searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Undangan

Gairah Citra dan Kenikmatan

Gairah Citra dan Kenikmatan

Juliana
Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat. Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari. Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.
Romantis R18+KeluargaFantasiPengkhianatanCinta yang dipaksakanBudak seksualJeniusUrban
Unduh Buku di App

Seorang pria duduk menghadap laptop dan sibuk mengecek email yang masuk di kotak inbox. Matanya sangat fokus dan tidak bisa beralih dari laptop yang sudah menjadi teman rutinitas di pagi harinya.

"Arkan, Mama mau bicara hal penting sama kamu. Mama boleh masuk?" Suara Davina dari luar ruangan dan mengetuk pintu itu sedikit mengganggu konsentrasi Arkan.

"Masuk saja, Ma," sahut Arkan malas. Ia bisa menebaknya, maksud dari hal penting itu adalah wanita-wanita cantik yang diidamkan oleh Davina untuk dijadikan istrinya.

Davina melangkahkan kakinya memasuki ruangan kerja putra tunggalnya, Arkan.

"Mama kenal dengan Mutia, dia cantik, pewaris utama di keluarganya, model terkenal, dan belum mendapatkan pacar. Ya, walaupun mantannya baru satu. Dia cocok buat kamu," ucap Davina bersemangat, ia membanggakan Mutia di depan Arkan. Mutia yang sempurna dan hanya kelebihannya saja Davina tunjukkan.

Arkan menutup laptopnya. Entah siapa itu Mutia ia tidak mengenalnya dan tidak mau berjodoh dengan Mutia.

"Maaf, Ma. Aku sudah menemukan calon pilihanku sendiri," Arkan berkata tegas, tapi ia masih bingung, kira-kira wanita mana yang mau dengannya?

"Siapa wanita kamu? Pilihan kamu tidak ada yang pernah benar. Kemarin tukang pengantar pizza, sekarang siapa lagi?" Suara Davina meninggi, ia tidak akan membiarkan Arkan memilih wanita yang asal-usulnya saja tidak jelas.

Arkan hanya diam, sebenarnya ia belum menemukan wanita manapun. Ia berbohong. Matanya menghindari tatapan Davina.

"Jawab Mama, Arkan!" Davina benar-benar emosi.

Baiklah, jika Davina sudah emosi begini, tidak ada pilihan lain kecuali Arkan memberitahunya.

'"Beri aku waktu sampai esok hari. Aku akan memberitahu Mama, siapa wanita yang aku cintai," jeda sejenak, Arkan memaksakan senyumannya.

"Bukan hanya memperkenalkan saja. Tapi sekaligus melamarnya dan besoknya, menikah," ucap Arkan penuh rasa yakin, padahal ia ragu tidak akan ada wanita yang mau menjadi istrinya secepat itu.

Davina menggeleng heran. "Kamu, kalau bicara yang bener. Jangan asal menikahi wanita yang ekonominya di bawah kita. Mama, tidak mau nama Argantara reputasinya buruk," ujar Davina tegas. Ia kemudian meninggalkan ruangan kerja Arkan. Putra semata wayangnya itu sudah tidak waras sampai nekat menikahi wanita asing. Semoga saja pilihan Arkan bukan wanita pengirim pizza seperti beberapa hari yang lalu.

Arkan bertopang dagu, ia tengah memikirkan rencana cara mendapatkan wanita secara cepat tanpa perlu berkenalan. Ia malas berinteraksi, ia tidak mau wanita di luaran sana tergila-gila padanya hanya karena penampilannya memakai jas kantor itu, kesan gagah dan wangi pasti menjadi incaran.

"Mungkin Sam ada solusi untuk masalah ini," gumam Arkan, ia mengambil ponsel yang tergeletak diatas berkas-berkas. Ia mencari nomor Sam dan menghubungi sekretarisnya itu.

Nada panggilan terhubung, kemudian suara dari seberang telepon menyapa Arkan.

"Halo, Bos? Ada apa? Kenapa telepon?"

"Besok aku harus membawa seorang wanita dan memperkenalkan ke orang tuaku. Apa kau ada solusi?" Tanya Arkan penuh harap. Alisnya mengernyit, Sam bisa diandalkan dan mengatasi masalah apapun termasuk perusahaannya.

"Hmm ... sebentar Bos, aku pikirkan dulu," Sam terdiam selama 5 menit lamanya. Ia berpikir mencari solusi untuk Arkan. Sampai pada akhirnya sebuah ide muncul dalam pikirannya.

"Aku tau! Bos buat undangan saja. Tapi ini bukan undangan nikah, ya. Tapi, seperti undangan imbalan. Kalau Bos tidak keberatan. Pasti ada wanita yang mau," ujar Sam percaya diri, idenya memang cukup menguras dompet Arkan nanti.

"Maksudmu, undangan imbalan ... mirip dengan undangan kompetisi?" Perasaan Arkan tidak nyaman, diluar dugaan Sam memberikan ide yang membuatnya kesal.

Baca Sekarang
Undangan Eksklusif Dari Presdir

Undangan Eksklusif Dari Presdir

Ayrach
Naura tiba-tiba mendapatkan kiriman undangan beramplop putih tanpa ada nama pengirimnya. Amplop itu dari teman kerjanya, Sinta. Karena Sinta berpikir itu surat pemecatan dan tidak ingin orang tuanya mengetahui hal itu, pada akhirnya Sinta memberikannya kepada Naura. Namun, siapa yang tau jika unda
Romantis R18+PerjodohanCinta pertamaCEOLicikTampanMiliarderTempat kerja
Unduh Buku di App
Undangan Wattpad IndonesiaDownload Undangan novel PDF Google DriveUndangan gratis tanpa beli koin dan offlineUndangan
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Undangan

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Undangan di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Undangan Wattpad Indonesia,Download Undangan novel PDF Google Drive,Undangan gratis tanpa beli koin dan offline.