searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / Kronik Negeri Nusa
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kronik Negeri Nusa

DIGILIR BESAN DAN MENANTU - Rahasia Birahi Kampung

DIGILIR BESAN DAN MENANTU - Rahasia Birahi Kampung

Fajar Merona
Khusus Dewasa
Romantis R18+Cerita Menegangkan
Unduh Buku di App

“Aku bener-bener sudah menyerah, Pak!” pekik tertahan dari seorang wanita berusia 45 tahun.

Lelaki berusia 55 tahun berbaring kaku di atas tempat tidur, tubuhnya terasa lemas tak berdaya. Tatapannya kosong, menembus langit-langit kamar yang tampak biasa saja, seolah tak ada lagi yang bisa dia perbuat. Wajahnya menyiratkan penyesalan dan keputusasaan yang mendalam.

Di sampingnya, seorang wanita berbaring membelakanginya. Keheningan di antara mereka terasa menekan. Lelaki itu terjebak dalam pikirannya sendiri, meratapi kegagalannya. Ia merasa telah berusaha, tetapi kembali gagal memberi kepuasan pada istrinya. Perasaan tak mampu, tak berdaya, dan tidak cukup menghantui setiap sudut hatinya, mengikis kepercayaan dirinya.

Keheningan yang semula mendominasi kamar tiba-tiba terpecah oleh helaan napas berat dari sang istri yang masih cantik dan bugar, menahan kekecewaan yang kian memuncak. Perlahan, dia membalikkan tubuhnya menghadap suaminya yang masih terpaku menatap langit-langit, lalu berkata dengan nada dingin, namun tajam.

"Berapa lama lagi kamu mau seperti ini, Pak? Aku capek..."

Lelaki itu tersentak, meski tetap tak segera menoleh. Dia tahu ini akan datang, tapi tak pernah siap menghadapinya.

Suaranya serak saat menjawab, "Aku... Aku sudah berusaha, Bu. Kamu tahu itu..."

Sang istri duduk, menyilangkan tangan di dadanya. Matanya berkilat dengan kemarahan yang selama ini terpendam.

"Berusaha? Itu yang kamu sebut berusaha? Sudah berbulan-bulan kita seperti ini, dan aku—aku tidak tahan lagi! Kita punya empat anak yang sudah dewasa dan berumah tangga, Pak. Di balik pintu ini, aku merasa... kosong. Merasa sendiri. Kamu tahu itu? Kosong!"

Mendengar kata-kata tajam itu, lelaki itu merasakan pukulan lain pada harga dirinya yang sudah rapuh.

"Aku tahu... Aku tahu, Bu... Aku cuma... aku cuma..." katanya terbata-bata, merasa tak punya kata yang tepat untuk menjelaskan perasaannya. Keberhasilannya sebagai petani sukses, penghasilannya yang melimpah, semua terasa tak berarti lagi ketika dia gagal dalam urusan rumah tangga yang paling pribadi.

"Jangan beri aku alasan lagi!" potong istrinya dengan cepat. "Apa gunanya semua uang dan ladang yang kamu punya kalau kita... seperti ini? Kamu sibuk di luar, sukses, dihormati, tapi di sini... kamu bukan siapa-siapa. Aku merasa seperti perempuan tak punya suami!"

Lelaki itu menoleh perlahan, tatapannya penuh rasa sakit dan ketidakberdayaan. "Aku minta maaf, Bu... Aku benar-benar sudah berusaha. Ini bukan soal keinginan, ini soal... aku..."

“Aku tidak butuh kata-kata maaf!" balas istrinya dengan suara yang mulai bergetar. "Aku butuh kamu. Aku butuh suami yang masih bisa aku andalkan! Lelaki jantan walau sudah tua. Aku nggak bisa terus hidup dalam kekosongan ini. Aku masih perempuan normal, Pak! Aku juga butuh... butuh nafkah lahir batin yang seimbang!"

Tangisan tipis terdengar dari tenggorokan sang istri yang tercekat, sementara suaminya hanya bisa diam. Kata-kata itu menggantung di antara mereka seperti dinding yang tak kasat mata—kekosongan yang begitu nyata, namun tak pernah terucap. Pertengkaran kecil itu terasa lebih menyakitkan daripada ledakan emosi besar.

Setelah pertengkaran itu, lelaki itu terpuruk dalam kebisuan. Kegagalan dan rasa bersalah terus membebani. Dia semakin tertutup, jarang berbicara dengan istrinya. Hari-harinya hanya diisi oleh pekerjaan di sawah dan ladang, diiringi keheningan yang menghancurkan hatinya. Bahkan enggan bertemu atau bahkan bermain dengan cucu-cucunya.

Suatu sore, saat pulang lebih awal, suara dari kamar mengusik langkahnya. Firasat buruk muncul. Dengan hati-hati, dia mendekat, mengintip melalui celah pintu yang sedikit terbuka. Pandangannya tertuju pada istrinya—dan anak buahnya, terbaring bersama di ranjangnya.

Dunia lelaki itu runtuh seketika. Napas tersengal, tubuhnya kaku. Pengkhianatan dari istri dan anak buahnya sendiri menusuk lebih dalam dari sekadar kecurangan. Tanpa kata, dia mundur, menjauhi kamar dengan hati hancur.

Saat itu juga, dia menulis surat cerai. Tak ada keributan, tak ada luapan emosi. Saat istrinya dan anak buahnya keluar dari kamar dengan wajah ceria penuh kepuasan, dia hanya berkata, "Kita selesaikan di sini saja. Aku sudah nggak punya apa-apa lagi untukmu. Dan kalian harus menikah nantinya."

Istri dan anak buahnya tertegun. Namun akhirnya istrinya menandatangani surat itu tanpa perlawanan. Semua berakhir tanpa drama. Mereka berpisah dengan perasaan campur aduk—kehilangan, kesedihan, tapi juga lega.

Lelaki itu menatap langit, menarik napas panjang. Hidupnya tak seperti yang dia bayangkan, tapi kini dia melangkah lebih ringan, tanpa beban dan kebohongan.

^*^

Baca Sekarang
Kosan Satu Nusa

Kosan Satu Nusa

daki.kodok
Kosan ini hanya kosan sederhana yang dihuni oleh mahasiswa rantauan. Namun banyak kisah yang sudah terukir di kosan ini.
Anak muda HumorCinta pertamaCinta segitigaImutMenarikTampan
Unduh Buku di App
Kronik Kenikmatan Abadi

Kronik Kenikmatan Abadi

Sasina Zariel Irle
Bahkan dengan akhir untuk bergerak maju, bahkan mengingat selamanya, ketika itu yang Anda butuhkan, dan yang dibutuhkan semua orang adalah harapan yang tinggi, mendukung Anda, bahkan memikirkannya, ketika mudah untuk menunjukkan betapa berbedanya segala sesuatu. Bahkan sekarang, dalam hubungannya,
Fantasi R18+ParanormalFantasiHomoseksualCEOJeniusUrban
Unduh Buku di App
Kronik Takdir Terlama

Kronik Takdir Terlama

Sasina Zariel Irle
Sehingga dia bisa tinggal bersama mereka masing-masing, bahkan di antara perjalanan, dari setiap dunia dan dimensi yang terlibat dalam kisah masa kini, masa lalu, di antara perjalanannya melalui multiverse, jam itu, di mana dia berada pada jam itu. Ketika dia berada di antara cintanya, orang-orang i
Fantasi R18+ParanormalFantasiHomoseksualCEO
Unduh Buku di App
Negeri Ini Dikuasai Mafia

Negeri Ini Dikuasai Mafia

Tageyu Taranggana
Basudo anak orang tak mampu. Masa kecilnya didera kemiskinan. Masa kecil dipenuhi rasa dendam pada orang-orang yang ada hubungan dekat dengannya. Rasa dendam ini terus ada dan sulit dipadamkan. Rasa dendam itu sebisa mungkin dia lampiaskan. Pelampiasan dendam dilakukan sejak masih remaja sampai dewa
Adventure KriminalCerita MenegangkanPengkhianatanBalas dendamSelebritiCEOLicikJenius
Unduh Buku di App
MENGEJAR MIMPI KE NEGERI SAKURA

MENGEJAR MIMPI KE NEGERI SAKURA

Yulsa Tsana
Aisyah Rana adalah seorang gadis cantik keturunan Jepang. Gadis yang sering dipanggil dengan nama Rana itu tidak tahu di mana keberadaan Sang Ayah. Saat bertanya siapa ayah kandungnya? Abah selalu marah, sedangkan Ibu selalu menangis tanpa penjelasan. Selama ini, Rana hidup tanpa jati diri. Terkada
Anak muda KeluargaSukuCinta pertamaPengurus rumahPria SejatiMenarik
Unduh Buku di App
Kisah Cinta Di Negeri Gaib

Kisah Cinta Di Negeri Gaib

Siti Nur Hajar
Bermula tujuan Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu ( Segara Anakan). Dia juga mengajak Ivar, Eben, dan Benesh untuk berkemah di Pulau Sempu (Segara Anakan). Takdir berkata lain di tempat tersebut, Afifa dipertemukan makhluk astral, Aqeel namanya. Afifa sendiri adalah seorang indigo. Afifa mampu me
Fantasi R18+FantasiCinta pertamaMenarik
Unduh Buku di App
Kronik Negeri Nusa Wattpad IndonesiaDownload Kronik Negeri Nusa novel PDF Google DriveKronik Negeri Nusa gratis tanpa beli koin dan offlineKronik Negeri Nusa
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Kronik Negeri Nusa

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Kronik Negeri Nusa di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Kronik Negeri Nusa Wattpad Indonesia,Download Kronik Negeri Nusa novel PDF Google Drive,Kronik Negeri Nusa gratis tanpa beli koin dan offline.