icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
My Baby

My Baby

icon

Bab 1 Prolog

Jumlah Kata:1000    |    Dirilis Pada: 12/09/2022

huan yang besar bisa

enguping pembicaraan mereka. Semakin aku dengarkan rasanya semakin menyayat batinku. Aku tidak dapat berkata-kata lantaran terlalu sedih dan terlalu terkejut. Mereka keterlaluan, dan Romeo sungguh bajingan. Mereka itu sekumpulan pecundang dengan wajah malaikat. Aku ber

membuatku melupakan cinta pertamaku." Romeo menepuk pundak Thomas yang duduk di

kan memutuskannya? Besok?" Vincent sok dramatis padahal sedari tadi ia yang pa

menangis. Kalla sepertinya sangat mencintaiku." Romeo berkata dengan penu

juga baik." Gabriel mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja seperti berpikir. Dia memang s

ya besok." Romeo menyunggingkan senyum iblisnya kemudian mem

pok lelaki tak berotak yang kuliah di tempat yang sama denganku. Kupikir Romeo sungguh-sungguh dengan cintanya, ternyata dia tidak lebih dari sampah tak berguna. Selama tiga bulan lebih aku te

anya dicampakkan seperti kotoran yang tidak ada harganya. Apa mereka

tah apalagi yang aku sendiri tidak ingat padahal jelas-jelas aku mendengarnya. Rasa benciku sudah menumpuk da

anusia tidak tahu adat itu dengan sepenuh hatiku, aku yakin aka nada pria yang akan mencintaiku dengan tulus. Hatiku sudah tidak dapat aku predi

mana yang benar dan yang salah. Kadang cinta tidak harus terbalaskan, aku menyebutnya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kenyataan ini membuat hatiku pedih. Ada gadis lain

il gelas kosong yang bisa aku jangkau lalu mengisinya dengan air keran yang kebetulan tidak jauh dari tempatku berdiri. Aku melihat bayangan wajahku yang mengerikan. Aku tidak cukup cantik

ereka menang atas sakit hatiku yang kualami sekarang,

uhan. Tawa mereka berempat seolah lenyap ditelan bumi. Aku memberikan senyum te

barusan mendengar ocehan busuknya bersama gerombolannya? Apa dia bel

aku MEMUTUSKAN teman kalian ini?" Aku tertawa sumbang me

anku. Cipratannya tidak hanya mengenai wajah Romeo saja.

reka. Meskipun gelas itu tidak pecah, aku tahu kalau suaranya membuat mereka tidak berkedip. Aku tidak ambil pusing dengan makanan yang ber

n dari mana. Apa peduliku? Aku ha

tiba-tiba. Romeo sudah menjadi masa lalu untukku. Aku tidak tahu masa depanku akan seperti apa, intinya

o selama 99 hari. Angka ganjil itu memberikan efek mistis dalam jiwaku. Aku

hapusnya, karena luka ini akan terus menganga untuk waktu yang tidak bisa aku

tolon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Baby
My Baby
“"Aku akan kalah dari kalian kalau aku tidak memutuskannya besok." (Romeo Evans) "KITA PUTUS. Aku malas menunggu kau putuskan besok. Oh, ya, aku sudah tidak sabar menjadi mantanmu." (Kalla Rei) Kalla tidak pernah tahu kalau selama ini Romeo hanya berpura-pura mencintainya. Ketika perasaan Kalla ternyata bertepuk sebelah tangan, ia memutuskan untuk berhenti dan memilih merasakan sendiri rasa sakitnya. Cinta kini sudah berubah menjadi benci. Sanggupkah Kalla menjalani kehidupannya tanpa kehadiran Romeo dalam hidupnya disaat pria itu selalu bersamanya? Lantas bagaimana Romeo harus menghadapi masa lalunya yang tiba-tiba hadir secara tidak sengaja di saat dirinya memiliki tambatan hati yang lain?”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Pil Penggugur Kandungan 13 Bab 3 Pil Penggugur Kandungan 24 Bab 4 Pagi Yang Tidak Biasa5 Bab 5 Hanya Seorang Marketing6 Bab 6 Gadis Cilik dan Stroberi7 Bab 7 Gadis Cilik dan Stroberi 28 Bab 8 Stroberi Sialan9 Bab 9 Stroberi Sialan 210 Bab 10 Dia Berubah11 Bab 11 Tunangan Romeo12 Bab 12 Tunangan Romeo 213 Bab 13 Tidak Mungkin14 Bab 14 Tidak Mungkin 215 Bab 15 Tidak Mungkin 316 Bab 16 Sakit Ini17 Bab 17 Tergerak18 Bab 18 Pindah19 Bab 19 Pindah 220 Bab 20 Pindah 321 Bab 21 Pindah 422 Bab 22 Fakta23 Bab 23 Fakta 224 Bab 24 Fakta 325 Bab 25 Fakta 426 Bab 26 Rasa Takut27 Bab 27 Apa Ini Nyata 28 Bab 28 Apa Ini Nyata 229 Bab 29 Rumah30 Bab 30 Rumah 231 Bab 31 Embusan Kebahagiaan32 Bab 32 Embusan Kebahagiaan 233 Bab 33 Sandera34 Bab 34 Sandera 235 Bab 35 Penyelamatan36 Bab 36 Penyelamatan 237 Bab 37 Penyelamatan 338 Bab 38 Epilog