icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Wanitamu Canduku

Wanitamu Canduku

Penulis: Putu Amerta
icon

Bab 1 Rene

Jumlah Kata:1456    |    Dirilis Pada: 29/08/2022

A

y re

**

pukul 18.30 menit. Dari kantor ia langsung ke rumah Dian. Ada sesuatu yang ingin ia ceritakan kepa

ki-laki berdiri tepat di hadapannya. Ia tahu bahwa laki-laki itu adalah saudaranya Dian yang bernama Tatang. Karena Dian

a ada?"

kan wanita di hadapannya ini. Ia tidak

e, temann

dan adiknya. Nama itu memang tidak asing baginya. Tapi ia baru tahu, ternyata wanita inilah yang bernama

aja," ucap Tatang, ia memperleb

annya ke segala penjuru ruangan. Ruangan itu ter

unggu aja, sebentar lagi j

ante, kemana?"

atanya sih masih

satu kantor sama Dian, seha

aku samperin ruangan Dian udah gelap. Kirain udah pulang ke rumah, ternyat

kesini?" Tanya

taxi

cap Tatang, ia juga duduk di samping Rene, agar ia b

tang dari New York. Rene lalu membuka tasnya, ia merogoh po

terminal

Rene. Wanita itu memerlukan isi batrainya,

ang y

ya

, dan mengikutinya. Rene nampak tidak asing dengan rumah ini. Ia memperhatika

." ucap

etelah berhasil mencolok

atang b

hi, "enggak sih," u

bercak darah

a lalu menepuk jidat, dan pantasan aj

imana d

n, mungkin kamu bisa me

rdua saja di rumah ini bersama saudaranya Dian itu. Entahlah tatapan Tatang sea

serep nya," ucap Tatang, membuka hendel pin

ne, lalu melangkahkan

nginjak salah satu sendal berbulu, yang di letakkan semb

ik Rene dari belakang. Dirinya bermaksud untuk me

ium lantai, ia membenarkan posisinya. Tatang melirik Rene y

n terlihat tanda-tanda terluka dari tubuh mulus itu. Tatang menelan ludah, karena rok sepan ya

erasa hening. Hanya hembusan nafas terdengar. Begitu juga Tatang, ia malah mengurung Rene dengan ke dua

.." uc

r ia masih sulit berpikir, kar

ium kamu," ucap

u. Tatang menyadarkan dirinya, ia sudah gila, meminta secara terang-terangan mencium teman adiknya send

" ucap

ri Tatang. Ia mendengar Tatang mengatakan maaf. Rene menahan de

.." uc

e arah Rene. Ia menatap mata sendu dan bibir k

Y

ucap Rene p

annya ini. Tatang berjalan mendekat, ia bisa memandang secara j

a di sebelah,

nap

mas aja, jangan di sini,"

nnya eng

api mas maunya di kamar mas," ucap Tatang,

api berwarna biru gelap. Ia melihat Tatang kini sudah di hadapannya. Ia

.." uc

Tatang, ia menge

angannya ke leher Tatang, ia membalas kecupan itu. Jujur ini bukan pertama kalinya ia ciuman, ia pernah melakukan itu kepada mantan-mant

bisa mencium bibir itu dengan leluasa. Hingga akhirnya ke duanya ke habisan naf

n memeberi kecupan di leher itu. Ia mengecup leher itu secara pe

cupnya hingga dalam. Sentuhan-sentuhan itu hingga ia melupakan segalannya. Rasanya begitu nikmat dan seakan

ang bulan," u

ngguk dan mulai mengerti. Ia lalu tersenyum kepada Rene, ini bahkan baru per

gung Rene. Ia yakin kancing kemeja itu sudah hil

tara Rene merapikan kemejanya yang setengah t

kancingnya hilang

ya. "Yasudah kita beli yang baru. Mas antar pu

da perlu sam

atang, ia melangkah menuju lemari, mengambil salah satu jak

h," uca

**

car," tanya Tatang,

ak ad

gitu," ucap Tata

gak," ucap Tatang lagi, ia me

as?" Tan

apan, kalau

masuk ke dalam mobi

menutup pint

hingga sepanjang ja

***

rin Rene pulang," ucap Rene,

ucap

. Wanita membuka hendel pintu otimatis lampu dasbor meny

sakan bibir Tatang melumat bibirnya lagi, kali ini begitu

utannya, ia mengelu

asih," uc

a m

***

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka