icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mr. Parasite

Bab 7 Tantangan Terbuka

Jumlah Kata:2117    |    Dirilis Pada: 21/08/2022

Dean akan mengajukan pertanyaan

antara aku dan Nick?" ula

umayan dekat. Dan jika tentang pekerjaan, kebetulan aku adalah asiste

?" tanya

akan. "Apa masih ada yan

udah memili

u belum.

memiliki kekasih? Apa tabiatnya buruk? Apa ia tidak dekat dengan s

tkan alisnya, tampak h

r dalam urusan pribadinya. Setahuku selama 7 tahun aku mengenalnya, ia tid

ing kenal selama 7 tahun?"

nalnya. Dan saat itu walau aku belum lulus kuliah, ia dengan senang hati memberiku posisi p

nyangka saja ternyata kau sudah lama mengenalnya. Hmm

.. mm ... jika kau mungkin membutuhkan sesuatu, ak

istirahat?"

s mengerjakan sedikit

Dean." Sherly keluar denga

ta Sherly dan Nick sudah lama saling kenal dan dekat. Ia mengingat lagi sikapnya saat menghadap

ean sadar dirinya tadi sudah terlalu sombong dan juga terlalu terbawa emosi. Hanya saja sikap menyebalkan Nick tad

ya berada di apartemen gadis ini, tetapi Dean belum juga bisa mendapatkan yang diinginkannya. Dean

pat mendekati gadis itu dengan mudah. Hanya di sela-sela waktu saat

Yah, kecuali dalam satu hal, gadis itu terlalu bodoh untuk membaca perasaan orang lain kepadanya. Bahkan Nick orang terdekatnya yang mem

tuk mendekatinya hanyalah saat gadis itu berada d

herly sedang meringkuk menyandarkan kepalanya di atas meja dengan laptopnya ya

k. Entah mengapa gadis itu terlihat sangat menyedihkan di mata Dean. Ia merasakan perasaan bersalah

ongkok di sampingnya. Mendesah k

g mendekatinya. Apa yang akan terjadi jika ia diserang?! Mungkin ta

tas saja bocah berisik itu begitu marah saat

a tak dapat menyembunyikan perasaannya? Ia menj

Menurutnya Sherly memang gadis yang begitu ceroboh, salah satu

dur baiknya dengan rambut yang kering. Akan sia-sia semua bukan pe

idak perlu waktu lama untuknya menemukan pengering ram

foto kecil di atas meja rias Sherly. Foto Sherl

elihat foto itu lagi. Memang pertemuannya dengan Sherly bukanlah murni karena kebetulan semata. Dean kemb

Dean. Tetapi ... karena keterikatannya dengan pria yang ada di foto itu, mau tidak mau Dean beralih mengawa

apan gadis itu, hingga suatu hari karena kelalaiannya, gadis i

g hampir pecah itu. Lagi dan lagi gadis itu setelahnya bersikap baik padanya. Karena keberuntungan itulah

nnya. Ia kemudian duduk membelakangi Sherly, mulai menyalakan

tidak terganggu sama sekali dengan suara deru angin hangat yang keluar dari pengering rambutnya. Ditambah s

orang yang pingsan. Bagaimana gadis ini bisa tinggal dengan tenang di sini dengan s

tapi tetap tidak terbangun sama sekali. Hingga Dean seles

mut besar milik gadis itu. Ia memposisikan kepala Sherly agar nyaman dengan posisi tidurnya di atas karpet

ingin membangunkan dan mengusik tidur nyenyaknya. Walau Dean rag

gi sejenak wajah Sherly. Mulutnya yang

sokn

enggugah seleranya. Wangi roti panggang dan

ap Dean sambil berlut

Sherly bangun dengan tiba-tiba begitu saja. Tepat saat ia terbangun, Dean dengan sigap menghalan

begitu terkejut meliha

a ini?" ta

erlu khawatir kau aka

epanikan sudah melandanya lagi saat dilihatnya laptop di atas m

sai!" teriaknya panik. Buru-buru Sherly

kah kau harus sarapa

ahan untuk meeting penting dengan klien kami hari

men Sherly berbunyi. Dean bergegas membuka pintu

bocah berisik ini l

diri di sana. Dean hanya memandang Nick datar tanpa

tanya Sherly

luar. Dean memicingkan kedua ma

k. Kepanikannya kian melanda karena

... pergilah ke kamar mandi, kau tak ingin menerima tamu dengan p

ngar ucapan Dean. Saat Nick hendak melan

bergegas ke kamar mandi. Terburu-buru menutup pintu kam

ang

tiknya. Suara pecahan kaca dari botol yang terdengar samp

rlomba-lomba untuk segera

ngkah Nick. Menahan lenganny

ang?" Dean langsung masuk ke dala

sedikit shock hany

a?" tanya Dean

kamar mandi? Aku panik dan tak sengaja menjat

Dean menahan lengan Sherly. Dengan sigap mengangkat Sher

au lakukan?

hat? Tetaplah di sana sementara

aku saja ..." uc

bala

ecahan kaca. Kau juga jangan bergerak

tamu yang menunggu by the way!! Sherly apa kau baik-baik saja?"

ola matanya. "Bocah

bathtub. Jika sel

an sebotol sabun kepada Sherly.

saja?" tanya Nick

Dean singkat. "Ia han

u kakinya? Parahkah

a sekarang kau terang-terangan mengkhawatirkan

uju ruang TV. Ia sedikit mengerutkan alis

ya Nick, menebak dari bantal dan selimut

as mencari plester dan o

g belum selesai. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sudah dapat me

ang baik seharusnya kau tidak mengganggunya saat ia s

nya. Baginya bocah berisik yang bernam

aan pada karyawanmu hingga ia terpaksa membawa pekerjaannya pulang dan l

n Nick. Ia kembali ke pekerjaannya y

benarkan perkataan Dean. Ia lalu memutuskan untuk duduk

saling diam dengan pekerjaan masing-masing.

tahan lagi. Ia kemudian menghampiri Nic

rasa nyaman

edikit pun. Ia tetap me

au terganggu?"

g gadis yang tinggal bersama dengan kekas

hanya menjemput asistenku yang keb

ya kesal. Jelas itu hany

asihku."

al

terang-teran

uang-buang waktuku. Sekarang aku memutuskan akan memenangkan Sherly bagaimana pun caranya, dan men

ajam Nick. Ia mengep

tang Nick dengan

a kalau k

tapan tajam. Ego mereka masing-masi

****

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mr. Parasite
Mr. Parasite
“Lagi dan lagi, Sherly Violeta Dunn kebetulan bertemu dengan laki-laki kumal itu. Dari mulai melihatnya mengais sampah, menolongnya ke rumah sakit, hingga berurusan dengan kantor polisi, semua Sherly alami saat dirinya bertemu dengan Dean Austin J. Badan kekar dan tampang acak-acakannya mengingatkannya pada seekor kucing liar jalanan yang kelaparan dan terlantar di pinggir jalan. Sherly dihadapkan pada suatu situasi hingga akhirnya ia memutuskan untuk menampung pria itu. Apakah keputusannya untuk 'menampung' pria itu sudah tepat? Secara Sherly adalah tipe wanita yang mudah dimanfaatkan. Karena tak bisa berkata tidak pada tampang memelas dan kumalnya pria itu, yang justru menurut Sherly sangat imut! Dean akhirnya masuk ke kehidupan Sherly. Dan Dean sendiri tahu benar apa kelemahan gadis itu.”