searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / Darling Enemy
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Darling Enemy

Diperbudak Nafsu

Diperbudak Nafsu

Bugis cek
Cerita ini khusus 21+, karena terdapat adegan panas. Cerita ini di mulai ketika Fahrizal masih berumur 13 tahun, tapi dia sudah bisa menunjukkan kelebihannya di atas ranjang.
Anak muda R18+Cerita MenegangkanFantasiHubungan rahasiaBudak seksualPria SejatiUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App

Aku terlahir dari keluarga yang sedang - sedang saja, atau sederhana. Ibuku bernama Indo Calleda, ayah bernama Ambo Sotta. Ibuku berdagang ikan di pasar, dan itu hasil tangkapan dari ayahku. Yah, ayahku kesehariannya jadi nelayan.

Namaku sendiri Fahrizal, biasa di panggil Rizal, atau Ical.

Aku memiliki saudari wanita bernama Lisa, beda tiga tahun denganku.

Hari ini tepat hari pelulusanku, dimana seharusnya aku merasa bahagia karena aku masuk di tiga besar lulusan terbaik. Tapi rasa bahagiaku tercoreng ketika mengetahui mulai malam ini aku akan mulai belajar untuk tidur sendiri di kamar baruku.

Akupun mencoba menata ulang kamarku yang sebenarnya sudah tertata rapi, tapi aku orangnya paling tidak suka melihat sesuatu yang belum sempurna. Aku meletakkan buku - buku yang sudah di susun di atas mejaku, lalu aku pindahkan di dalam lemari kayu.

"Sudah beres, waktunya untuk tidur !" 

Meskipun aku sudah menerima keadaan ini, tetap saja aku merasakan hal baru yang selalunya tidak membuatku nyaman.

Di saat aku berusaha untuk memejamkan mataku, aku kembali teringat pelajaran yang pernah aku baca, bahwa setiap tempat baru pasti memiliki penunggu.

Aku tidak tau apakah ini penyakit atau apalah, tapi aku orangnya sering ketakutan, selalu merasa khawatir, resah dan pikiranku selalu negatif.

Jadi aku kembali terbangun, aku memeriksa di luar kamar sejenak tidak ada siapa - siapa mungkin yang lainnya sedang istirahat siang. Aku kembali mengunci pintu dari dalam, lalu aku melanjutkan rasa khawatirku dengan memeriksa setiap sudut, dalam lemari, bawah kolom meja, dan di bawah ranjangku.

Setelahnya, aku kembali merebahkan tubuhku, namun aku kembali kepikiran.

"Tadi udah periksa lemari belum yah ?" pikirku membatin.

Mungkin inilah alasanku kenapa aku takut tidur sendirian.

Siang harinya aku tidak bisa tidur, jadi aku memutuskan untuk pergi bermain. Kebetulan aku sudah memiliki sepeda, jadi setiap ingin pergi bermain pasti aku memakai sepedaku.

Tujuanku saat ini menuju ke rumah Laras dia sahabatku. Kami biasanya menghabiskan waktu bermain dengan memainkan karambol di rumahnya. Aku yakin di siang bolong begini pasti dia ada di rumahnya.

Benar saja dari arah kejauhan aku melihat Laras berada di teras rumahnya. Tapi sepertinya ada sahabatku yang lain juga, mereka sedang mengobrol di sana.

"Cal, kamu mau kemana ?" tanya Jody.

"Ya elah, aku udah di sini malah nanya lagi, lu ngapain di rumah cewekku?" tanyaku balik.

"Hahah, dia cewekku !" timpal Abi.

"Tunggu - tunggu, sejak kapan kita jadian ?" tanya Laras kebingungan.

"Entah, mungkin besok, !" jawab Jody.

Yah beginilah candaan kami berempat ketika bertemu, pasti Laras selalu di jadikan bahan candaan, berhubung hanya dia yang cewek.

Akupun langsung bergabung duduk melantai dengan mereka.

"Ehh, kalian mau lanjut di mana ?" sahut Laras.

"Aku sih, lanjut pelaminan aja, tapi maunya sama neng Laras !" kata Abi.

"Aku sih cukup di nomor satukan, udah bahagia kok Ras !" tambahku.

"Di mana lagi Ras, kan di sini cuman ada satu sekolah SMP untuk kita lanjut !" jawab Jody, tumben banget dia jawab dengan jawaban yang masuk akal.

"Yah, kalau aku sih, mau lanjut kota, kirain kalian ada yang ikut denganku. !" ucap Laras, namun nada suaranya berubah sedih.

"Hah, beneran kamu mau lanjut di sana ?" tanyaku, sontak aku kaget karena Laras pernah mengatakan dia akan lanjut di sini, dan memilih untuk tinggal dengan neneknya.

"Aku sih hanya bisa pasrah, jika kamu pergi, tapi aku janji akan menjaga hatiku untukmu saja, Cha, Cha, tepuk tangan dulu ngga sih ?" ujar Abi dengan pedenya.

"Main karambol yuk, kayaknya seru nih!" sahutku.

"Gimana kalau kita ke kali aja, sekalian merayakan kelulusan kita !" saran Laras.

Awalnya aku tidak minat ikut, tapi ternyata Abi dan Jody memutuskan untuk ikut.

Baca Sekarang
Darling Enemy

Darling Enemy

Suzy Wiryanty
Vanilla Putri Mahameru--putri bungsu dari keluarga Mahameru, sangat membenci Altan Wijaya Kesuma atau yang biasa ia sapa dengan plesetan Om Setan Borjuis. Anak mantan terindah ibunya. Putra tunggal salah satu crazy rich negeri ini, selalu saja mengata-ngatainya gadis kecil tidak berotak dan hidup
Romantis KeluargaCinta pertamaImutCEO
Unduh Buku di App
His Darling Debtor

His Darling Debtor

Renko
Clara harus menghadapi pilihan sulit saat ayahnya melarikan uang dari majikannya, Tuan Blackwell. Sebagai pembayaran kesalahan sang ayah yang hilang tanpa jejak, Clara terpaksa menjadi gundik bagi Tuan Blackwell. Pertemuan itu merupakan awal dari perjalanan penuh konflik dan perasaan terlarang, memb
Romantis R18+MisteriPengkhianatanCinta segitigaBudak seksualCEOPria SejatiTampanUrban
Unduh Buku di App
My Enemy Is My Husband

My Enemy Is My Husband

imnovels
Niat hati mengunjungi kelab untuk menghilangkan stres. Joana justru memergoki kekasihnya sedang bermain panas dengan empat wanita malam sekaligus. Dilanda sakit hati berat. Joana langsung memutuskan hubungan, dan melampiaskannya pada minuman dengan kadar alkohol tinggi. Pengaruh buruk dari minuma
Romantis R18+PerjodohanCinta yang dipaksakanCEOPria SejatiJenius
Unduh Buku di App
Darling Enemy Wattpad IndonesiaDarling Enemy novel gratis tanpa aplikasiDarling Enemy gratis tanpa beli koin dan offlineDarling Enemy
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Darling Enemy

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Darling Enemy di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Darling Enemy Wattpad Indonesia,Darling Enemy novel gratis tanpa aplikasi,Darling Enemy gratis tanpa beli koin dan offline.