icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Hate Birthday Party

Bab 10 Aku Ingin Menolongmu, Bukan Membeli Tubuhmu

Jumlah Kata:1340    |    Dirilis Pada: 30/10/2022

erti ingin menangis, sayangnya tidak ada air mata yang keluar seolah semua cairan di

ti. Apakah saat ini dia harus senang? Atau sebaliknya? Tapi dalam hati yang paling dalam, Tiara ingin menolaknya walaupun dia merasa lega menghentikan semu

erlihat kecil dibandingkan rumah sultan lainnya. Rumah ini bernuansa putih d

Daniel sambil mem

menjawab pertany

a yang masih tampak transparan. Dia tidak sempat berganti

dan menyampirkannya di b

ri mobil. Dan satu hal yang Tiara lupakan. Dia lupa kalau dia tidak memakai alas kaki. Jadi ketika k

jah menatapnya. Rupanya pemuda itu juga baru menyadarinya

menyusuri beton dingin itu. Jadi dia memutuskan untuk membolehkan pemuda ini menggendon

n Daniel meletakkan tubuh kecil

. Aku akan mandi di kamar mandi luar." Setelah Daniel berkata, dia segera pergi men

dia memutuskan untuk mandi karena tubuhnya benar-benar dip

amkannya. Badan penuh tanda itu menambah kesan menjijikkan yang dia rasakan. Kalau itu orang lain, apakah dia

rus membayar hutangku dulu padanya," gumam Tia

pun dia sudah memakai dalaman yang disediakan Daniel tapi baju yang dia sediakan memiliki wa

esar di kamar itu dan mengambil satu

atang dari pintu yang terbuka membuat T

dengan warnanya. Jadi aku pin

elananya?" Kening Daniel menger

yang sudah dibayar olehmu,' batin Tiara. "Aku tid

kecil di dalam lemarik

lemari lagi. Tapi dia malah berjalan mendekati D

aan Tiara. Dan ketika gadis itu meraih ujung kaosnya, dia baru men

unakan waktu istirahatmu sebaik mung

nku." Tiara kembali mendekati Daniel. Kali in

.. Istirahatlah,"

kukan pekerjaannya secara profesional. Diraihnya bibir tipis milik lawan mainnya. Berawal dari p

Hentikan ..."

an mainnya hingga terbaring diatas ranjang besar dan dia segera merangkak diatasnya. Tan

nanmu! Aku sedang tidak ingin! Lebih baik kamu istirahat dan tidur! Kita akan bicara lagi besok."

ek?" gumam Tiara. Wajahnya berubah mendung. Hatinya terasa berge

berbaring di atas ranjang besar itu. Ternyata benar, dia memang kelelahan bahkan ketika badannya dengan nyam

*

h dia keluar dari kamarnya. Matanya melirik bagian bawahny

a untuk dipakai. Dia hanya ingin membebaskan Tiara dari te

gian bawahnya. Ya ampun! Siapa yang tidak tergoda ketika orang yang dicintai

a. Setelah selesai dan mandi kembali, Daniel pergi ke ruang khusus yang biasa d

ke?" tanya Daniel sambil berjal

di dalam tas tangannya. Pria itu tampak be

dari Nona Tiara." Dia memberikan tabnya dan mena

paling banyak untuk adik perempuannya. Daniel sudah tahu kalau adik Tiara yang bernama Gina bersekolah di sekolah favorit. Tapi ada satu p

h rekaman CCTV di lobi rumah sakit halaman belakang. Terlihat Tiara sedang mendorong kursi roda. Bibirnya tersenyum kecil sa

tahu siapa wanita

m kecelakaan pesawat dan kebangkrutan yang menimpa mereka, beliau menjadi hilang

a dia mendengar berita itu di pagi hari. Dia tidak terlalu memper

ke membuat Daniel tersadar

pa

nda juga membawa gadis itu kemari," ucap Luke dengan h

u tentang ini, Luke!" Daniel me

khawatir bawahan Tuan Besar me

beritahu tentang Tiara pada mereka. "Itu akan menjadi ur

uk memberi hormat sebelum

tamu. Hari ini cukup melelahkan. Dan besok, Daniel

Be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
I Hate Birthday Party
I Hate Birthday Party
“"Aku ingin mencoba seperti apa layanan dari pelacur yang sudah kubayar 3 kali lipat," ujar pemuda tampan itu dengan ekspresi datar tanpa emosi. Gadis yang menjadi sasaran pembicara hanya berjalan mendekatinya mengelus kejantanan pemuda itu dari luar celana dan menciumi bagian bawah perutnya. Dia berusaha untuk membuat kejantanan pemuda itu mengeras dengan mempermainkan bagian kepalanya. Tapi ternyata tidak ada yang berubah. Tidak ada tanda-tanda benda itu akan bangkit. "Hah! Seperti inikah sentuhan pelacur mahal itu? Aku bahkan tidak bergairah sama sekali!" maki pemuda itu. Tatapannya tajam menatap gadis di hadapannya. Umur mereka hampir sama hanya berbeda beberapa bulan saja. Mereka bahkan berada di sekolah yang sama. "Hentikan permainanmu! Aku muak berada disini!" Dia mendorong tubuh kecil gadis itu dan keluar dari kamar hotel yang sudah di bayar mahal. "Kalau kamu tidak mau tidur denganku, kenapa kamu harus membayarku sebanyak itu?" gumam gadis itu dengan suara pelan. Ekspresinya menampakkan kesedihan yang mendalam. Rasa hancur dari kehidupannya jelas terlihat dari sana. Dia bahkan seperti boneka yang tidak layak hidup lagi. *** "Aku akan mengeluarkanmu dari sana! Tunggu dan lihat saja apa yang akan kulakukan padamu, Tiara!"”
1 Bab 1 Gadis Pelacur2 Bab 2 Kebohongan Demi Kebaikan3 Bab 3 Langit yang Cerah Tidak Serta Merta Menerangi Hidupku4 Bab 4 Keputusan Tanpa Berpikir5 Bab 5 Masa Lalu yang Tidak Diketahui Siapapun 6 Bab 6 Menerima Klien Psikopat7 Bab 7 Pelayanan Pelacur Termahal8 Bab 8 Aku Akan Tetap Bertanggung Jawab9 Bab 9 Membelinya Untuk Pribadi10 Bab 10 Aku Ingin Menolongmu, Bukan Membeli Tubuhmu11 Bab 11 Hati yang Goyah12 Bab 12 Pergi ke Sekolah Bersama13 Bab 13 Bertemu Orang Terkasih14 Bab 14 Apa Aku Bisa Berubah 15 Bab 15 Bolehkah Aku Mencintaimu 16 Bab 16 Hampir Dilecehkan17 Bab 17 Jangan Terlalu Mudah Memutuskan Hubungan18 Bab 18 Mandapatkan Teman Tak Terduga19 Bab 19 Kemarahan Pacar dan Sahabat20 Bab 20 Dia Adalah Pria Itu21 Bab 21 Pekerjaan Baru, Kehidupan Baru 22 Bab 22 Lebih Baik Mati Daripada Harus Berpisah Darinya23 Bab 23 Kebenaran yang Terungkap 24 Bab 24 Menemukannya25 Bab 25 Antara Benci dan Cinta