searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / SamRann
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

SamRann

Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati

Gairah Membara: Cinta Tak Pernah Mati

Heir
"Usir wanita ini keluar!" "Lempar wanita ini ke laut!" Saat dia tidak mengetahui identitas Dewi Nayaka yang sebenarnya, Kusuma Hadi mengabaikan wanita tersebut. Sekretaris Kusuma mengingatkan"Tuan Hadi, wanita itu adalah istri Anda,". Mendengar hal itu, Kusuma memberinya tatapan dingin dan mengeluh, "Kenapa tidak memberitahuku sebelumnya?" Sejak saat itu, Kusuma sangat memanjakannya. Semua orang tidak menyangka bahwa mereka akan bercerai.
Modern KeluargaCerita MenegangkanModernPerjodohanKeluarga RumitCEODewasaTampan
Unduh Buku di App

"Panji, ini perjanjian perceraiannya. Aku sudah menandatanganinya. Tolong bantu aku untuk memberikan ini pada Kusuma."

Bukan hal yang mudah bagi Dewi Nayaka untuk mengumpulkan keberaniannya dan menyerahkan perjanjian perceraian yang telah dia tandatangani kepada Panji, pelayan dari keluarga Hadi.

Panji nampak terkejut saat mendengar kata-kata "perjanjian perceraian". Pikiran pertama yang terlintas di benaknya adalah Dewi ingin bercerai untuk mendapatkan harta milik Kusuma Hadi.

Tetapi ketika dia mengecek dan membaca dokumen yang diserahkan padanya itu, dia melihat bahwa Dewi ingin menyerahkan segalanya, termasuk bagiannya atas kepemilikan properti bersama.

Panji menghela napas berat. "Dewi, kenapa kamu bertingkah konyol seperti ini? Kenapa kamu ingin menceraikan Tuan Hadi dan bahkan memilih untuk menyerahkan kepemilikan propertimu?"

Dewi sekarang hanyalah seorang mahasiswa biasa, dan dia tidak memiliki orang tua. Tidak bijaksana baginya untuk meminta bercerai sekarang, apalagi menyerahkan harta miliknya yang bernilai cukup tinggi.

Karena malu, Dewi membuang muka dan menggaruk bagian belakang kepalanya. "Aku sudah menikahi Kusuma selama tiga tahun, tetapi pernikahan kami hanya ada di atas kertas. Aku tidak ingin membuang waktuku untuknya lagi," alih-alih menyembunyikannya dari Panji, dia memilih untuk mengakui apa alasan dirinya untuk membuat keputusan seperti ini.

Dia memiliki kehidupannya sendiri. Dia tidak ingin pernikahan yang hanya tertulis di atas kertas ini merenggut masa mudanya.

Di matanya, Kusuma hanyalah orang asing yang belum pernah dia temui secara langsung, jadi dia tidak akan mengalami kerugian apapun jika membiarkannya pergi. Selain itu, pernikahan ini adalah suatu hal yang diatur oleh mendiang orang tuanya. Dia sama sekali tidak punya perasaan untuk tetap mempertahankan pernikahan ini.

"Aku mengerti. Tampaknya keputusanmu sudah bulat. Hari ini... Tidak. Aku akan memberikan surat perceraian ini pada Tuan Hadi besok."

Dewi akhirnya bisa menghela napas lega. "Terima kasih, Panji," ucapnya dengan senyum manis di wajahnya.

Panji berdiri untuk pergi dari sana. Tetapi sebelum dia mengambil langkah, dia menoleh ke Dewi dan berkata, "Dewi, Tuan Hadi adalah seorang pria yang baik. Menurutku, kalian berdua adalah pasangan yang sangat cocok. Aku harap kamu akan berpikir dua kali."

'Pasangan yang sangat cocok?' Dewi mengulangi perkataan Panji di dalam pikirannya. Tapi dalam tiga tahun terakhir, dia bahkan belum pernah melihat suaminya. Bahkan jika mereka adalah pasangan yang sangat cocok, lalu memangnya kenapa?

Sebuah senyum pahit terbentuk di bibirnya. Dewi menarik napas dalam-dalam dan dengan tegas menjawab, "Panji, keputusanku sudah bulat."

Keesokan harinya di waktu sore, Panji masih belum menerima panggilan telepon dari Dewi. Dia mengharapkan Dewi untuk menyesali keputusannya yang terlalu terburu-buru untuk bercerai atau setidaknya menambahkan beberapa persyaratan untuk melakukan perceraian pada perjanjian cerai-nya. Namun, telepon yang dinantikan oleh Panji itu tidak datang juga.

Menyerah, Panji mengeluarkan ponselnya dan memanggil sebuah nomor. Begitu dia terhubung dengan Kusuma, dia berkata, "Tuan Hadi, ada dokumen yang perlu tanda tangan Anda."

"Dokumen apa itu?" Kusuma bertanya dengan nada cuek.

Panji merasa ragu-ragu sejenak sebelum menjawab, "Ini... adalah perjanjian perceraian."

Kusuma, yang sedang sibuk mengurus beberapa dokumen di kantornya, membeku.

Baru pada saat itulah dia ingat bahwa dia punya seorang istri.

Karena Panji tidak menerima tanggapan dari ujung telepon yang lain, dia menyarankan, "Tuan Hadi, mengapa Anda tidak berbicara dengan Nyonya Hadi terlebih dahulu tentang ini?"

"Berapa banyak uang yang dia inginkan?" Kusuma bertanya dengan dingin.

"Dia tidak meminta uang. Dia bahkan ingin menyerahkan kepemilikannya atas properti Anda."

"Dia ingin menyerahkan semuanya?"

"Benar. Tapi Tuan Hadi, saya ingin mengingatkan pada Anda bahwa ayah Anda tidak dalam keadaan yang sehat sekarang. Jika beliau tahu tentang ini, saya merasa cemas beliau akan kehilangan kesabarannya lagi. Apalagi jika ada berita yang menyebar mengenai Anda telah dicampakkan oleh istri Anda, saya khawatir itu akan meninggalkan dampak buruk bagi Anda dan juga pada perusahaan," pungkas Panji dengan tenang.

Baca Sekarang
Gairah Liar Uncle Sam

Gairah Liar Uncle Sam

vio femio
"Paman enghh sakit hmppp," rintih Shila saat Sam mulai menghujam dirinya. "Sssttt pelankan suaramu sayang, ayah dan ibumu akan dengar!" bisik Sam lirih.
Romantis R18+PengkhianatanCinta pada pandangan pertamaMafiaPria SejatiTampanMiliarderTempat kerja
Unduh Buku di App
SamRann Wattpad IndonesiaSamRann novel gratis tanpa aplikasiDownload SamRann novel PDF Google DriveSamRann
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

SamRann

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan SamRann di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang SamRann Wattpad Indonesia,SamRann novel gratis tanpa aplikasi,Download SamRann novel PDF Google Drive.