icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KESAKSIAN CINTA STEVI

Bab 9 STEVI MENGUNJUNGI AI

Jumlah Kata:1296    |    Dirilis Pada: 20/08/2022

a berat untuk melihat Stevi yang lemah dan memakai alat medis. Ia

eberapa kali, kemudian A

lah. Kalau begitu, saya menitip ujian untuk anak-anak. Istri saya kritis l

ang kepalanya, ia pusing memikirkan masalah ibu kandungn

n mama sudah menjodohkan kamu

Aria suka, Aria hanya

a memberi mama keturunan. Siapa yang akan mewari

eriku ASI tapi setelah aku SD sampai Kuliah, mama meninggalkan aku dan ayah. Sedangkan aku tanpa ibu yang punya hati nurani, karena aku

an sambil melihat fotonya dengan Stevi. Foto it

disetrum supaya denyut jantungnya berdetak lagi. Aria melihat sendiri, Ste

lama, setelah

a dok, is

a sadar." Dokter melepas masker dan Aria menunduk

ika mendengar Stevi koma, ia ingin membuat Stevi tersenyum untuk pertama kalinya. Satu-satunya membuat Stevi

ejang-kejang. Aria di dalam hatinya ada rasa kasih sayang kepada Stevi, di

uarkan sebu

in Stevi dan orang yang membuat dirinya sakit jadi sedih. Stevi pasti juga melaran

kesehatan, Stevi juga tidak ingin melihat kamu sedih dan lelah. Doakan Stevi

nte. Aria sa

sangat lemah, dia hanya boleh bergerak sedikit tidak boleh memikirkan hal rumah tangga yang su

, karena di luar sepi. Aria i

evi meninggalkan aku dan anakku yang sakit serta berkebutuhan khusus. Sadarkan ibu angka

namun ponsel Aria berdering. Aria menuju ke p

da apa p

san ke nona Stevi. Dia adalah wanita yang selalu dekat den

ah terhadap mereka," ucap Aria. Aria menutup ponsel, ia

yang melihat langsung menekan tombol panggilan u

. Namun, aku hanya bisa memberi semangat unt

anan untuk Stevi, Stevi tidak boleh capek dan sakit. Itu momen terind

amu kenap

tiba kambuh ayannya. Stevi kejang-kejang di lantai da

mereka berdua masih hidup. Supaya Stevi tidak tertekan dan bisa m

Stevi dan buah hati mereka sama-sama sedang memburuk. Buah hati Stevi dan

iksa keadaan Stevi. Bertepatan denga

tanya dokter. Stevi mengedipkan mata, dokt

a menyemangati Stevi, Stevi perlahan-lahan bel

dokter merasa tenang.

yang sudah stabil saa

jenguk Ai terpa

?" dokter jantung berbicara ke

a do

indungi kulit tipis. Itu sangat membebani ia saat sudah sembuh penyakit paru-parunya. Sedangkan istri bapak, mengalami lemah jantung dibagian

tadi menasihati Aria juga kebingungan, kondisi Ai dan

an pendonor organ jantung dan tranfusi darah. Saya juga bingung,

ndisi Stevi dan Ai membaik. Jadi b

gi setelah mendeng

NG

embuka

angkat bapak. Ibu angkat bapak menekan kalau istri bapak hanya bisa memberi keturunan yang kondisinya lemah dan g

ang bisa melacak kenapa Stevi sempat

olisi dulu, aku akan m

l, namun Stevi sud

eri bapak minta

us, saya akan me

di kursi roda dan kritis. Suster membawa Stevi ke

jantung. Apa lagi dia harus meregang nyawa saat ayan datang, Stevi terbaring pasrah.

k kita masih hidup. Aku tolong, kamu buang jauh-jauh pikiran untuk bercerai dan menulis surat wasiat. Demi anak kita, hilangkan ego. Aku akan yang berbicara dengan ibu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KESAKSIAN CINTA STEVI
KESAKSIAN CINTA STEVI
“Stevi yang berada di taksi, memikirkan kata-kata yang dibicarakan ibu kandungnya. "Stevi, kamu harus rajin bekerja ya. Ingat, ibu sebentar lagi tidak akan ada." Wanita paruh baya yang tidur di kasur memegang kerah, keringatnya membasahi pakaian. Tak lama setelah beberapa jam, Stevi yang menggengam tangan ibu kandungnya berlinang Air mata. "Non, sudah sampai di Keraton Pontianak. Silahkan turun." "Makasih banyak pak." Ibu, aku sudah kerja dan menikah. Tolong ibu jangan jemput Stevi, karena Aria sendirian butuh Stevi. Sementara itu Aria ada di fakultas. Banyak mahasiswa dan mahasiswi lalu lalang. Ada satu mahasiswi yang di kantor Aria sedang menghadap untuk konsultasi makalah yang akan diseminarkan. "Jadi, makalahnya jika diambil dari buku harus ada nama pengarang supaya tidak ada plagiat. Dan harus 10 persen dari plagiat," ucap Aria. Cover by Pexels Edit by Canva”
1 Bab 1 PONTIANAK2 Bab 2 STEVI MASUK RUMAH SAKIT3 Bab 3 STEVI KOMA4 Bab 4 STEVI SIUMAN5 Bab 5 ARIA PERGI KE MUSEUM PONTIANAK6 Bab 6 Editor Video Menolak Kerja Sama Dengan Stevi.7 Bab 7 STEVI PERGI KE DOKTER SYARAF8 Bab 8 ARIA PERGI KE RUANG DOKTER9 Bab 9 STEVI MENGUNJUNGI AI10 Bab 10 Ai Ku sayang, Anakku yang terbaring di NICU11 Bab 11 Suster Menjenguk Ai12 Bab 12 Ai Anak Stevi Yang Cacat13 Bab 13 Si Erin Tukang Teror14 Bab 14 ARIA MENGAJAR15 Bab 15 Aria Di Telepon Tante16 Bab 16 Stevi Di Rumah Kejang-Kejang17 Bab 17 Stevi Mengerjakan Formulir lowongan Kerjaan18 Bab 18 CINTA TIDAK HARUS DIPAKSA19 Bab 19 HATI YANG TERLUKA20 Bab 20 Bolehkah Aku Memilikimu