icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

PRIME MINISTRE'S DAUGHTER

Bab 2 First Meet

Jumlah Kata:1203    |    Dirilis Pada: 16/05/2022

anjang. Ia tahu perdebatan ini tidak akan menemukan titik terangnya. P

maka ayah akan mencarikanmu jodoh," t

k?" tanya sang adik deng

dak perlu mencampuri urusanku." Lelaki itu s

a mendapatkan jodohnya. Tak ada satupun gadis yang cocok d

ada getaran dari hatinya. Ia i

ksa menyuruh pamanmu mencarikannya. Maka kamu tidak

paman, tak serta merta membuat Ken takut.

ayah sama paman.

ayah adalah adik dari raja. Sang ayah tak pernah mau mengga

*

sang sopir pribadinya yang sia

Ken malas. Hari-harinya hanya ditemani omelan

senangan dan mengajak mahasiswi di sana untuk sekeda

tuan muda, apa tidak bosan an

Selain menjadi sopir pribadi, Nthan

ri oleh alm kakek atau pamannya. Ia dan ay

anyak, Nthan. Tentu

eh mendengarnya. Baginya mencari wanita yang berpa

ngkat saj

*

an mencari tuannya. Mereka kehilangan jejak dan harus menemu

an nona kedua?" cerca seorang p

mer ada di sini." Dengan napas yang te

sering memakai syal itu menjewer telinga sa

ni? Kami mencari anda satu jam yang lalu

nyum saat sang penjag

da seorang lelaki yang mengawasi gadis itu di dalam mobil hi

aku mene

*

sedih saat ia menatap foto tersebut. Seorang wanita yang duduk dengan harpanya adalah ibu sang gadis tersebut. L

unya. Jemarinya yang halus mulai memainkan a

alat musik itu!" Tiba - tiba saja san

jika tuan besar...," ujar He

Hellen," jawabnya

a, Ayah? Harpa ini peninggalan ibu," s

lahkan ayah jika harpa itu akan ayah buang jauh!" a

gan sampai ia keluar tanpa izin l

ketakutan hanya bis

maka ayahnya akan marah. Bukannya tidak boleh memainkan alat m

disegani maka Eleanore sudah disiapkan menjadi wanita yang bisa segalanya. Memainkan alat

a ia bukan keturunan darah biru maka ia akan bisa menikmati kehidupan di luar sana. Sayang sekali semua itu ti

- apa?" tanya Hellen

apa - apa

unakan Eleanore untuk menggambar

ertamanya membuat ia tersenyum. Ia tak in

Naval," ujarn

gi?" Mengecup kening ad

ya mampir sebent

amarmu kecuali jika ayah

bicara dengan putri bungsunya. Entah karena kesi

agi, El?" Naval dapat melihat ha

anya pada sang kakak pertama dirinya b

ati adiknya yang duduk di depan jendela. Tempat favorit

isa memainkan yang lainnya,"

nuh kasih sayang. Adik bungsu yang perl

nisku?" Naval menawarkan Eleanore untuk ikut, tet

dan Ez tidak ada di rumah juga." Mengecup kening adikn

a menangis dalam diam. Ia merasa kese

*

n sejak kematian kakakmu. Apa

sang anak sambil memandang foto di dinding y

kakakku satu-satunya y

anaknya, ia tahu kedekatan putra keduanya

ematian, putra pertamanya dibunuh dan pelakun

afkan wanita itu yang telah membunuhnya," u

erima hukumannya, Nak? Tidak b

a kata maaf di hatinya untu

fkannya sampai kapanpun." Ken

, tatapannya teralihkan ke arah foto

rus melakukanny

samb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
“Pada awalnya Ken tergila-gila pada seorang gadis bernama Eleanore. Putri dari perdana menteri yang pendiam dan terkesan dingin. Ia bertekad menikahi gadis tersebut meski memakai cara licik. Namun ketika semua keinginannya tercapai, ada suatu masalah yang terjadi. Ken mengetahui rahasia kehidupan kelam Eleanore. Sejak saat itu sikapnya mulai berubah dan membenci gadis itu yang sudah menjadi istrinya. "Sampai aku matipun, tak pernah bisa aku memaafkan perbuatanmu." Eleanore selama ini hidup dalam sangkar emas dan dipenuhi aturan. Sejak bertemu Ken yang sering menggodanya dan membuat hari-harinya menyenangkan, ia jatuh cinta pada pria dari keponakan raja tersebut. Namun di saat ia berpikir dunianya telah berwarna, perasaan cintanya dihancurkan dan dilukai oleh pria yang sudah menjadi suaminya. Ia tak tahu penyebab kebencian Ken padanya hingga membuat pria itu berubah sedingin es. "Sebesar apapun kebencianmu padaku. Aku tetap mencintaimu hingga duniaku berakhir." Rahasia apa yang disembunyikan Eleanore dari Ken? Dapatkah Ken memaafkan dan melupakan semua hal yang telah terjadi?”