icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Kesayangan Tuan Muda!

Bab 6 Jangan ikut campur!

Jumlah Kata:1325    |    Dirilis Pada: 19/07/2022

tama kelua

pondok kecil yang ada di halaman belakanga ruma

kahan ini?" tanya Luisa. Pria yang berstatus suaminya

bagaimana,

dress biru muda yang melekat di tubuhnya. "Ya, maksduku. Apa ini tidak terburu

idup bebas dengan pilihannya sendiri. Sampai akhirnya dia terlalu ceroboh dan m

untuk kita jadikan menantu. Selain putrinya yang cantik dan mandiri,

ntang Zain. Aku yakin dia pasti bisa sembuh Mas! Zain hanya perlu perawatan dan terapi,

sulit untuk akur. Selalu saja bertengkar dan sal

us mengajaknya untuk terapi, tapi hasilanya nihil kan?" sindir Viktor. "Itu karena kamu terlalu memanjakan putramu yang keras kepala itu!

sudah memiliki nama di dunia bisnis." ujar Luisa kekuh membela putranya. Memang k

tahu setiap aku menghadiri pertemuan bisnis, para rekan bisnis selalu bertanya tentang dia

sentak Luisa. Wanita itu sudah tak tahan la

aku. Mungkin Zoe adalah putraku yang terbaik karena dia selalu menuruti kemauanku." Pria

yang sudah menghilang dari padangannya. "Astagfiru

penyayang yang dulu di kenalnya. Namun kini pria itu sangat egois

kaitan kalung itu dan menatap kalung yang sudah ada di telapak tangannya. Sebuah kalu

yang sama seperti tempatnya ynag berbentuk love. Di

menatap foto itu. "Tidak bisakah kita seperti dulu? Menjadi keluarga

kehancuran dalam keluarga kecil mereka. Zain yang sangat kece

dan rasa sakit yang sudah di pastikan akan dia alami. Luisa merasa menja

uanya saat ini. Bahkan dia tidak bisa menetang keinginan sang suami

... Per

p air matanya. Wanita itu menatap ke samping pa

ya

ar ini pada Nyonya." Tutur pelayan itu. Luisa me

-itu

an jelas, jangan takut

nelepon Tuan besar tadi. Bahkan mereka mengatakan Tuan muda tidak datang untuk melamar, namun hanya mengi

uh benarkah kabar ini, Bi?" wanita itu meremas

Nyonyanya dan kemudian menunduk kembali. "Kalau begitu

ga Nyonya dan Tuan muda Zain di berikan lebi

dah mengurus rumah utama keluarga Fadekya. Bisa d

edihan yang semua penghuni rumah itu alami dia juga ikut merasakan sedihnya.

lami. Semua perubahan yang terjadi pada Viktor merubah juga k

a ini sudah berlalu bertahun-tahun. Dia hanya bisa terus berharap agar s

*

memutuskan untuk pergi ke Rumah Zain untuk menanyakan tentang kebenara

idak menerima pernikahan ini. Mama tidak mau kamu membuat ke

yang menetes. Dia berusaha untuk fokus menge

di pintu gerbang utama rumah Zain. Wanita itu membunyik

pat sang satpam membuka pagar dengan

ya melintas. Luisa dengan cepat turun dari m

rang yang ada di dalam rumah mewah nan meg

yang juga panik karena mendengar

na Zai

ke arah lift. Yang tepatnya mengarahkan kepa

itu untuk segera menemui sang putra. Hat

ng

na sebuah pintu dengan ukuiran kayu menghiasinya. Luisa menekan tombol bel kamar i

a suara itu d

buka pintunya.

anyanya m

Mam

Kemudian terdengar Zain berkata. "Pergilah, Ma! Zain tid

k, jangan begini. Kita perlu bicara!

tulah kenyataannya. Pergilah,

ng mama lakukan dulu. Kamu tidak akan bahagia jika

alat yang menghubungkannya dengan interkom di luar. "Jika Mama tidak bisa memba

samb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Kesayangan Tuan Muda!
Istri Kesayangan Tuan Muda!
“"Keluargamu menyerahkanmu sebagai pengganti kakakmu yang melarikan diri karena tidak ingin menikah denganku! Aku tidak akan mentolerir penghinaan di masa depan meskipun kau sudah menjadi istriku, Nona Anna!" Ujar pria itu penuh penekanan. "Ya, Tuan muda," balas Anna lemas. Anna, si Nona muda yang telah lama terbuang dari keluarga dan menjalani kehidupan mandiri selama ini kembali masuk dalam jebakan licik keluarganya. Menjadi pengantin seoarang Tuan muda yang mempunyai wajah tampan namun perilaku yang sangat dingin. Sayangnya Tuan muda itu duduk di sebuah kursi roda. Pria itu memegang dagu Anna, dan berbisik lembut. "Kalau kau bersikap baik selama menjadi istriku. Aku juga akan memperlakukanmu dengan baik! Dan ya, panggil aku Zain! Dan ingat, Zain SUAMIMU!" ***”