icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sandiwara Pernikahan

Bab 8 Suami Miskin

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 22/06/2022

s Nadine dengan cepat. Ia segera memalingkan mu

p?" goda Elvano dengan senyum manisnya. Ia semakin menunduk, mendekati Nadin

terpejam dengan napas yang tertahan. Ia bersiap untuk

m bibir Nadine. Tiba-tiba wanita itu membuka mata dan membuang napasnya dengan kasar. Waj

elepaskan tangannya dari wajah wanita itu. "Bukankah yang sakit itu

ah

iumnya seperti halnya kegilaan yang mer

e dengan es batu yang sangat dingin. Wajah merah Nadine yang disebabk

lvano sambil mengelus pipi kiri

it karena tamparan itu sangat keras. Giginya pu

no berbicara sambil mengolesi salep pereda sakit di p

berkata apa. Perhatian Elvano seperti ini membuat h

n kotak obat, lalu membawanya kem

satu kamar dengan jarak yang terpisah. Elvano di lantai, s

n melakukan olahraga malam sampai pagi menjelang, tapi

*

p sarapan pagi sebelum beraktifitas. Nadine pun sudah bangun dan sudah mandi, juga sud

u, Nadine keluar dari kama

juga Friska-anak dari Paman Fredi. Mereka sendang menyan

a Nadine, lalu du

stri Paman Fredi. Lalu berta

n ucapan menantunya tentang pria miskin yan

dah menikah, namun Dandi tidak meng

e sambil mengisi piringnya dengan mak

dia t

yantap makanannya, tiba-tiba kakeknya me

arkan saja. Nanti juga tu

ng, dirinya sudah mendapatkan akta pernikahan sebagai syarat untuk mengamb

arapan, lalu pergi bekerja. Tapi dia ... tidur di rumah orang lain pun mas

tidak sangat tidak coco

ruhnya turun!" balas Nadine. Ia sege

. "Bisakah hari ini Kakek memberikan kunci apartemen Papa

masih sangat sakit karena tamparan Dandi, namun Nadine menahannya. Jika terus mengibarkan bendera p

a mulai mengerti dengan keinginan cucunya untu

siang, datanglah ke kantor. K

da kakeknya. "Bagaimana dengan Hotel Chandra milik Papa yang ma

lagi dari tangan Dandi. Takutnya, jika tidak segera d

k boleh

bisa, bagaimana mengurus tiga Hotel Chandra yang lokasinya ada di tiga kota. Yang ada

makan bisa dilanjut lagi," potong Sofya dengan segera. Ia tidak suka

*

semalaman harus tidur di lantai tanpa kasur yang empuk. Hanya

dak mungkin meminta Nicolas untuk mengirimnya pakaian lagi karena ini di rumah Nadine. Jika sampai ada oran

mar. Elvano pun sudah bosan menunggu. Ia memu

antor. Walau awalnya Dandi meminta Nadine pergi ke kantor di siang hari, namun wanita itu memutuskan untu

adanya, saya pergi dulu!" Elvano berpesan pada pelayan di ru

k, T

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sandiwara Pernikahan
Sandiwara Pernikahan
“WARNING!!! 21+ Karena menikahi wanita yang bernama Nadine, Elvano dipandang sebelah mata oleh kakek istrinya. Dia dianggap tidak pantas menikahi cucu dari keluarga Wijaya karena miskin, tidak punya rumah, pekerjaan, dan juga kendaraan. Hanya mengandalkan wajah tampan campuran Indonesia-Prancis saja, itu sama sekali tidaklah penting. "Lalu, pria seperti apa yang pantas menjadi menantu Anda?" tanya Elvano pada Tuan Dandi-kakek Nadine-yang sekarang sudah resmi menjadi mertuanya. Tuan Dandi menjawab dengan santai, "Pria yang mampu membeli semua Hotel Chandra milik mendiang ayahnya Nadine. Pria seperti itulah yang pantas menjadi menantu di rumah ini!" "Baik, jika itu yang Anda inginkan! Jangan menyesal jika saya bisa melakukanya!" Simak cerita selengkapnya, hanya di "Sandiwara Pernikahan". Cover by Nia_design Follow IG @rymatusya”