icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Silent Wounds

Silent Wounds

Penulis: Aya Emily
icon

Bab 1 Bertemu Masa Lalu

Jumlah Kata:1859    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

Delifood ini memang tidak pernah sepi pengunjung. Selain sejuk dan nyaman untuk dijadikan tempat bersantai, Delifood juga menyediakan menu-menu makan

un dia sama sekali tak tampak lesu. Seperti hari-hari sebelumnya, dia

n ke sana-kemari mencatat pesanan lalu membawa makanan yang dipesan ke meja pengunjung. Begitu

si dekat meja konter tempat biasa para pelayan meletakkan pesanan yang kemudian diproses bagia

gat. Bos tidak akan menaikkan gajimu. Kau se

tikannya. Lalu matanya berbinar melihat Anton menyodorkan jus segar ke arahnya. Tanpa menung

nggal pergi saja ke dapur lalu minta Aan atau siapapun untuk

kaligus jengkel. Sebagai tanggapannya, dia hanya mengangguk-angguk hing

hal itu? Ini bukan pertama kal

u, sekelompok lelaki dengan pakaian rapi tamp

g apa

nghadap Anton sebagai isyarat agar Anton diam. Lalu dia turun dari

"Bagianku sedang sepi hari ini. Jadi kau lanjut

geleng de

banyak area dengan seorang pelayan di tiap area. Jika tidak, mungkin Nala akan lebih banyak duduk karena teman-temannya

gangguk dengan berat hati. "Baiklah. Tapi bilang kalau kau

mengangguk. Lalu tanpa menunggu tanggapan lagi, bergegas menghampiri enam lel

*

ya. Bagaimana tidak? Mereka yang sudah sama-sama kepala tiga bisa tertawa, bercanda, bahkan s

adahal, gila! Dulu gue selalu netesin liur liat bod

ia sekarang? Lo

a,

ih. Habis lah

ma sebelum hamil gak beda jauh. Nih,

tanya

a kan dia sama prim

layar ponsel yang disodorkan ke de

as

anya

ka mulai

antik." Lelaki yang duduk tepat di sebelah Aska berkom

kayaknya

h! Lo mau

n harus menunggu beberapa detik sampai salah seorang menyadari ke

ya terhenti seketika digantikan di

lelaki bertanya. Dia yang memberi usul pada

menatapnya lalu mengangguk membenarkan pertanyaann

Gue mau p

e j

k kecuali Aska yang tenga

uga mau p

k Aska menyahu

nya, lelaki itu kembali menoleh ke arah Nala.

uman yang hendak mereka pesan. Hingga tiba di gil

K

mm

uku menu. Lalu rasa penasaran membuatnya menoleh ke

E

erbuka dan matanya melebar dengan sorot kaget. Tak menyan

a! Lo mau pese

tangan tak peduli

ahnya karena lelaki itu menunduk menatap ponsel, Nala bisa langsung mengenalinya dengan jelas. Apalagi tadi salah satu teman lelaki it

Far

jiwanya entah ke mana padahal jasadnya tetep di sini." Se

l

d pal

ngis sakit seraya menggosok lengannya. "Ask

ua detik sebelum dia menunduk kembali ke arah ponselnya. Namun detik berikutnya dia tersentak dan kembali m

a bertemu langsung dengan pandangan Aska. Tatapan mereka saling meng

hanya karena sadar Aska satu ruangan dengannya, kaki Nala masih saja serasa lemas seolah beruba

k ca

jerat kenangan masa lalunya. Dia menole

lan gak? Na

" jelas teman

k t

e tag-ny

gatal. Nala masih tersenyum seraya dalam hati menimbang-nimbang apa sebaiknya dia langsu

a. Perasaannya jadi kacau. Pedih akibat luka bercampur

enyerah untuk menarik perhatian Nala. "Boleh m

dasar

fokus memandang Nala. Sebagai balasannya, Nala hanya te

yah... malah di

! Dicu

t. Tiap ada cewek beni

esalnya tak terima ditolak tanpa kata dan

ernah menjadi bagian dari masa lalunya. Dari tempatnya duduk, Aska bisa melihat bagaimana Na

ru-buru memalingkan wajah begitu menyadari Aska menatapnya intens. Bahkan setelahnya Nala tampak tak nyaman. Dia pasti

gkan wajah dari Nala akibat pekerjaan yang dilakukan Nala sekarang. Kenapa wanita itu menjadi pelayan sementara orang tuanya cukup kaya? Bahkan bebe

ali dengan pesanan mereka. Tanpa k

an Nala tajam. Lalu salah satu alisnya terangka

kaannya. Apa

leh ke arahnya. Kalau Nala bermaksud menunjukkan bahwa dia masih memikirkan Aska dengan minuman i

las senyum lalu mengangguk kecil. Tapi gerakannya terhenti saat lelaki yang s

Cuma minta nomor tel

menggeliatkan tangannya untuk melepaskan d

a diam aja. Seenggaknya ngomong apa kek. Silakan nikmati pesananny

amarah sekaligus keinginan untuk mena

bali berdarah karena melihat Aska. Sekarang malah di

p diam? Kam

dak siap dengan gerakan Nala yang tiba-tiba, dengan mudah tangan Nala lepas dar

Mentang-mentang cantik," ejek lelaki

ernyata dia b

leh ke arah yang ditunjuk temannya. Semen

pak di sana Nala tengah memberitahu sesuatu pada rekan kerjanya dengan gerakan-gerakan tangan. Lalu d

nta

ta nomor ponsel Nala. Dia baru saja menjatuhkan sendok ke

ak beneran ngomon

diri dengan makanan mereka tanpa ada lagi canda tawa. Tak bisa dip

ya belum beralih dari pintu yang baru saja dilewati Nala.

mana

---------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka