icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dia Canduku

Bab 6 Rencana

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 10/06/2022

a yang langsung mendekatinya karena iba. Tadi, dia tidak berani karena masih ada Ma

Lalu, menengok ke belakang. Dilihatnya Murni tetangga

r?" tanya Amira

kamu. Jujur kami sangat takut sekali dengan tuh orang. Dulu katanya pernah ada orang kampung sebelah yang kena imb

." Amira tetap tersenyum

an saja padaku!" Murni

umpung masih pagi," sambung Mur

menumpang tidur di rumah kamu?" tanya Amira cemas. Dia ta

banyak, ya." Murni tersenyum menggoda Amira. Dia sengaja be

empolnya semangat. Dia sege

anya berunding mengenai apa yang sebaiknya dia lakukan agar bisa meng

au kamu tetap di sini ... aku yakin banget kalau kamu nggak a

, kamu itu merantau saja. Kalau kamu hanya mengandalkan hasil jualan ... pastilah itu

ga setuju."

Ke sana saja belum pernah?" tanya Amira terse

. Jadi, nanti dia yang akan jemput kamu di sini dan mengantarkan kamu bekerja t

h, aku setuju!" Am

sok langsung kemari jemput kamu," ucap Murn

ra terseny

*

etar-ketir tinggal di penampungan karena takut tidak segera mendapatkan peker

h asik memandangi indahnya gedung-gedung menjulang tinggi di pinggiran

g indah ya, Pak?" tanya A

mpung," jawab Pak Sopir terkekeh geli. Dia tidak menya

rapa lama kerja di kota? Apa Bapak mema

ir membelokkan mobilnya dan berhenti tepat di depa

puji Amira terkesima berat. Mu

n kepala sambil tersenyum geli

dak

asuki area pekarangan. Jantung Amira berdebar-debar meras

enunggu kita," ajak Pak Sopir yang

birnya tak henti-henti tersungging ke atas. Matanya terus mengita

dalam," ajak Pak S

dag-dig-dug. Rasanya dia tidak sa

mah. Tak lupa Pak Sopir mengetuk pintu terlebih dahul

Tok!

ya sudah tiba, Bu!" ucap

uk saja, P

duduk di ruang tamu langsung memeri

menatap ke arah Amira yang masih sibuk melihat-lihat. Dia

amu yang bakalan membersihkan semua area

ampai lupa akan hal itu,"

k sabar mau lihat tampang pembantu barunya. Bapak ingatkan sa

Amira meng

ring-sering menutup telinga kamu agar betah kerja di sini," bisik Pak

enarnya majikannya itu super cerewet. Makanya, banyak pembantu yang tidak betah ke

gan hutang besar di kampung. Jadi, mau tidak mau harus betah mengadu nasib di kota," jelas Am

Bu Anita. Walaupun dia agak cerewet, tapi dia tak pelit kalau soal meminjami uang ke pemba

as. Bibirnya langsung tersenyum kembali karena

erja serta cekatan. Pasti Bu Anita bakalan kasih ka

asan dari Pak Sopir. Namun, seketika hatinya ketar-

tegurn

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dia Canduku
Dia Canduku
“Malam itu tanpa diketahuinya, Amira telah dijual sang suami dalam keadaan setengah sadar pada pengusaha yang tengah membutuh wadah pelampiasan. Yah, malam itu mereka bergelut layaknya sepasang suami istri pada umumnya. Ternyata eh ternyata kejadian malam panas itu terus merasuki pikiran Raka di setiap kesendiriannya. Seminggu setelah kejadian malam itu, mereka dipertemukan kembali di rumah Raka sendiri. Kira-kira bagaimana nih kelanjutannya? Yuk simak terus jalan ceritanya! Cover by pixabay”