icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mamaku yang Cantik dan Pengagum Misteriusnya

Bab 4 Wajah yang Asing

Jumlah Kata:994    |    Dirilis Pada: 23/06/2022

en segera mendekatinya dan bertanya dengan penuh per

Marvin memalingkan wajahnya

an hal itu membuatnya merasa bahwa wanita yang

ba, Klub Goldi men

han di area masuk. Marvin turun dari

Di meja depan di tengah aula, Wahyu sedang bermain dengan cincin meterai

etika mereka bertatapan. Jelas bahwa Wah

tanpa menunggu balasan dari Wahyu Taryana. "Jika kamu tidak ingin bergabung dengan kam

n, hanya untuk menemukan ekspresi muram di wajahnya. Dia mengangkat alisnya dan bertanya, "Aku ti

nya menga

sebelum dia bergumam pelan, "Tope

lah dia menutup pintu di belakangnya, dia bertanya dengan

mengangkat bahunya dengan pasrah. "Sampai s

s anggur untuk Marvin. "Ayolah. Apakah kamu

u malam dengan seorang wanita asing. Keesokan paginya, dia menemukan bahwa c

antai dan menyesapnya. Ada sesuatu tentang sikapnya yang membuatnya terlihat sangat menawan. "Tetapi aku menemukan

juan mengolok-olok. "Kamu pasti sangat menderita malam hari itu, ka

in terlihat tersenyum, tapi rasa dingin menjalari punggung Wahyu ketika mereka

adi lainnya di Klub Goldi, A

ol-botol berisi minuman keras. Seorang pria gemuk sedang duduk dengan santai di atas sofa. Ketika kedua wanita it

sedikit, Alisa merasa

enyuman genit. "Selamat malam, Tuan Bud

a, jika aku membiarkan seorang w

urkan tangannya untuk membelai paha

ngan tenang dan memberi sebuah isyarat kep

alihkan perhatiannya kepada wani

yang menyelimuti kulit lembutnya dan

u dia melihatnya. Dia segera bangkit berdiri dan m

dur selangkah dan mena

aaf, Gita meletakkan gelas di tangan Alisa dan membungkuk untuk berbisik, "Keberhasilan proyek kita sangat bergantung p

untuk segera bangkit dan pergi saat itu juga. Namun, jika dia ingin mengetahui kebenaran tentang masa lalunya, di

napas dalam-dalam dan bersulang untuk Anwar. Dia k

tepuk tangan dan mengisi

as demi satu gelas, Alisa mu

berkarpet. Dia tergeletak di sofa dan mengangkat tangannya

ah tepat, Gita dengan cepa

Anwar sudah tidak sabar untuk menyentuh tubuh lembu

pada waktunya untuk melihat wajah gemuk Anwar membu

a lakukan, tangannya menampa

ema di seluruh ruang pri

sudut meja ketika dia jatuh. Kemudian dia meringkuk seperti sebuah bola dan

tuk mengobrol dengannya. Dia segera melompat dari sofa

ka dia mencoba bangkit untuk

ntu ruang pribadi di sebelahnya, jadi dia

ba-tiba kehilangan semua kekuatannya dan terj

palanya dan melihat wajah maskulin yang asing,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Laut Tak Berujung2 Bab 2 Bertemu Lagi3 Bab 3 Seorang Pria Baik4 Bab 4 Wajah yang Asing5 Bab 5 Pria Bayaran6 Bab 6 Dia Tidak akan Pergi7 Bab 7 Sungguh Wanita yang Plin-plan8 Bab 8 Keahlian Akting yang Luar Biasa9 Bab 9 Cincin Berharga10 Bab 10 Hukuman11 Bab 11 Menyentuh Dada Tuan Mulyadi12 Bab 12 Dikejar Orang Jahat13 Bab 13 Anak Ini Terlihat Tidak Asing14 Bab 14 Mungkinkah Dia Adalah Gigolo Itu 15 Bab 15 Suatu Peristiwa Kecil16 Bab 16 Tidak Pantas Menjadi Omku17 Bab 17 Apakah Dia Memperlakukanmu Dengan Baik 18 Bab 18 Membelanya Tanpa Ragu-Ragu19 Bab 19 Gigolo Terkuat20 Bab 20 Melihat Papa Lagi21 Bab 21 Om Iblis22 Bab 22 Mimpi Basah23 Bab 23 Apa yang Kamu Lihat 24 Bab 24 Kemesraan di Depan Umum25 Bab 25 Dipecat26 Bab 26 Memuaskan Kebutuhanmu27 Bab 27 Harapan Ulang Tahun28 Bab 28 Dalam Mimpimu29 Bab 29 Aku Pernah Melihat Cincin Itu Sebelumnya30 Bab 30 Tuan Mulyadi yang Brutal31 Bab 31 Sebuah Pembunuhan32 Bab 32 Bahaya Mengikuti33 Bab 33 Merampok Orang Lain34 Bab 34 Dia Juga Mempunyai Bekas Luka 35 Bab 35 Pergi ke Pesta36 Bab 36 Tidak Mudah untuk Menghasilkan Uang37 Bab 37 Tameng38 Bab 38 Cinta Sejati39 Bab 39 Ciuman yang Menghampiri40 Bab 40 Panas dan Dingin yang Ekstrim41 Bab 41 Malam42 Bab 42 Bertanggung Jawab Padanya43 Bab 43 Perlakuan Khusus untuk Gigolo Terbaik44 Bab 44 CEO Bajingan Itu45 Bab 45 Cucu Menantu46 Bab 46 Pria yang Kikir47 Bab 47 Membuat Keributan di Taman Kanak-kanak48 Bab 48 Sosok yang Kuat49 Bab 49 Membuatnya Kembali Bekerja50 Bab 50 Kamu Mengambil Keuntungan Dariku51 Bab 51 Cincin Itu Muncul Lagi52 Bab 52 Kesepakatan53 Bab 53 Siapa Pria Itu 54 Bab 54 Klien Besar55 Bab 55 Tidak Paham dengan Pria Ini56 Bab 56 Berlian Merah Muda Argyle57 Bab 57 Kamu Sebaiknya Tidak Mengikat Rambutmu58 Bab 58 Noni Kembali59 Bab 59 Tidak Perlu Berbohong Kepadaku60 Bab 60 Bayar Ekstra61 Bab 61 Kenapa Kamu Begitu Marah 62 Bab 62 Milik Ibunya63 Bab 63 Cincin Itu Ada di Tangannya64 Bab 64 Dua Cangkir Kopi65 Bab 65 Biaya Layanan66 Bab 66 Sebuah Kebetulan67 Bab 67 Sebuah Jebakan68 Bab 68 Kecemburuan69 Bab 69 Cedera70 Bab 70 Kekhawatirannya71 Bab 71 Wanita yang Berharga Baginya72 Bab 72 Aku Tahu di Mana Dia Akan Berada73 Bab 73 Aku Percaya Kamu Akan Datang74 Bab 74 Terhisap Jauh ke Dalam75 Bab 75 Apa Kamu Takut Padaku 76 Bab 76 Menghukumnya dengan Ciuman77 Bab 77 Kesempatan untuk Membalaskan Dendamnya78 Bab 78 Menempatkan Cakarnya Pada Marvin79 Bab 79 Tawar-menawar80 Bab 80 Memercayainya Tanpa Syarat81 Bab 81 Pikirkan Urusanmu Sendiri82 Bab 82 Aku Sangat Tampan83 Bab 83 Ada Sesuatu yang Aneh Tentang Anak Anjing Itu84 Bab 84 Reuni Kita Pasti Adalah Takdir85 Bab 85 Apakah Kamu Dekat Dengan Tuan Mulyadi 86 Bab 86 Hanya Dua Pilihan87 Bab 87 Apakah Kamu Suka Alisa 88 Bab 88 Marvin Sengaja Menyulitkannya89 Bab 89 Kelakuan Sombong Evelin90 Bab 90 Duo Ibu dan Anak91 Bab 91 Cerita yang Menyedihkan92 Bab 92 Kasih Sayang Terhadapnya93 Bab 93 Tidak Akan Ada Lagi Kerja Sama Dengan Keluarga Juniarta94 Bab 94 Berciuman di Jalanan95 Bab 95 Aku Kesal Karena Seorang Wanita Bodoh96 Bab 96 Marvin Disalahkan97 Bab 97 Ayah dari Anak-anak98 Bab 98 Masa Lalu Noni99 Bab 99 Ada Apa Dengan Boris100 Bab 100 Aku Jatuh Cinta