searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

pasti ngana bangka dada artinya

Dia Seharusnya Tidak Pernah Melepaskannya

Dia Seharusnya Tidak Pernah Melepaskannya

Isla Hunter
Jam-jam yang terhangatkan sinar matahari membawa kasih sayang mereka yang berkilau, sementara malam-malam yang diterangi bulan membangkitkan hasrat yang tak terkendali. Namun, saat Vovo mengetahui bahwa orang yang dia cintai mungkin hanya memiliki waktu setengah tahun lagi, dia dengan tenang memberikan Jasmine berkas perceraian, sambil berbisik, "Ini hanya untuk penampilan; kita akan menikah lagi setelah dia tenang." Jasmine, dengan punggung tegak dan pipi kering, merasakan denyut nadinya terasa kosong. Pemisahan palsu itu menjadi permanen; dia diam-diam mengakhiri kehamilannya dan melangkah ke awal yang baru. Vovo tercerai berai, mobilnya melaju kencang di jalan, enggan melepaskan wanita yang telah dia buang, memohon agar dia menoleh sekali saja.
Modern PengkhianatanPerceraianCEO
Unduh Buku di App

Jangan lupa klik berlangganan ya

******************** ********************

"Bagi uang gajimu, lima ratus ribu saja. Selfi dan Ibu mau belanja tuh!" Mas Johan mengatakan hal tersebut dengan entengnya.

"Kenapa minta uang gajiku, Mas? 'Kan uang gajiku sudah digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah ini Mas. Dan kini uangku cuma sisa satu juta saja, itupun

harus dicukupkan hingga waktu gajian lagi Mas," jawabku.

"Ah kamu ini banyak ngomong, cepat berikan. Kasihan mereka sudah menunggu di luar."

"Pakai uangmu saja dulu Mas, kan gajimu utuh tak pernah kamu berikan kepadaku. Uang satu juta ini harus aku cukup-cukupkan untuk memenuhi kebutuhan selama dua minggu kedepan, juga untuk uang transport ku Mas. Belum lagi untuk uang saku Selfi atau keperluan kuliahnya yang biasanya mendadak."

"Alah banyak ngomong kamu itu. Gajiku ya ku berikan pada ibuku lah, kan beliau yang sudah mengasuhku selama ini, jadi ibu lah yang berhak menerima gajiku, bukan kamu!" Mata Mas Johan melotot sambil mengacungkan jarinya di depanku.

"Baiklah Mas, tapi jangan lima ratus ribu ya. Dua ratus ribu saja," kataku sambil mengeluarkan dua lembar uang pecahan seratus ribuan dari dompet.

"Huh banyak ngomong kamu ini! Mau jadi istri durhaka?! Cepat berikan yang Ibu minta tadi, lima ratus ribu rupiah! Atau ku ceraikan kamu sekarang juga, biar tahu rasa kamu menjadi janda?" katanya sembari merebut paksa dompetku, dan mengambil tiga lembar lagi.

Mendengar kata 'cerai' dan juga 'janda' selalu sukses membuat nyaliku ciut, dan alhasil aku pun akhirnya selalu menuruti semua permintaanya dan keluarganya.

"Jangan lupa bereskan dulu kamar Ibu dan Selfi sebelum kamu berangkat kerja."

"Tapi ini sudah siang Mas, aku nanti terlambat. Kenapa tidak minta Selfi saja untuk membersihkan kamar Ibu dan kamarnya?"

"Mereka kan mau belanja. Tau sendirikan mereka akan marah jika lihat kamarnya masih berantakan. Sudah jangan banyak ngomong lagi, aku mau berangkat narik dulu. Ingat jika sampai nanti aku mendengar keluhan dari mereka karena kamarnya tak kamu bersihkan, maka aku langsung menjatuhkan talak tiga padamu!"

Mengalah dan terus mengalah, hal itulah yang terus aku lakukan selama delapan bulan ini ketika menjadi istri Mas Johan. Dia dan keluarganya selalu memanfaatkan ketakutan dan rasa traumaku menjadi seorang janda.

Ya, aku memang trauma dengan julukan 'janda', bukan karena aku pernah mengalaminya, tapi karena menyandang status itulah, Ibuku akhirnya depresi dan meninggal karena bunuh diri di sebuah rumah sakit jiwa. Sejak kepergian Ibu itulah aku menjadi hidup sebatang kara di dunia ini, Ayahku pun kuanggap sudah mati, karena dia telah meninggalkanku dan Ibu disaat aku masih berusia delapan tahun.

Dulu ketika pertama kali bertemu dengan Mas Johan, aku merasa dia adalah pria baik yang memang benar-benar menyayangiku. Hingga aku menceritakan semua trauma yang ku alami dan menerima pinangannya meski kami baru kenal selama satu bulan.

Pertemuan pertama kami adalah di tempat kerjaku, dulu aku bekerja sebagai admin merangkap kasir di sebuah Koperasi Simpan Pinjam. Mas Johan adalah nasabah disana, saat itu dia memiliki usaha toko pakaian di pasar yang berdekatan dengan tempat kerjaku.

Awal-awal pernikahan sebenarnya semua masih baik-baik saja, Mas Johan memboyongku ke rumahnya dan tinggal bersama Ibu dan Adiknya. Dia juga memintaku untuk berhenti bekerja dan membantunya berjualan di pasar.

Selama dua bulan, aku merasa Mas Johan dan keluarganya selalu mencintaiku dan tak salah aku menerima pinangan dari Mas Johan.

Namun petaka itu mulai terjadi bulan ketiga pernikahanku. Saat itu usaha yang dilakoni Mas Johan bangkrut, karena kebakaran di pasar. Meskipun telah mendapat uang asuransi, nyatanya hal itu tak mampu menutupi utangnya pada sebuah Bank besar. Ternyata selama ini seluruh modalnya berasal dari pinjaman bank tersebut. Dan rumahnya pun ternyata masih kredit, belum lagi dia sangat butuh banyak uang untuk membiayai kuliah Selfi, Adiknya.

Berbagai upaya telah dilakukan olehnya, namun sayang semua tak bisa terselamatkan. Akhirnya Mas Johan harus merelakan tempat usahanya di sita oleh pihak Bank karena telah menunggak pembayaran selama empat bulan. Pun juga dengan rumah yang dulu kami tempati, karena sudah tak mampu membayar, Mas Johan pun mengembalikannya pada developer. Habis tak bersisa semuanya, dan hanya menyisakan satu buah motor milik Mas Johan.

"Sebaiknya kita sekarang pulang saja ke rumahku Mas. Kebetulan kan di sana ada tiga kamar, pas untuk kita semua. Jangan khawatir aku juga akan kembali bekerja untuk membantu biaya kuliah Selfi," ucapku kala itu kepada Mas Johan dan keluarganya.

Baca Sekarang
Aku Pasti Bisa Tanpamu

Aku Pasti Bisa Tanpamu

Anggrek Bulan
Selama delapan bulan, dia diperlakukan bak pembantu oleh ibu mertua,ipar dan suaminya, karena dia takut menjadi seorang janda. Akhirnya dia berontak saat tahu suaminya yang malas itu, malah berselingkuh. Dengan banyak tipu daya, dia di usir dari rumah peninggalan orang tuanya. Namun ketika telah di
Romantis KeluargaModernPengkhianatanObsesiCerdasSederhana
Unduh Buku di App
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

pasti ngana bangka dada artinya

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan pasti ngana bangka dada artinya di Bakisah