icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I'm Not a Gangster

Bab 4 Liku-Liku

Jumlah Kata:1011    |    Dirilis Pada: 09/04/2022

..," bisik Kamal dalam

a bersila tenang, tetapi telinga dan ba

pikiran seorang anak manusia, yang paling umum itu dikarenakan

r, kurang lebih sedemikian itulah kata Bu Siti Saodah, seor

, kekalutan mental yang menyebabkan tersanderanya pikiran oleh suatu titik atau dimensi terte

umumnya manusia akan lalai

kan Jin untuk masuk ke dalam diri, lalu

gat dan menyebut nama Tuhan. Begitu menurut Bu Siti Saodah, dan hal itulah yang tengah K

ghuni pohon beringin ini, tetapi Kamal tidak ingin diras

...." Kamal masih ter

serupa memicing, demi memastikan bahwa sekeliling masih dalam kondi

ngsur-ang

persendian, dan tulang ekor yang mulai terasa kram, ketidakbersahabatan nyamuk-nyamuk yang ada di sekitar sini, serta bayang-ba

asil, upayanya di sepanjang hari ini, hanya menghasilkan nyeri di seputaran pi

jang, Kamal nekat meraba dalam gelap, hati-hati memanjat, mencari temp

hon beringin, Kamal fokus, membangun konsentrasi, dud

mal tahu, malam kian menua. Itu bisa Kamal pastikan dengan bulir-bulir mega yang menyapa tubuh. Namun, hingga se

Kamal 'tanyakan' pada mereka, a

a 'krasak-krusuk' yang c

eraya mempertaj

umpulan makhluk. Berpikir mungkin merekalah yang tengah ia nanti, Kamal melancarkan menyebut nama Tuha

si pawang ular yang terkenal sakti mandraguna, konon dalam laku tapanya, sebelum diberi kesaktian, merek

a, Lahia dililit, dipatuk, hingga terakhir ditelan bulat-bulat oleh ular berkepala manusia, d

kesaktian p

gilirannya. Kamal sudah sangat siap m

usuk kras

belum ada sesemakhluk pun yang datang menguji. Hingga setakat ini, Kamal masih b

ekumpulan tikus hutan. Keberadaan mereka semakin jelas tatkala mereka saling baku hantam, e

kantuk semakin sukar dijinakkan. Meskipun ada sedikit rasa kecewa, tetapi t

tidak berapa lama kemudian, Kamal su

dan sempat bertanya-tanya tengah berada di mana. Saat menyadari keberadaa

nnya kering. Ianya semakin paripurna kala berkolabor

perlahan Kamal melo

er sekian langkah, lalu berbalik

nghuni p

ita amandel. Kerongkongannya bukan hanya sekadar ker

ntuk menggenapi ucapannya yang terputus barusan. "Kaba

bualan

korek api, pasti sa

ita omong kosong tentang kalian!" Kamal

ak ada yang menggubris, ia pun beredar perlahan. Suasana bu

i bertanya-tanya

mba-Mu ini. Tolonglah kasian, Tuhan," b

saat ini, barulah Kamal tersadar bahwa sesungguh

n Kamal memalingkan wajah, yang terlihat hanyalah bayang-

n langkah, beredar meninggalkan hutan mencari kehidupan yan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka