searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

SEPERTI MENDUNG

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.
Romantis MisteriMenegangkanFantasiBalas dendamPerangkapDokterJeniusBeruntungUrbanMiliarder
Unduh Buku di App

"Jangan yang itu, Bu!"

Tangan kananku seketika menggantung di udara, aku menoleh dan menatap Rudi, anak sulung ku, penuh tanda tanya.

"Itu punya Elsa, ibu makan yang ini saja," jelasnya sambil menggeser makanan ringan sisa perjalanannya tadi ke depanku, sepertinya dia mengerti arti tatapanku ini. Ku tarik tangan kananku dari udara, lalu meletakkannya di atas paha.

"Wah... Banyak banget, Bang...."

Elsa, istri Rudi, tiba-tiba masuk ke ruang tengah, entah dari mana dia tadi aku pun tidak tahu. Kebiasaannya yang suka bertandang ke rumah tetangga tak bisa berubah, meski aku sudah berkali-kali mengajarinya.

""Iya, Dek... Kan kamu minta dibawakan apel, jeruk, mangga dan alpokat. Ini Abang bawakan untukmu semua nya," sahut Rudi dengan bangga. Mataku tertuju pada buah mangga, Rudi tahu sekali kalau aku menyukai buah tersebut. Tapi dia tak memberikan izin kepadaku untuk mengambilnya barang satu buah saja. Aku terpaksa menelan air liur sambil menatap buah mangga yang jumlahnya sekitar delapan atau tujuh buah itu. Aromanya sangat kuat, menandakan isinya pasti sudah matang dan manis. Air liurku terbit membayangkan rasa manis yang mendominasi di balik kulit buah yang berwarna hijau dan berukuran besar itu.

"Terima kasih ya, Bang... Makin cinta deh sama Abang," ucap menantuku dengan gaya manja yang dibuat-buat.

"Ya sudah, kamu makan gih.. Jangan sampai anak kita ileran nanti, gara-gara keinginannya tidak dituruti," ucap Rudi memberi perintah. Elsa mengangguk lalu duduk di samping Rudi, tubuhnya sedikit membungkuk dan tangannya terulur mengambil sebuah mangga dari atas meja.

"Aku mau makan mangga dulu," ucap Elsa seperti memanas-manasi, Rudi tersenyum sambil menganggukkan kepala dan terus menatap istrinya.

"Bu... Tolong ambilkan pisau, dong!"

Aku menoleh cepat ke arah Elsa, ringan sekali mulutnya menyuruhku mengambilkan pisau untuknya.

"Ayolah, Bu... Elsa udah keburu duduk. Kasihan dia kalau harus berdiri lagi, dia kan lagi hamil cucu pertama Ibu," ucap Rudi membantu Elsa, aku memindahkan tatapanku pada Rudi. Ada rasa sakit di dada ini, bisa-bisanya Rudi

ikut memerintah ku juga.

Aku menghela nafas sebentar, lalu bangkit perlahan dari duduk. Kulangkahkan kakiku ke dapur, membawa hatiku yang perih menjauh dari kedua anak dan menantuku yang tahu diri. Beberapa menit kemudian, aku kembali ke ruang nonton dan meletakkan pisau di atas meja, tepat di samping buah-buahan yang dibawakan Rudi spesial untuk istrinya.

Setelah itu, aku berbalik badan untuk menjauh. Daripada harus mencium aroma mangga, aku memutuskan untuk ke kamar tidur dan menyendiri di sana.

"Lho... Bu!! Piringnya koq nggak sekalian dibawa!"

tak kuperdulikan pertanyaan ketus setengah memerintah yang keluar dari mulut Elsa, ku lanjutkan langkah menuju kamar, lalu langsung mengunci pintu kamar yang sudah aku tutup dari dalam.

Air mataku langsung mengalir deras begitu suara kunci memutar untuk yang kedua kalinya. Aku melangkah menuju tempat tidur, lalu duduk di atasnya. Sambil menatap cermin yang ada di samping tempat tidur, aku memaki diriku sendiri. Entah kenapa dulu aku memberikan izin kepada anak sulung ku untuk menikahi ratu kegelapan itu. Sehingga akhirnya, rumah ini pun terbawa aura gelap sejak perempuan itu tinggal bersama kami beberapa bulan yang lalu.

*

Namaku Risma, aku sudah menjadi janda sejak Rudi masih duduk di kelas empat SD. Saat itu aku sedang hamil anak keduaku, Reza. Mas Kerta, suamiku, meninggal dunia karena kecelakaan bus saat dalam perjalanan pulang dari rumah Ibunya, mertuaku. Sejak saat itulah, aku menjadi kepala rumah tangga sekaligus juga ibu rumah tangga bagi kedua anakku yang saat itu masih kecil-kecil.

Rudi Firmansyah, anak sulung ku, saat ini sudah berusia tiga puluh lima tahun. Dia memang agak telat menikah, dia baru menikahi Elsa dua tahun yang lalu. Rudi bekerja sebagai supervisor di sebuah perusahaan rokok. Setelah menikah, Rudi dipindah tugas oleh perusahaan tempatnya bekerja ke Bukit Tinggi, tiga jam dari kota Padang, tempat tinggal ku. Rudi segera membawa Elsa pindah ke Bukit Tinggi, mereka bahkan sudah memiliki rumah sendiri di sana. Tapi, karena saat ini Elsa sedang hamil besar dan orang tuanya berada jauh di Lampung, Rudi meminta Elsa untuk tinggal bersamaku menjelang lahiran. Pertimbangannya, Rudi bisa bolak balik Padang - Bukit Tinggi yang jaraknya lebih dekat, meskipun seminggu sekali dari pada harus ke Lampung. Nanti, setelah lahiran, orang tua Elsa akan datang ke sini kemudian setelah empat puluh hari Elsa dan kedua orang tua beserta bayinya akan kembali ke Bukit Tinggi.

Baca Sekarang
ANAKKU TIDAK SEPERTI ANAKKU

ANAKKU TIDAK SEPERTI ANAKKU

dhena_28
Sebagai seorang Ibu, hatiku terasa sakit melihat perubahan sikap anak sulung laki-laki ku setelah menikah. Dia lebih menyayangi istrinya daripada aku. Aku yang mengandung, melahirkan dan membesarkannya, tapi dia justru memberikan cinta seutuhnya untuk sang istri.
Lainnya
Unduh Buku di App
Cintamu Seperti Uang Kecil

Cintamu Seperti Uang Kecil

Muhammad Radea
Rani tak bermaksud mengeluh, semua orang tahu harga kebutuhan pokok memang melonjak akhir-akhir ini. Dari beras sampai bumbu dapur, semuanya sudah tersedia karena suaminya, Dimas, yang biasa belanja ke pasar setiap awal pekan. Namun, ia hanya memberinya uang sebesar 25 ribu rupiah setiap hari untuk
Romantis MisteriCinta yang dipaksakanBalas dendamCEOLicik
Unduh Buku di App
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari

Juno Lane
Delapan tahun pernikahan rahasiaku hancur saat aku melihat suamiku, Teguh, melamar wanita lain dengan kue ulang tahun yang seharusnya untuk adikku, Heru. Aku menyerahkan surat cerai dan pengunduran diriku dari restoran yang kami bangun bersama. Namun, Teguh hanya menganggapku bercanda dan menuduh a
Romantis PengkhianatanPerceraianPerkosaanKilas balikKilas balik
Unduh Buku di App
SEPERTI MENDUNG Wattpad IndonesiaSEPERTI MENDUNG novel gratis tanpa aplikasiSEPERTI MENDUNG gratis tanpa beli koin dan offlineSEPERTI MENDUNG
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

SEPERTI MENDUNG

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan SEPERTI MENDUNG di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang SEPERTI MENDUNG Wattpad Indonesia,SEPERTI MENDUNG novel gratis tanpa aplikasi,SEPERTI MENDUNG gratis tanpa beli koin dan offline.