searchIcon closeIcon
Batalkan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Alice

Dia Meninggalkan Suaminya Setelah Dia Menemukan Rahasianya

Dia Meninggalkan Suaminya Setelah Dia Menemukan Rahasianya

Samuel Brooks
Lima tahun setelah pernikahan mereka, Tobias Stevens menghadapi kebangkrutan dan terjerat utang besar. Kesehatannya memburuk dan dia bekerja serabutan sebagai kuli di sebuah gudang tua. Penghasilannya nyaris tidak cukup untuk membayar sewa. Untuk mendukung keluarga, Dorothy bekerja di siang hari dan mengumpulkan botol di pinggir jalan untuk dijual pada malam hari, sering kali dia membawa putrinya, Margaret Stevens, bersamanya. Pada hari ulang tahun Dorothy, Margaret memberikan kejutan dengan membawakan kue mangkok murah yang dibeli dari uang yang dia kumpulkan selama setengah tahun. Dorothy terharu hingga meneteskan air mata. Setelah menabung dengan tekun selama berbulan-bulan, akhirnya dia berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membeli tiket dan membawa Margaret ke taman bermain yang selalu diimpikannya. Saat tiba di pintu masuk, tak disangka mereka malah melihat Tobias di sana. Salah satu tangan pria itu melingkar di pinggang cinta pertamanya, Liza Briggs. Sedangkan tangan lainnya menggandeng putri Liza, Sandra Briggs. Mereka sedang menuju ke wahana. "Ayah ...." Margaret memanggil dengan suara lantang ke arah sosok Tobias. Seorang petugas taman bermain segera berbalik dan menghentikan Dorothy dan Margaret. "Maaf, taman bermain ditutup untuk acara pribadi yang diadakan oleh Pak Stevens hari ini. Kalian bisa kembali di lain hari."
Modern KeluargaModernCinderellaKebangkrutanOrang tua tunggal
Unduh Buku di App

"Dean jangan lari begitu sayang, nanti jatuh."

Alice menghela nafas pelan saat sang putri tak mendengarkan nasehatnya sedikitpun. Tapi biarlah, jarang jarang juga ia membawa putri kecilnya itu ke pantai seperti hari ini. Alice menatap hamparan laut di hadapannya. Mata wanita berusia 27 tahun itu seketika berubah keruh saat teringat pada seseorang yang sangat ia rindukan.

"Mama!" teriak si kecil Dean kesal menarik ujung dress ibunya. Alice sontak tersadar dari lamunannya.

"Ah iya, ada apa?"

"Mama setiap pergi ke pantai pasti selalu terlihat sedih. Mama teringat pada papa lagi?"

Alice terkekeh pelan, mengalihkan wajahnya untuk mengusap air mata yang mengalir di sudut matanya.

"Hm, memangnya Dean tidak rindu?"

Dua alis Alice terangkat saat pertanyaannya dihadiahi anggukan cepat. Ia lalu jongkok untuk menyesuaikan

tingginya dengan sang anak.

"Dean rindu, tapi Dean tidak akan sedih. Papa pasti sudah bahagia kan? Dia ada di tempat yang sangat

indah ... di bawah laut biru. Jadi mama juga tidak perlu khawatir."

Alice tak bisa lagi membendung air matanya, ia langsung memeluk putri kecil nan cantiknya itu.

Pandangannya menatap jauh lautan luas di hadapannya. Ingatannya melayang pada orang itu. Seseorang

yang sangat ia rindukan kehadirannya.

***

Jeritan dan desahan bergema di salah satu kamar apartemen malam itu. Seorang pria sedang menikmati

tubuh wanita yang meringkuk di bawahnya, sayangnya hal itu tidak berlangsung lama ketika wanita lain

tiba-tiba mendobrak pintu kamar tempat mereka berhubungan badan.

Bam!

"Apa-apaan ini Reza? Apa yang kau lakukan?" teriak wanita itu.

Reza, pria yang asyik dengan aktivitasnya tadi tiba-tiba menjadi gugup. Ia lalu segera menarik selimut

untuk menutupi tubuh telanjangnya dan wanita yang masih berada di bawahnya.

"Tidak, ini tidak seperti yang kau pikirkan Alice, biarkan aku menjelaskannya."

Reza bergegas turun dari tempat tidur. Dia mengenakan pakaiannya secepat mungkin dan melangkah

mendekati Alice, wanita yang merupakan kekasihnya yang kini memergokinya sedang tidur dengan wanita lain. Dengan tatapan menyedihkan, Reza meraih tangan Alice yang masih berdiri di tempatnya dengan mata memerah.

"Dengar, aku hanya ... wanita itu-"

Alice tak bisa lagi menahan air matanya. Jujur ini bukan pertama kalinya dia menemukan Reza tidur dengan wanita lain. Tanpa mau mendengarkan penjelasan pria itu, ia kemudian menepis tangannya dan kemudian lari darinya tanpa peduli seberapa keras pacarnya itu memanggil namanya. Ia pergi ke tempat yang biasa ia kunjungi kapan pun ia ingin menenangkan pikirannya. Dan di sinilah Alice sekarang, di pantai.

Alice duduk di atas batu yang cukup besar.

Mengencangkan jaketnya karena angin malam yang dingin,

gadis itu kemudian terisak pelan. Ingatannya kembali pada Reza. Alice telah menjalin hubungan dengan

pria itu untuk waktu yang lama. Hubungan mereka bahkan sudah terjalin selama 5 tahun. Bagi Alice, itu

bukan waktu yang singkat. Hubungan mereka semakin dekat setelah kedua keluarga mereka menjalin

hubungan bisnis. Ayah Alice menyayangi Reza seperti putranya sendiri, begitu pula keluarga Reza padanya.

Hubungan mereka berjalan baik sampai suatu hari Reza memintanya untuk berhubungan. Alice jelas menolak karena sejak awal dia sudah memberitahu Reza bahwa dia hanya ingin memberikan tubuhnya

kepada Reza hanya setelah mereka menikah. Sejak itu, dia sering melihat kekasihnya itu tidur dengan wanita lain dengan alasan bahwa dia hanya mengikuti cara Alice.

Apakah alasan seperti itu dapat diterima?

Jika Reza benar-benar ingin melakukannya, mengapa tidak menikahinya saja? Kenapa harus dengan wanita

lain?

Baca Sekarang
Alice and The Blue Sea

Alice and The Blue Sea

Pearl Lovely
"Kau benar-benar mermaid? Ya Tuhan! Aku tidak percaya ini!" Alice menatap seorang pria dengan tubuh berotot tetapi memiliki ekor persis seperti ikan di depannya. "Ya ... seperti yang kau lihat. Kau bisa menyentuhnya jika ingin memastikan," kata Archer, mermaid yang menyelamatkan Alice ketika ombak
Romantis R18+PerjodohanHubungan rahasiaPlayboyUrban
Unduh Buku di App
Alice Wattpad IndonesiaAlice novel gratis tanpa aplikasiDownload Alice novel PDF Google DriveAlice
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Alice

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Alice di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Alice Wattpad Indonesia,Alice novel gratis tanpa aplikasi,Download Alice novel PDF Google Drive.