icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Since I Found You

Bab 4 Wanita Liar

Jumlah Kata:1974    |    Dirilis Pada: 08/07/2022

R

AN

...

pat Risma dikurung seraya memijat keningnya. "Percuma kau mencak-menc

R

a menghantamkan telapak kakinya yang

t ini agar mendapat keringanan hukuman. Kau masih memili

nggang, dia menatap tajam petugas polisi bernama Jaxon itu. Yah, di Pulau kecil i

memasukkan Juan Keegan ke penjara dan bukannya saudar

as menjadi polisi yang seharusnya menegakkan keadilan. Dalam kasus ini memang kau yang salah. Kau meluk

R

endung lagi. "Kau bilang itu adil? Lalu apakah juga termasuk adil jika Juan Keegan mengusir pen

ma,

suda

an Jaxon dan Risma. Keduanya langsung menoleh ke arah p

sigap Jaxon

benarkan perbuatannya untuk menutupi kenyataan bahwa

et. "Apa maksudmu?

Jaxon. "Jax, ambil berkas di mejaku dan teliti kembali. Sepert

k, P

apa tanya padaku? Tanya saja pada dirimu sendiri. Bukankah itu sebabnya kau turut berdiri di barisan terdepan

ada seorang pun yang pernah terang-terangan menyalahkan dirin

hkan dengan menyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahanmu. Meski ada banyak orang yang me

balik hendak keluar namun langkahn

lain." Risma berusaha menahan air matanya. "Baiklah, anggap aku memang bersala

a kau tidak memilihnya. Maka semua ini tidak akan terjadi." Lalu dia berkata dengan lebih tegas. "Sudahlah, lupakan yang tad

uar dari ruang tahanan dan me

an kedua kaki ditekuk. Tenggorokannya terasa sangat sakit dan matanya terasa panas. Namun lagi-lagi

*

membuntuti di belakang. Padahal Juan berniat langsung tidur di ranjang yang empuk sampai besok

ang mobil hitam yang sedang menunggunya sementara Delon ma

uduk bersandar dengan mata terpejam. Dia tahu betul suasana hati bosnya sedang tidak baik. Dan it

ain berhenti di sebuah lahan luas, hanya tampak bahan-bahan bangunan di beberapa tempat.

anya Juan dengan nada heran. "Buk

jadi membangun rumah sederhana untuk Anda di sini." Sebelum

luar, dan perasaan bingung kian melanda hatinya melihat

perhatian kembali pada Delon yang mena

ng tadi ditunjuknya. Dia menelan ludah dan tidak berani menoleh saat

i di depan rumah berdinding anyaman bambu dan atap daun kelapa.

alakan lampu yang menerangi beranda dan bagian dalam rumah yang hanya terdiri dari s

lebih pantas disebut kamar. Pandangannya mengarah ke sekeliling

embuat bulu kuduk Delon berdiri. Lalu-glek. Delon menelan ludan

nda." Juan tersenyum, sen

ma sekal

. Jemari Juan yang masih berada di bahu Delon perlahan bergerak me

tempat seperti ini?!" n

ng penting ada atap untuk Anda bernaung. Nah, itu atap." Delon menunjuk langit-la

leher Delon, bersiap untuk menghabisi nyawa asistenn

?" buru-buru Delon memberi saran sebelum nyawanya melayang. Itu ada

kedua tangannya masih meling

sudah berusaha menemui warga sekitar untuk menumpang tempat. Namun tidak ada yang mau memberi tumpangan meski saya sudah menjanjikan uang banyak. Karena itu-" Suara Delon meninggi saat cekikan Ju

Delon. Lalu perlahan ia menjauhkan tangan

enggorokannya yang semula tersumbat lalu berta

kan tatapan mematikan ke arah Delon. "Awas lain kal

*

is

-buru dia berdiri lalu berbalik, menatap wanita dengan tubu

untuk tetap di rumah. Bahkan kamu pergi tanpa izin." Bu Tetti t

merasa, Risma tidak bisa d

Risma. "Sudah berapa kali Bapak b

pai tangan sang Bapak yang mengepal di samping tubuh. Beruntung Pak Almo ber

agi Risma menyusahkan Bapak

esi lalu membelai pipi putrinya dengan pungg

h juga. Dia memegang erat tangan kedua or

a kamu bisa bebas kalau Mr. Keegan mencabut tuntuta

seraya menghapus air matanya dengan punggung tan

g berbicara. "Saat ini memang kamu yang salah. Ja

eegan Corp. memang tidak sehar

h

kedua orang tuanya. Hampir bersamaan mereka menoleh ke arah pintu.

jalan masuk. Kedua tangan tenggelam di saku cela

yang sekali Anda harus menelan kecewa, Nona Dahlia Risma Duma Nainggolan. Tapi orang-orang Keegan Cor

Pak Almo menyela. "Sebenar

s memohon maaf pada Juan Keegan. Dia masih beranggapan bahwa orang

lu kasar, Nona

Namaku

alu kasar, Nona. Padahal saya ke sini

duli apa yang akan kau la

asil membuat saya mendapat dua jahitan. Kalau saya tidak segera menarik tuntutan, Anda

ri. Tidak semua yang kau i

a menegur sekaligus membu

ng. Minta maaf saja, Ri

an bantuan secara cuma-cuma. Dia pasti

r juga. Ya, bantua

t lalu keduanya menatap Juan dengan khawatir sement

an? Sayang sekali, aku tidak tertarik untuk m

nya, Non

IS

anya ingin menumpang tempat tinggal

idak menyangka Juan akan me

canda?" Risma berta

i sini menolakku dan warga sekitar t

-buru Bu Tetti berkata. "Rumah

nerima orang itu di rumah kita. Bapak, j

tap putrinya penuh sayang. "Kadan

suara Risma se

isi untuk membicarakan hal ini." Juan menampilkan senyum mengejek unt

--------

ya Emi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka