icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
GREET'S WILDEST DREAM

GREET'S WILDEST DREAM

icon

Bab 1 Meet Greet

Jumlah Kata:1400    |    Dirilis Pada: 04/07/2022

eet, salam kenal semua, sen-sen

ntah sebenarnya tajam atau tidak, aku yang insecure selalu berpikir melebihi keadaan yang sesungguhnya. A

yang Aku ingat bernama Pak Ronald terdengar. ""Team A, Leader Amanda, sama Regina presenter, camer

dreas, Greet n Leon research and editing. Lalu Team B, Tristian sebagai Leader, tapi dia

ncelos sesaa

ggelengkan kepala mengumpulkan kembali fokus

ama itu? Asisten manajer itu pasti bukan orang sembarangan

ku dengan seksama. Tak terasa sudah jam istirahat, aku bersemangat turun ke lantai lobby dan mencari-cari orang yang

eee

a L

kan layaknya anak S

k bernama Luna itu tersenyum sambil menarikku masuk

ama mba." Aku juga tidak dapat menahan rasa sen

arwayan dan kartu akses kamu.

t ku ambil dengan mata berbinar. "Repot-repot sih mba ngam

gannya. "kita beli kopi terus balik keruang

u merasa sedikit canggung saat kemudian banyak orang mengangguk pada mba Luna disepanjang kami berja

uk di sofa minimalis saat sampai diru

angat cozy, serba putih, terlihat cantik seperti penghuni

ramel macchiato kesukaanku. Ah, mba Lun

la napas. "Nervous sih..

ok, ada calon tunanganku di divisi kamu. Asist

dia dengan anak teman bisnisnya, memang usia mba Luna yang menginjak dua puluh delapan tahun, ter

kamu ketemu dia. Eh, tapi dia lagi keluar kota. Ke Semarang. Dia or

na itu seperti model, cantik, tubuhnya bagus tinggi semampai, rambutnya hitam legam dengan potongan modern, Aku sendiri kadang ti

aku terburu-buru kembali ke lantai ruanganku. Benar saja, saat sampai diruang meeting, t

tamakan sebagai bagian dari team ini." Bu A

tenggelam ke dalam lantai tempatku berpijak. Lalu aku menyim

araan, seperti sekarang, seorang pria muda menatapku dari atas ke bawah dan dua orang gadis dibelakangnya

n lainnya. Aku melangkah lesu keluar dari ruangan menuju ke arah

an?" Suara nyaring dan m

agi mau turun li

ng-itung perayaan har

ng Mamaku dulu y

an aku terkejut saat sebuah mobil BMW warna merah menyala berhenti di depannya. Je

yo masuk!

ar, mba Luna terlihat sangat ke

endiri. Kadang balik kantor aku suka kemana dulu gitu kan.

kuran anak orang kaya, mba Luna sangat mandiri. Dulu saat dia kerja d

an Korea setibanya di mall GI. K

Aku bertanya saat mba Luna memb

. Dia juga cuek orangnya. Kayak sekarang nih la

salah? Tu cowok ga p

au juga deh. Kita kan mau dijodohin, mungkin dia udah punya pacar. Aku belum tau terlalu banyak soal dia sih Greet, ki

si wanita sempurna yang pernah ku temui selama hidupku. Rasanya rugi jika ada pria yang tidak mau dekat dengan mba Luna.

nta sendiri kek. Mau muter-muter sedunia juga pasti bakal bersatu

, kamu masih a

tas, mba Luna membelikanku sebuah tas mahal dengan simbol 'A' yang sudah lama k

h hampir sepuluh malam. Langkahku gontai saa

hari p

. "Besok aja ya Mam

u untuk naik ke kamar. Aku langs

empat ternyaman se

ar? Tidak ada yang tahu jika aku adalah anak salah satu Direktur disana. Aku t

gipula ada mba Luna." Aku terduduk dan menyemangati diri sendiri. La

sti

ng berusaha tidak pernah ku ingat dalam benak. Aku harap tidak akan bertem

kenangan lama itu tidak akan muncul kembali. Hingga akhirnya aku

t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
GREET'S WILDEST DREAM
GREET'S WILDEST DREAM
“Zona Gerah 21+!! Bijaklah dalam membaca cerita ini ... Greet, seorang gadis polos yang selalu insecure dengan tubuhnya yang gemuk, tidak menyangka akan bertemu kembali dengan cinta pertamanya saat di bangku kuliah, Tristian Delmar. Kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka disaat jelang wisuda, membuat hubungan mereka merenggang. Empat tahun kemudian, Greet tidak bisa menolak kembali kehadiran pria itu saat dia pindah kerja dan menjadi anak buah Tristian. Disaat yang sama sahabat sekaligus senior Greet, Luna, justru menjadi calon tunangan Tristian, membuat Greet semakin enggan menerima kenyataan jika perasaannya pada Tristian masih ada. Akankah akhirnya mereka bisa saling jujur tentang perasaan satu sama lain dan akhirnya bersama? Atau justru Greet merelakan Tristian untuk bersama Luna?”