icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Deadly Love

Bab 2 Suatu Kebetulan

Jumlah Kata:1927    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

ng tiga kali berturut-turut. Wajah Lukas tampak pias begitu tidak ada uang lagi yang ters

Aldric sambil melip

Kita main sekali lagi. Aku

njuk uang Lukas yang hanya tinggal beberap

ukas santai, "Kali ini kita bertaruh, ji

aku yang

h! Tentu saja utangku b

lai mengenakan jaketnya. Dia tidak perlu menanggapi

mencegah Aldric untuk pergi, "Utangku akan

oh. Semua orang juga tahu siapa yang akan menang. Bermodal tekat saja tidaklah cukup. Huta

egitu keras kepala untuk tetap bermain. Tentu saja dia akan kala

nggu untuk melunasi semua utangmu."

! Kenapa cep

tidak suka itu, bahkan dia tidak sebodoh dan selugu itu dulu dalam menangani banyak hal. Terbukti

*

ak masalah. Sejak kedatangan Rubby di hidupnya, Betty mulai merasakan bagaimana rasanya mempunyai teman. Rubby akan maj

tuna dengan ekstra

ng terbaik Betty.

jijikkan." Rubby hanya tertawa di s

pulang malam. Betty juga akan membeli roti isi untuk makan malamnya nanti. Hidup sendiri di kota b

kan di sana. Bahkan garis polisi pun tidak ada. Tempat itu tampak biasa saja tanpa keanehan sedikitpun. Betty be

i. Bibirnya tersenyum ketika melihat Khal

i biasa

tambah satu lagi isi tu

" tanya Khalid mulai

ndukan roti i

ada yang bisa menandi

n Khalid dalam membuat pesanannya. Melihat itu, perut Betty mulai

alihkan pandangannya begitu mendengar s

ng ditemuinya semalam di zoo bar & club. Sialan! Dia tidak

ap Betty

elihatmu." Khalid menya

gung. Siapa Ric? Bukan

c menatap Betty dengan tajam. Ada sarat aka

tanya Khalid saat melihat

sebentar dan mulai duduk di ku

a tidak menyukai itu. Betty sudah berdoa ke pada Tuhan agar tidak bertemu lagi dengan pria itu, tapi lihat sekarang?

sibuk dengan makanannya, Aldric mulai menyandarkan tubuhnya ke kursi dan menatap Betty dari atas ke bawah. Tatapan ane

agi," ucap Aldr

ah seolah tidak mendengar apa ya

aksud, "Sudah melupakanku ternyata." Aldric berusaha memancing Betty untuk mem

ar-benar indah jika diperhatikan dari balik kaca mata tebal itu. Aldric tidak tahu

terlihat marah atau apapun itu. Namun Aldric tahu

enjadi singa b

tahui namanya. Betty sangat ingat jika dia tidak pernah men

nya Betty gugup. Jujur saja dia

ilikmu, Ric." Khalid datang den

ia menyebutkan namamu tadi. Jadi jangan me

tkan," gumam Betty

Betty tidak percaya. Dia mende

pun." Dengan cepat Betty membaya

Aldric yang merasa diacuhkan langsung mengikuti

ya dengan Aldric benar-benar membuatnya takut dan trauma. Dia tidak percaya jika akan

aran lama berjalan pelan di sampingnya. Begitu jendela mobil terbuka, Betty mendeng

inginkan?" tan

dugaan. Kenapa? Pria itu mengajaknya dengan wajah d

Betty kembali berjalan

eth. Anggap saja ini ucapan

u tidak perlu mengantarku." tunjuk Betty pada sa

unjukkan letak tempat tinggalnya. Namun seolah tidak peduli, Aldric m

suk

aku t

r selangkah, "Masuk, Beth. Aku tidak akan memintanya lagi." Ald

. Dia seperti terhipnotis saat mendengar bentakan pria itu tadi. Betty tidak pernah d

panggil

Aldric bingu

anya boleh memanggilku Aldr

rnya gadis itu mau mengeluarkan ekspresi baru. "Kau be

ih pada mobil jeep hitam di sampingnya dengan pandangan tertarik. Cukup mencolok dengan k

rat emosi muncul saat mobil yang sama juga Aldric temukan di belakangnya. Aldr

eriak histeris. Gadis itu terkejut dengan apa yang dilakukan Aldric. Keadaan jalan yang ramai itu

apa ini?" Betty terus berteriak dan berdoa untuk keselamatannya. Ini bukan la

akut, aku moh

Betty menurut. Perutnya sudah mual dan tidak ada ya

ecepatan mobil tidak menurun sama sekali. Betty berasa bodoh karena menerima ajakan Aldric tadi. Jika tahu akan seperti

," ucap Aldr

mbatan, tepat di samping sungai. Betty mengalihkan tatapannya pada Aldric. Pria itu masih duduk kaku dengan tangan y

t Betty mem

lai menyentuh lengan Aldric. "Al?" panggiln

nnya. Begitu hangat dan menyengat. Lagi-lagi Aldri

engan cepat menarik tangannya dan me

u. Tatapannya menatap jauh ke arah sungai yang dihiasi oleh banyak lampu. Langit sudah mulai gelap dan lampu-lampu itu memb

nghampiri Aldric. Berdiri di sampingnya da

i-hati. Dia memang takut, tapi rasa p

tu mempunyai maksud. Aldric yakin jika itu adalah ulah Pedro. Pria tua itu kem

pa P

inya. Namun rasa kesal itu hilang saat tubuhnya seolah tenggelam ke dalam mata i

tu i

tty tidak sadar akan tatapan

ena bertanya pun akan sia-sia. Aldric tidak akan mau menjawab pertanyaannya. Suara dering tel

sambil menghembu

anjutnya." Sambungan tele

nd s

sekarang,"

ya hari menegangkan bersama Aldric akan berakhir. Dia tidak akan berhenti

*

B

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka