah begitu terjal dan berliku? Ataukah memilih mundur demi membalut luka tak terperi? Terlebih saat masa lalunya kembali hadir memperparah penderitaannya. "Jika ada manusia yang paling berdosa dalam hidupmu, adalah aku. Kau tak akan pernah tahu di setiap sunyi malamku tak henti melangitkan doa untuk kebahagiaanmu. Panjang umur, agar kau dapat melihatku dihukum, karena sejatinya cinta adalah hukuman." Kevin Awang Perkasa.”
1 Bab 1 Hanya Sebuah Pion2 Bab 2 Penyesalan3 Bab 3 Kepergian Kevin4 Bab 4 Titik Noda5 Bab 5 Mimpi Buruk6 Bab 6 Ancaman7 Bab 7 Harus Diakhiri8 Bab 8 Rahasia Besar Akhirnya Terungkap9 Bab 9 Masih Menjadi Misteri10 Bab 10 Mengakhiri Semuanya11 Bab 11 Memulai Dari Awal12 Bab 12 Kehidupan Baru Dimulai13 Bab 13 Akar Masalah14 Bab 14 Kedatangan Kevin15 Bab 15 Luka Yang Begitu Membekas16 Bab 16 Berteman Luka17 Bab 17 Pertemuan Yang Tak Disengaja18 Bab 18 Kehilangan Yang Paling Menyakitkan19 Bab 19 Dosa Masa Lalu20 Bab 20 Pengalaman Tak Terduga21 Bab 21 Sebuah Tragedi22 Bab 22 Si Pencuri Hati23 Bab 23 Orang Yang Sama24 Bab 24 Cerita Masa Lalu25 Bab 25 Terdesak26 Bab 26 Tak Sesuai Harapan27 Bab 27 Kejutan Bertubi28 Bab 28 Mengalah29 Bab 29 Kebetulan30 Bab 30 Mulai Goyah31 Bab 31 Diam-diam32 Bab 32 Permintaan Langit33 Bab 33 Nekat34 Bab 34 Sebuah Cara35 Bab 35 Tak Berkutik36 Bab 36 Bukan Masalah Besar37 Bab 37 Masalah Besar38 Bab 38 Serangan Membabi Buta39 Bab 39 Tak Main-main