searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / Cahaya Lilin
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cahaya Lilin

Ketagihan Mama Temanku

Ketagihan Mama Temanku

Citra Cinta
BACAAN KHSUSU DEWASA (21++) Namaku Pras. Umurku delapan belas. Dan aku suka wanita yang usianya dua kali lipat dariku. Mereka elegan, tenang, berpengalaman... dan jauh dari drama anak sekolah. Aku pikir ini hanya fase. Ternyata aku ketagihan. Tapi hidup nggak segampang fantasi. Ketika rasa suka berubah jadi candu, dan kenyataan tidak seindah khayalan, aku mulai bertanya-apa aku hanya mencari pelarian, atau... sesuatu yang selama ini tidak pernah aku dapatkan dari rumah? "Ketagihan STW" adalah cerita tentang nafsu, kehilangan, dan pertumbuhan-diceritakan dari sudut pandang remaja yang terlalu cepat dewasa.
Romantis R18+HumorBudak seksual
Unduh Buku di App

Mohon maaf jika cerita ini terlalu jujur dan polos tanpa sensor, karena memang ini adalah KISAH NYATA yang semuanya benar-benar telah kualami. Hanya nama tokoh yang disamarkan.

^*^

Namaku Prasetya Putra Pramudya biasa dipanggil Pras, Indonesia asli, darah campuran ayah Jogja sementara mama Sunda.

Usiaku saat ini 21 tahun, mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta. Kampus kecil, kurang terkenal. Bahkan banyak yang baru dengar namanya waktu aku sebutin.

Kalau soal penampilan, aku orang biasa. Kata tetangga, mirip Arhan Pratama, pemain Timnas Garuda. Ganteng? Mungkin nggak segitunya. Tapi aku nggak keberatan dibandingin, karena fans berat Timnas, terutama Justin Hubner dan Ole Romeny.

Ada satu hal dalam diriku yang beda, ialah punya ketertarikan sama perempuan yang usianya jauh lebih tua dariku. Minimal seumuran dengan mamaku. Apalagi jika wanita tersebut berstatus mama atau ibu dari temanku. Aneh bukan?

Aku juga nggak tahu kenapa bisa begitu. Rasanya muncul begitu aja, tanpa alasan yang jelas. Tapi aku bersyukur, karena perasaanku masih tertuju pada lawan jenis, walau usianya lebih tua. Nggak seperti Anwar, temanku, yang menyukai ayah temannya padahal sudah jelas dia juga seorang lelaki.

Hidupku berubah saat kelas dua SMP. Orang tuaku bercerai. Katanya sudah nggak cocok lagi. Mama kembali ke rumah nenek di Sukabumi, membawa serta adikku, Prilia Putri Pramudya. Aku tinggal sama Ayah, melanjutkan sekolah di Kota Bogor. Prilia yang masih SD kala itu, melanjutkan sekolah di Sukabumi. Sebulan sekali ketemu Mama dan adikku.

Di rumah, aku lebih sering sendirian. Ayah kerja sebagai sopir bus antar kota. Sering pergi berhari-hari. Jadinya aku udah terbiasa ngurusin diri sendiri.

Lima bulan setelah cerai, Mama hamil lagi. Calon suaminya seorang driver ojek online, usianya baru dua puluh satu. Mereka nikah, dan sejak itu, rasa hormatku ke Mama agak pudar. Gosip tentang perselingkuhannya dulu, jadi terasa masuk akal. Mungkin itu sebabnya Ayah menceraikan dia.

Ayahku, Pramudya, asli Jogja. Sebenarnya dia sarjana pendidikan. Tapi entah kenapa lebih milih kerja sebagai sopir bus. Meski jarang di rumah, dia tetap tanggung jawab. Untuk makan, kalau lagi malas masak, aku tinggal ke warung langganan. Nggak perlu bayar, karena Ayah yang urus semuanya di akhir pekan.

Setahun setelah cerai, Ayah nikah lagi. Aku manggil istri barunya Mama Nina, wanita cantik keibuan berasal dari Karawang. Nggak butuh waktu lama buatku nerima dia. Orangnya baik, perhatian, dan hangat. Aku sempat ngerasa kayak punya keluarga utuh lagi. Seperti punya dua ibu kandung.

Tapi itu nggak lama. Mama Nina nggak kuat hidup sama pria yang jarang di rumah. Akhirnya dia pergi juga. Aku kecewa, tapi bisa ngerti. Sepi itu nggak gampang dijalanin.

Saat menikah dengan Ayah, status Mama Nina, sebagai janda kaya raya, mantan istri pejabat di sana. Mungkin karena ayahku ganteng banget, sehingga Mama Nina mau menjadi istrinya, padahal status sosial kami bagai bumi dan langit.

Sekarang, aku kembali hidup sendiri di rumah. Ayah tetap urus semua kebutuhanku, walau kami hidup sederhana. Aku sekolah naik motor matic, nggak pernah neko-neko.

Dari luar mungkin aku kelihatan seperti remaja biasa. Tapi dalam hati dan pikiranku, banyak hal yang nggak semua orang tahu. Dan sebagian dari itu... mungkin terlalu rumit buat dijelaskan.

^*^

Awal sebuah perubahan dan kejutan.

Pagi itu aku telat bangun. Sempat kepikiran bolos, tapi udah janji ketemu teman sekelas, jadi aku paksa juga berangkat. Walaupun aku tahu, udah pasti bakal kena omel guru piket. Apalagi aku baru beberapa bulan menjadi siswa SMA swasta yang juga tidak terkenal tapi sangat ketat dalam penerapan disiplin sekolah.

"Pras!"

Baru aja motorku melaju, ada yang manggil dari belakang. Aku rem, noleh, dan agak bingung. Ternyata Rifky. Anak bungsu Pak Haji Anhar, tetangga sebelahku. Orang-orang manggil dia "Rifky Ustad" karena memang dikenal santun, alim, sederhana dan sangat religius. Menjadi panutan semua anak muda di kompleks.

Dia buru-buru nyamperin aku.

"Sorry, Pras. Kesiangan ya? Lagi buru-buru?" katanya sambil ulur tangan.

"Yoi. Ustad juga telat ke kampus?" Aku jawab sambil senyum.

"Banget. Eh, boleh nebeng sampai perempatan? Motor saya mogok," ucap Rifky mahasiswa tingkat tiga salah satu universitas ternama.

Aku angguk dan kasih dia boncengan. Motor langsung aku gas lagi. Entah kenapa, malah makin kenceng. Rifky nggak pake helm, tapi aku pikir aman aja karena kami nggak lewat jalan besar.

Walau rumah kami bersebelahan, namun ini pertama kalinya aku boncengin Rifky. Dulu dia kakak kelasku waktu SD dan SMP, tapi sejak SMA dan kuliah, kami jarang ngobrol. Dia anaknya sopan banget. Gak pernah ngomong 'gue-lu'. Gayanya juga rapi-celana bahan, kemeja, nggak pernah pakai jeans sobek-sobek kayak anak kompleks lainnya.

"Stop di sini aja, Pras," katanya sambil nepuk pundakku.

"Nggak lanjut ke kampus, Tad?" tanyaku.

'Tad' adalah sapaan akrab kami dari kata 'Ustad' Bukan Rifky yang meminta, tapi memang kami semua terbiasa menyapanya demikian. Kaya sudah jadi nama panggilan aja.

"Masih, tapi dari sini kita kan udah beda arah. Saya naik angkot aja, Pras."

"Sekalian aja saya anterin. Saya juga udah telat parah. Ke sekolah juga paling disuruh muter lapangan, Tad."

"Serius mau nganterin sampai kampus?"

"Kalau perlu, saya anter sampe kelas," candaku.

"Hehehe, ya udah deh, ayo lanjut."

Kami jadi lebih santai ngobrolnya. Jalanan makin padat, motor aku pelanin. Ternyata Rifky enak juga diajak ngobrol. Biasanya kami cuma sapa-sapaan kalau papasan. Lingkungan kami tahu keluarga dia religius. Sementara aku, ya... tipikal anak remaja biasa. Slengekan.

"Ngopi dulu yuk di kantin. Saya masih lama juga masuknya," ajaknya.

Aku nggak jawab, langsung arahkan motor ke kantin dekat ATM Centre. Aku emang hafal area kampus ini. Dari kecil suka main ke sini, suasananya adem, sejuk, dan tenang. Aku masuk ke lingkungan kampus tanpa mencolok. Seragam SMA-ku ketutup jaket.

Kami duduk, pesan kopi dan gorengan. Tiba-tiba Rifky ngomong serius.

Baca Sekarang
Cahaya Kirana

Cahaya Kirana

icha ghozali
Kirana adalah seorang model yang berada dipuncak karir. Sayangnya kesuksesannya yang nampak sempurna ternyata dibangun oleh Elisa / mama Kirana dengan disiplin keras dan paksaan. Kirana merasa ingin berontak. Akibatnya Kirana masuk kedalam pergaulan modelling yang buruk. Belum lagi ulah Sammy yang
Anak muda KeluargaKehamilanHubungan rahasiaSelebritiMenarikJenius
Unduh Buku di App
Cahaya Diujung Gerbang

Cahaya Diujung Gerbang

Supyan sauri
Ibu Marisa, pengasuh sekaligus pemilik Panti Asuhan Pelita Jiwa, terbangun oleh suara tangisan lirih di tengah malam yang sunyi. Dengan langkah tergesa dan jantung berdebar, ia membuka pintu depan. Di sana, di ambang gerbang besi yang dingin, tergeletak sebuah keranjang rotan kecil. Di dalamnya-seor
Romantis Cerita MenegangkanMisteriPerjodohanBalas dendamCEOLicik
Unduh Buku di App
Cahaya Pelangi dari Surga

Cahaya Pelangi dari Surga

Yuliana Yustian
"Sekarang kau bisa bahagia setelah dia pergi, Halilintar!" "Demi Tuhan, bukan ini yang kuinginkan!" Penderitaan tidak pernah surut menyelimuti Rubby. Siksaan ibu tiri selalu memberikan luka pada tubuh. Kehadiran Rain—sahabat Rubby, menguatkan dirinya. Rain menjanjikan cinta yang tulus. Keti
Romantis KeluargaMenegangkanPerjodohanHubungan rahasiaImutJeniusTampan
Unduh Buku di App
Cahaya di Antara Bayang-Bayang

Cahaya di Antara Bayang-Bayang

WHS Production
Di tengah gemerlap bulan Ramadan, seorang pria muda bernama Amir merasa terombang-ambing dalam kehidupannya yang monoton dan kehilangan makna. Meskipun menjalankan kewajiban agamanya, ia merasa hampa dan kehilangan arah. Segalanya berubah ketika Amir secara tidak sengaja bertemu dengan seorang guru
Adventure ParanormalKeluargaPengkhianatanGuru dan muridSelebritiCEOPria Sejati
Unduh Buku di App
Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani

Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani

Misty Seas
Sebagai asisten sederhana, mengirim pesan ke CEO di tengah malam untuk meminta dibagikan film dewasa adalah langkah yang berani. Tidak mengherankan saat Bertha tidak menerima film apa pun. Namun, CEO menanggapi bahwa, meskipun dia tidak memiliki film untuk dibagikan, dia dapat menawarkan demonstras
Modern ModernCinta pertamaCEOLicikMenarik
Unduh Buku di App
Crazy In Love

Crazy In Love

Nur Cahaya
Dia adalah cowok yang bisa dibilang mendekati sempurna. Lihatlah, wajahnya yang tampan, hidungnya yang bangir, dagunya yang tegas, serta tatapannya yang tajam. Bak idol korea! Otaknya juga bisa dibilang encer bagi pemalas sepertinya. Tubuhnya ideal, tidak kegemukan maupun kekurusan, justru ia memili
Romantis KeluargaHumorSukuCinta pertamaBalas dendamPlayboyLicik
Unduh Buku di App
Cahaya Lilin Wattpad IndonesiaCahaya Lilin novel gratis tanpa aplikasiCahaya Lilin gratis tanpa beli koin dan offlineCahaya Lilin
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Cahaya Lilin

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Cahaya Lilin di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Cahaya Lilin Wattpad Indonesia,Cahaya Lilin novel gratis tanpa aplikasi,Cahaya Lilin gratis tanpa beli koin dan offline.