icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengasuh tuan muda lumpuh dan buta

Bab 5 Bertemu tuan muda

Jumlah Kata:1001    |    Dirilis Pada: 08/08/2023

melihat pria yang duduk dikursi

terlambat datang mereka hanya bisa berdoa dalam

atas angin karena lebih unggul dari mereka diapun sangat ber

tuan muda dengan nada yang dingin membuat Hafsa d

pala tidak berani menjawab dan Nina sem

uda, jangan membuat tuan muda mengulang

kkan kepalanya menatap me

dan tolong jangan bawa-bawa temanku dia hanya menungguku saja, kalau

ya tidak menyangka bahwa

mengambil keuntungan kan." pancing Elang matanya memang tepat memandang kearah Hafsa sehingga Hafsa berfikir bahwa tuan mudan

berbuat dosa tidak akan ada manfaatnya bagiku karena

aling lirik tersenyum

ahan mu kau akan melakukan

kukan kesalahan dan prinsipku aku lebih baik berbuat baik kepada siapapun walaupun orang berbuat jahat kepadaku asal tidak melewati batas." jawab

" perintah El

at kemana?"

daku.!" kata

g selama ini tidak pernah menyuruh seorang wanita pun untuk mendekat padanya dan berb

miliki respon terhadap wanita dia juga senang melihat Hafsa ent

perlahan sampai berjar

ata lagi,

a-tiba Elang menarik tangannya dan menja

Hafsa dia tidak menyangka bahwa si tuan muda akan melakukan h

sa memberontak melepaskan tangan Elang tapi

iam saja melihatnya

berontak tapi Elang masih diam saja

m samar. Hafsa segera menjauh dan kembali kepada Melati, dia gemet

rserah ibu." ucap Elang datar kemudian menyuruh pelayan lain untuk

an Rey mengang

saja bingung tuan muda sudah

endiri pelayan untuk mengasuhnya." nyonya Sinta berkata dengan anggunnya terlihat citra wanita terbaik yang melekat didalam dirinya tentu saj

atkannya, kau siapa namamu?" t

Hafsa Aulia.". j

nya Sinta lugas membuat Hafsa kaget serta Nina

da apa? siapa namamu?" tanyanya

in seperti dia? dia juga sudah melakukan kesalahan dan berani memberontak pada tuan muda."

nah dan tulus tidak mencari muka atau perhatian seseorang " j

n diluar pribadi tuan, serta kau menjadi koki untuk

ki karena itu memang termasuk hobi

paling buruk, niat hati melamar untuk mendapatkan pos

ermasuk orang berada niatnya melamar pekerjaan itu hanya

ndapat bagianku, awas saja aku akan membuatmu keluar

wab apa dia juga bingung kenapa tuan muda malah

lian untuk mendapatkan tugas apa saja yang harus kalian kerjakan dan besok kalian s

fsa" ujar Nyonya Sinta me

alik, "Say

ada padaku!" kata nyonya lagi kem

bubar!" titahnya l

mereka pun buba

onya Sinta menuju ruanganny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Gadis yang malang2 Bab 2 Tuan muda Elang Rahardian3 Bab 3 Mendapatkan pekerjaan 4 Bab 4 Mendapat teman baru5 Bab 5 Bertemu tuan muda 6 Bab 6 Hari pertama bekerja 7 Bab 7 Hafsa yang polos8 Bab 8 Kecentilan9 Bab 9 Hukuman 10 Bab 10 Ibu tiri yang seperti di film-film 11 Bab 11 Merasa di kerjai12 Bab 12 Kedatangan tamu tidak di undang13 Bab 13 Pingsan14 Bab 14 Tiba-tiba di suruh menikah15 Bab 15 Di ajak ke butik16 Bab 16 Bertemu lagi 17 Bab 17 Mencoba gaun18 Bab 18 Kesepakatan 19 Bab 19 Hari pernikahan 20 Bab 20 SAH21 Bab 21 Berdesir 22 Bab 22 First kiss mendadak 23 Bab 23 Bagaimana rupa mu24 Bab 24 Donor mata25 Bab 25 Berlatih jalan26 Bab 26 Permohonan palsu27 Bab 27 Berhasil mengelabui28 Bab 28 Mendapat hukuman 29 Bab 29 Seperti kerbau 30 Bab 30 Kecoa dan jas yang tertinggal 31 Bab 31 Ternyata kau cantik juga32 Bab 32 Terimakasih 33 Bab 33 Mengajak makan bersama 34 Bab 34 Bertabrakan 35 Bab 35 Bertukar cerita36 Bab 36 Rahma mencari Hafsa37 Bab 37 Ternyata 38 Bab 38 Mulai bersandiwara 39 Bab 39 Menyentuh saja tidak 40 Bab 40 Perdebatan kecil ibu dan anak 41 Bab 41 Mendapat hadiah dari mertua42 Bab 42 Kita memang jodoh sepertinya 43 Bab 43 Ingat misi kita44 Bab 44 Elang dan Hafsa terjebak 45 Bab 45 Rey yang khawatir 46 Bab 46 Elang bisa berjalan 47 Bab 47 Kalian berdua itu lucu48 Bab 48 Kalian ini pengantin baru yah49 Bab 49 Berhasil menemukan pendonor mata 50 Bab 50 Ternyata, Satria 51 Bab 51 Masih memanggil tuan52 Bab 52 Perubahan pada diri Elang 53 Bab 53 Sudah jatuh cinta54 Bab 54 Di culik55 Bab 55 Melati pergi 56 Bab 56 Rey membaca diary milik Melati57 Bab 57 Ceraikan Elang dan menikahlah denganku58 Bab 58 Satria yang aneh59 Bab 59 Datang ke pemakaman 60 Bab 60 Hari operasi Elang61 Bab 61 Pencarian Rey62 Bab 62 Elang sudah tau 63 Bab 63 Aku hamil, Satria 64 Bab 64 Sesil ketahuan 65 Bab 65 Rey datang 66 Bab 66 Sesuatu yang tak terduga 67 Bab 67 Elang dilema 68 Bab 68 Satria tertembak69 Bab 69 Berdebat 70 Bab 70 Aku rindu sekali denganmu71 Bab 71 Cantik 72 Bab 72 Cium aku73 Bab 73 Senyum yang jarang di perlihatkan 74 Bab 74 Melati, kau berhasil masuk75 Bab 75 Ingin main salju76 Bab 76 Hafsa dan Melati bertemu 77 Bab 77 Di culik di tempat yang sama78 Bab 78 Di belikan ponsel baru79 Bab 79 Aku ingin hatimu80 Bab 80 Bahasa planet 81 Bab 81 Berendam 82 Bab 82 Belanja double date83 Bab 83 Anda tuan Elang Rahardian 84 Bab 84 Dua pria dingin yang mencair85 Bab 85 Dua gadis yang tidak ada jaim-jaim86 Bab 86 Penyambutan 87 Bab 87 Pengawal 88 Bab 88 Beralasan 89 Bab 89 Hafsa hamil 90 Bab 90 Mengutarakan cinta91 Bab 91 Kedatangan ibu Rey92 Bab 92 Rey dan Melati93 Bab 93 Aku tidak mengguna-guna dirimu 94 Bab 94 Pria idaman 95 Bab 95 Kembali ke kantor 96 Bab 96 Ingin rujak97 Bab 97 Kontrak pernikahan batal98 Bab 98 Percaya padaku 99 Bab 99 Wanita tidak tau malu100 Bab 100 Ingin kuliah