icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DENDAM SANG CEO

Bab 5 Sate

Jumlah Kata:833    |    Dirilis Pada: 31/08/2022

a

ita seperti itu. Bram menepikan mobilnya tepat di depan halte. Bram

ah" uca

nggu. Ia tadi sulit untuk mencerna ucapan Bram, dan ia tidak sempat untuk memperotes, karena sambungan telfon itu suda

bersama Bram. Agni memasang sabuk pengaman. Bram menutup kaca

Agni lalu melirik Bram, yang masih fokus dengan setirnya. Laki-laki itu

Tanya Bram seketika,

enjak pulang dari kampus ia

pa be

saya langsung ke tempat kerja. Saya juga selalu

merah menyala. Bram menoleh kearah Agni. "Begitu setiap hari?"

sakan buatan ibu p

di dunia ini. Terlihat mereka selalu bersama, dan saling menjaga satu sama lain. Berbanding terbalik dengan dirinya, ayah dan ibunya selalu sibuk dengan urusan ma

ya belum makan" ucap Bram seketika, ia tidak ing

Y

kan dimana?"

ingin sekali makan sate kambin

sate kambing" uc

kamb

ngantri membelinya. Letaknya tidak jauh dari lampu merah di

hijau menyala, Bram mel

alan?" Tanya

ai orang yang mengantri. Kamu past

an seperti itu. Ia tidak bisa membayangkan makan di pinggir jalan, penuh debu dan asap. Lihatlah disana saj

tu? Misalnya restoran mungkin, saya yakin masih

cara jelas wajah tampan itu terlihat tidak s

kan pernah makan di

mu belum mencobanya, bagaimana serunya makan di tempat terbuka, d

hanya untuk kamu" Bram

ucapan itu. Bram tahu bahwa makanan di tepi jalan itu sangatlah kotor, karena debu dan polusi udara. Bram ti

a, agar Agni jatuh di tangannya. Bram tidak merasa tenang jika rasa sakitnya belum terealisasik

am, laki-laki itu mengikuti apa yang ia inginkan. Bram memang tidak cocok makan di pinggir jalan seperti ini, lih

itulah tempat kosong tersisa. Bram mengikutinya dan duduk di kursi plastik itu. Agni i

kambing yang gurih tercium di hidungnya. Sate itu terlihat sangat menggu

i tidak kalah enak dari pada sate yang berada di hotel berbintang y

menaikkan lengan jaket kulitnya, agar ia bisa memakan sate itu d

***

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DENDAM SANG CEO
DENDAM SANG CEO
“Bram merupakan seorang CEO yang arrogant dan egois. Dia tidak bisa melupakan cinta pertamanya bernama Melisa. Melisa memilih menikah dengan Adam, pria yang awalnya miskin lalu kehadirann Melisa membuatnya menjadi pengusaha sukses. Bram memutuskan untuk membalas perbuatan Adam yang sudah merebut cinta pertamanya. Bram memulai mencari informasi tentang wanita bernama Agni selaku adik Adam. Bram mendekati Agni yang bekerja di salah satu outlet butik ternama di mall. Bram menyatakan cinta kepada Agni dan merekapun berpacaran. Namun Agni mengetahui bahwa Bram selama ini mendekatinya hanya untuk mempermainkannya. Agni patah hati karena ia sudah menyerahkan hal yang berharga dalam hidupnya kepada Bram. Ada perasaan bersalah, Bram tetap mengawasi Agni dari kejauhan. Namun setelahh itu Bram kembali mendekati Agni, ini bukan sekedar mempermainkan namun ada perasaan cinta tumbuh dalam hatinya. Begitu juga dengan Agni juga mencintai Bram. Suatu ketika Adam mengetahui bahwa adiknya menjalin hubungan dengan pria bernama Bram. Adam jelas tidak setuju karena Bram laki-laki yang pernah menjatuhkan bisnisnya dan bahkan mereka musuh sejak lama. Namun Bram tidak menyerah, rasa cintanya kepada Agni semakin kuat dan dalam. Bram yang egois meminta Agini memilih dirinya atau keluarganya. Saat itu Agni bingung luar biasa, disatu sisi Adam menjodohkannya dengan Alan seorang pengacara ternama, namun ia tidak bisa membohongi perasaanya bahwa ia mencintai Bram.”