searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Handa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.
Romantis MisteriMenegangkanFantasiBalas dendamPerangkapDokterJeniusBeruntungUrbanMiliarder
Unduh Buku di App

Siang hari yang begitu terik tak membuat anak-anak berhenti bermain. Semangat yang begitu tinggi nampak pada wajah mereka. Di lapangan yang sangat hijau nan luas itu dipenuhi oleh anak-anak usia SD yang tengah asyik bermain sepak bola. Mereka berlari dan terus berlari untuk merebut bola dari lawan dan mencetak gol darinya.

Nampak seorang anak bernama Syams yang berlari begitu cepat sambil terus menggiring bola. Beberapa anak lainnya menghadangnya dari depan. Namun ia terus saja lolos dari mereka. Anak-anak yang tergabung dalam timnya terus meneriakkan namanya.Berharap agar ia dapat mencetak gol. Dan benar saja, Syams akhirnya dapat mencetak gol. Hal ini membuat timnya mendapatkan skor yang lebih unggul dari tim lawannya.

“Syams! Kau benar-benar hebat. Jika ada kamu, maka kita tidak akan pernah kalah melawan siapapun,” puji salah seorang teman Syams.

“Terima kasih. Kalian juga hebat.Kita menang karena kerja sama kita. Bukan karena kehebatanku saja," jawab Syams sambil tersenyum.

“Waahh.... Syams. Selain hebat kamu juga tidak suka menyombongkan diri,” Sambung teman lainnya.

“Alah! Itu kan hanya kebetulan saja. Aku jauh lebih hebat darinya,” bantah Wolter dari tim lain.

Syams mengalihkan perhatiannya pada Wolter sedikit kesal. Kemudian ia berkata, ”Sudahlah! Aku ingin pulang. Aku sudah lelah bermain.”

“Alah! Paling hanya alasanmu saja, kan?Sebenarnya kamu takut melawanku, kan?” lanjut Wolter.

Seketika wajah Syams menjadi merah. Ia pun menatap wajah Wolter dengan mata tajamnya. Lalu ia berkata, ”Hei, dengar ya! Aku tidak pernah takut melawan siapapun juga. Aku hanya ingin menghindari pertengkaran denganmu saja. Aku tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk bertengkar denganmu saja.”

Syams langsung pergi dari lapangan tempatnya bermain dengan penuh kemarahan. Ia segera mengambil sepedanya dan mengayuhnya dengan sangat cepat. Ia benar-benar sangat marah. Sementara itu, Wolter terus mengejeknya dari belakang. Namun ia tak memperdulikannya dan terus mengayuh sepedanya dengan sangat kuat.

Syams meletakkan sepedanya di depan rumahnya dan berlari memasukinya. Satu persatu anak tangga yang menuju kamarnya dinaikinya. Ia terus berjalan dengan cepat agar segera sampai di kamarnya. Namun saat ia tiba di depan kamar Nashir, ia berhenti sejenak.Ia melihat kakaknya itu sedang sibuk belajar. Kemarahan di wajahnya seketika berubah menjadi sebuah senyuman. Ia pun langsung berlari memasuki kamar tersebut.

“Uda! Uda sedang apa?” sapa Syams dari belakang Nashir.

Seketika itu Nashir menjadi terkejut dan salah dalam menulis huruf di bukunya. Ia kemudian menoleh ke belakang dan berkata dengan nada marah, ”Syams! Kamu mengagetkanku saja! Apa yang kamu lakukan disini?”

“Aku ingin ikut Uda belajar. Setidaknya Uda pinjami aku sebuah buku dan aku pasti akan membacanya. Aku tidak akan mengganggu Uda setelah itu," lanjut Syams.

“Kamu? Ingin membaca bukuku? Memangnya kau mengerti isi buku anak SMA? Kamu saja masih sangat kecil. Lebih baik kau pergi ke kamarmu dan baca buku yang kau beli kemarin,” ucap Nashir sambil sedikit tertawa.

“Tapi kan buku yang kubeli kemarin sudah habis kubaca semua. Sebenarnya masih ada satu buku yang belum kubaca, tapi itu untuk besok. Hari ini aku ingin membaca buku milik Uda saja.”

“Sudahlah, lebih baik kamu pergi bermain saja! Aku ingin belajar untuk persiapan ujianku.”

“Tapi kan ujian masih lama Uda. Kenapa harus dipersiapkan sekarang?”

“Walau masih lama, tapi tetap harus dipersiapkan mulai dari sekarang. Supaya hasil ujiannya mendapatkan nilai yang sempurna. Nanti kau juga harus begitu kalau sudah kelas enam. Kau harus mempersiapkan ujianmu sejak awal. Bukannya menunggu waktu ujiannya sudah dekat baru belajar. Sudah bermain sana!”

“Baik Uda,” jawab Syams dengan wajah tertunduk.

Syams berjalan keluar dari kamar Nashir dengan raut wajah muram. Ia terus berjalan dengan sangat pelan. Seketika itu, karena tidak memperhatikan sekelilingnya, ia tak sengaja menabrak Aziz. Kakaknya yang lainnya.

“Syams! Apa-apaan kau ini? Kenapa kau terus menggangguku?" ucap Azis dengan sangat marah.

“Maaf Uda.bAku tidak sengaja melakukannya. Uda mau kemana? Ayo kita belajar bersama! Atau kalau Uda tidak suka kita bermain bola bersama saja!” jawab Syams.

Baca Sekarang
Sepasang Satria Piningit

Sepasang Satria Piningit

Anggrek Handayani
Kisah berawal dari kesalahan ayah Syams dalam mendidik anak-anaknya. Sang ayah tak memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk tumbuh menjadi diri mereka sendiri. Ia mendidik anak-anaknya hanya untuk menjadikan mereka seperti yang ia inginkan. Hingga suatu hari, Syams sebagai anak bungsu melak
Adventure KeluargaImutPria SejatiJeniusTempat kerja
Unduh Buku di App
Sebuah Pengabdian

Sebuah Pengabdian

Anggrek Handayani
Seorang pemuda bernama Hamid hampir saja mencapai impiannya untuk menjadi prajurit angkatan darat yang selalu ia impikan sejak kecil. Namun tiba-tiba ia mendapat masalah yang besar. Sesuatu yang tak pernah ia sangka dan tak pernah ia sukai terjadi. Ia harus mengalami pernikahan di usia mudanya. Ia s
Lebih KeluargaCinta pertamaHubungan rahasiaTampan
Unduh Buku di App
Handa Wattpad IndonesiaHanda novel gratis tanpa aplikasiDownload Handa novel PDF Google DriveHanda
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Handa

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Handa di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Handa Wattpad Indonesia,Handa novel gratis tanpa aplikasi,Download Handa novel PDF Google Drive.