searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / Cintai Rembulan
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cintai Rembulan

Asmara Panas JANDA MUDA

Asmara Panas JANDA MUDA

WAZA PENA
BANYAK ADEGAN DEWASA ++ Niat mencari pemandangan indah di kampung neneknya, Bayu justru terpikat janda muda yang cantik dan molek. Meski sudah mempunyai pasangan di kota, Bayu tak bis menahan hasratnya terhadap Lina. Lantas bagaimana akhirnya? BACA SELENGKAPNYA
Romantis R18+KeluargaPerjodohanKehamilanBudak seksualPlayboyTampan
Unduh Buku di App

Namaku Bayu, seorang fotografer lepas yang sedang ingin rehat dari hiruk-pikuk kota. Mumpung ada waktu luang, aku memutuskan pergi ke kampung nenek di lereng gunung. Udara di sini sejuk, pemandangannya indah, dan rasanya tepat untuk menambah koleksi foto-foto pemandangan alamku.

Pada saat tiba di rumah nenek, suasana kampung itu langsung membuatku merasa tenang. Namun, yang menarik perhatianku bukan hanya pemandangan pegunungan atau ladang-ladang hijau yang terhampar luas di depan rumah. Ternyata, di sebelah rumah nenekku, tinggal seorang perempuan yang sulit menggambarkannya. Namanya Lina. Wajahnya cantik, dia sederhana tapi hal itu yang membuatnya sangat menarik.

Setelah bertanya sama nenekku, ternyata Lina adalah seorang janda muda, dan dia punya anak kecil yang usianya mungkin sekitar dua tahun. Aku sempat melihatnya bermain dengan anaknya di halaman depan rumahnya yang sederhana, sambil tersenyum lebar meski dengan wajah letih. Sesuatu dalam dirinya menggugah hatiku. Aku tahu, tak seharusnya aku merasa tertarik seperti ini, mungkin karena dia tampak berbeda dari perempuan-perempuan kota yang biasa kutemui.

Pakaian Lina sederhana Namun, justru di situlah daya tariknya. Bukan kemewahan, melainkan kesederhanaannya yang begitu menggoda. Setiap kali aku melihatnya, rasanya ada dorongan untuk mendekat, untuk mengenal dia lebih dalam. Aku tak tahu pasti kenapa aku merasakan ini. Mungkin karena cara dia tersenyum pada anaknya, mungkin juga karena tatapan matanya yang penuh dengan kehidupan, meski jelas dia memikul beban berat sebagai seorang ibu tunggal.

Secara diam-diam dari jendela rumah nenek, atau pada saat aku berjalan di sekitar kampung untuk mengambil foto. Entah apa yang harus kulakukan. Aku selalu teringat dengan Lina.

Sore itu, aku memberanikan diri untuk mendekatinya. Matahari sudah mulai turun, meninggalkan warna jingga yang lembut di langit. Aku melihat Lina duduk di depan rumahnya, memangku anak kecilnya yang tertawa riang. Momen itu tampak sempurna di mataku, dan aku tahu ini kesempatan yang tepat.

Aku berjalan mendekat dengan hati berdebar. Saat jarakku sudah cukup dekat, Lina mengangkat kepalanya, menyadari kehadiranku. Senyum lembut tersungging di wajahnya, membuatku merasa sedikit lebih nyaman.

"Selamat sore, Mbak Lina, ya?" Aku membuka percakapan, berusaha menjaga nada suaraku tetap santai.

Lina mengangguk sambil tersenyum.

"Iya, sore juga. Maaf, Mas siapa ya?" tanyanya dengan suara lembut yang membuatku merasa hangat.

"Bayu, Mbak. Aku tinggal di rumah sebelah, rumah nenek," jawabku sambil menunjuk ke arah rumah nenek.

"Kebetulan lagi liburan di sini."

"Oh, cucunya mbah Darti?" Lina tersenyum lebih lebar.

Aku mengangguk, merasa percakapan berjalan lebih lancar dari yang kukira,"Iya, aku baru ke sini lagi, Mbakmu. Lagi cari suasana baru, sekalian hobi fotografi aku bisa tersalurkan di sini"

"Oh, hobi motret? Bagus itu," sahutnya sambil mengelus kepala anaknya yang mulai menguap, tanda kelelahan.

"Di sini banyak pemandangan bagus buat difoto."

"Iya, itu juga yang bikin saya betah di sini." Aku terdiam sebentar, lalu melanjutkan dengan sedikit ragu.

"Kalau Mbak Lina enggak keberatan, suatu waktu mungkin bisa saya fotoin"

Dia tertawa pelan, suara tawanya begitu lembut,"Aku? Aduh, enggak pantas difoto. Sudah ibu-ibu begini"

Aku tersenyum dan menggeleng,"Justru itu, Mbak. Kesederhanaan dan kealamian itu yang paling indah buat difoto. Lagi pula mbak itu cantik kok, natural banget malah"

Dia tampak tersipu, wajahnya sedikit memerah, tapi senyumnya tetap ramah,"Wah, bisa saja Mas Bayu. Tapi, nanti boleh deh, kalau anak saya enggak rewel"

Pembicaraan itu terus mengalir dengan ringan. Lina ternyata orang yang sangat ramah, lembut bicaranya, dan meskipun ada kesedihan di matanya, dia tetap tampak kuat. Anak kecilnya yang duduk di pangkuannya sesekali menarik perhatianku, dan Lina dengan sabar menenangkan anaknya setiap kali dia mulai merengek.

Setelah beberapa saat, aku merasa hubungan kami sedikit lebih dekat. Aku pamit karena hari sudah mulai gelap, dan Lina pun harus masuk untuk menidurkan anaknya.

"Sampai jumpa, Mbak" ucapku sebelum berbalik.

"Kalau butuh apa-apa, jangan sungkan, ya."

Lina tersenyum lagi, tatapan matanya hangat,"Iya, Mas Bayu. Terima kasih."

Aku berjalan kembali ke rumah nenek dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Entah bagaimana, pertemuan sederhana itu membuatku merasa ada sesuatu yang berubah. Aku ingin mengenal Lina lebih dalam, bukan sekadar perempuan tetangga. Ada sesuatu dalam dirinya yang menarikku, dan aku merasa... aku harus lebih dekat dengannya.

Baca Sekarang
Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Rembulan Untuk Mantan Pramuria

Yeny Yuliana
"Aku tidak yakin bisa mencintaimu sebagaimana Ramona melakukanya. Tapi aku janji, aku akan berusaha!" -Dewi Maryam- *** "Tanpa mengurangi rasa hormatku sebagai anakmu, Ma, aku meminta restu Mama untuk menikahi perempuan pilihanku. Aku tau, jalannya tidak akan selalu mudah, tapi satu yang harus Ma
Romantis Cerita MenegangkanCinta pada pandangan pertamaBudak seksualBeruntungTampanUrban
Unduh Buku di App
Cintai Aku, Suamiku

Cintai Aku, Suamiku

Dewayu
"Kok loe berubah gini sih, Ci? Loe bukan Suci yang gue kenal tahu nggak!" ujar Ricko tiba-tiba, seolah Suci lah yang telah berubah, bukan dirinya. Masih konsisten pada ekspresi wajah datar. "Bukan gue yang berubah di sini, Ric. Tapi loe! Loe yang berubah semenjak kita nikah, Ric!" kata Suci. Menunj
Modern KeluargaCEOLicikTampan
Unduh Buku di App
Jangan Cintai Bosmu!

Jangan Cintai Bosmu!

Nathaniel Septian
Naura, seorang staf pemasaran yang cerdas namun sial, hanya ingin bertahan di kerasnya dunia kerja Jakarta tanpa menambah daftar masalah hidupnya. Tapi segalanya berubah dalam sekejap-hanya karena satu botol iced latte yang tumpah dan seorang pria asing yang tampaknya terlalu arogan untuk minta maaf
Romantis Cerita MenegangkanMisteriPengkhianatanKehamilanCEO
Unduh Buku di App
Gairah Panas Sang Mantan

Gairah Panas Sang Mantan

REMBULAN BERSINAR
Kayla wanita berusia tiga puluh tujuh tahun yang saat ini tengah di mabuk asmara dengan mantan kekasihnya. Hubungan keduanya semakin intens, bahkan tidak jarang mereka melakukan pergumulan. Hubungan mereka terlarang. Karena, keduanya sama-sama sudah mempunyai pasangan. Kayla yang saat itu ingin memb
LGBT+ R18+Balas dendamBudak seksualPria SejatiTampanMiliarder
Unduh Buku di App
TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU

TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU

Meria Rembulan
Dion berniat membalaskan dendamnya pada Ziva, putri dari wanita yang mengkhianatinya dulu. Dion pun membuat perusahaan Zico (Ayah Ziva) berada di ambang kebangkrutan. hingga akhirnya dia datang sebagai Dewa penolong dan sebagai gantinya, Zico harus memberikan putrinya. Pernikahan pun terjadi. Sepanj
Romantis KeluargaCEOLicikUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Cintai Rembulan novel gratis tanpa aplikasiDownload Cintai Rembulan novel PDF Google DriveCintai Rembulan gratis tanpa beli koin dan offlineCintai Rembulan
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

Cintai Rembulan

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan Cintai Rembulan di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang Cintai Rembulan novel gratis tanpa aplikasi,Download Cintai Rembulan novel PDF Google Drive,Cintai Rembulan gratis tanpa beli koin dan offline.