“Meisya terpaksa harus memberikan sesuatu yang berharga dalam dirinya demi mendapatkan uang untuk operasi ayahnya. Dan dia memberikannya kepada seorang lelaki, yang tak lain adalah kekasih dari sahabatnya sendiri--Mario namanya. Tetapi, berujung pada dirinya yang dimanfaatkan oleh lelaki itu sebagai pemuas hasratnya. "Ma-maksud lo? Gue nggak ngerti. Lo udah punya Pelangi. Buat apa lo menginginkan gue?" "Gue nggak menginginkan lo sebagai pacar, Meisya. Gue... " Mario menjeda ucapannya sejenak. "Gue cuma pengen lo jadi jalang gue. Tidur sama gue kapan pun gue minta."”