icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder

Bab 10 Perintah untuk Keluar

Jumlah Kata:731    |    Dirilis Pada: 09/06/2022

langsung mengaba

ampak sepele dibandingka

r tanpa mengubah ekspresi wajahnya, kel

ngenai hal lainnya, aku t

Christanto yang tersenyum l

tak asing dan Rektor Christ

ebutkan tadi? Siswa yang tidak bisa m

u tidak, bagaimana mungkin seorang anak dari bos besar deng

ang masalah beasiswa Anda. Saya rasa itu bukan mas

an tidak bertindak sewenang-wenang. Perilaku ini akan mendorong...

Christanto jelas tidak

sitas. Dia tidak akan membiarkan dan menutup s

kartu berlian hitam di tangannya, sehingga beasiswa itu sudah tidak penting lagi baginya. Dia m

." Rektor Christanto terus mene

n dan berkata, "Kamu pergi saja dulu. Aku akan membah

memenuhi semua persyaratan

agar Pak Rektor tidak membuat keputusan yang s

hati Rektor Christanto yang senang menjadi terganggu.

dosenku, Pak Suratman telah mengajariku banyak hal. Kur

erterima kasih pada pihak kampus atas subsidi dan beasiswa bagi

pannya, untuk seorang dosen yang begitu mematuhi pr

ar di kampus juga tidak masalah." Karena tuan muda kaya ini telah membuka mulut, Rektor Ch

il yang sederhana." Raivan langsung berbicara tanpa bertele-tele, "K

akan berada di kantor rektor, tapi u

Perkumpulan Mahasiswa menggunakan kekuasaan mereka untuk menindas orang lain. Aku yakin Rekto

suara itu membuat tatapan Pak Suratman menjadi dingin. D

erjadi, aku sendiri yang akan mengeluarkannya dari kampus!" Pak

lagi, aku berharap pihak kampus bisa menole

Hotel Scarton, jadi tidak b

!" kata Pak Surat

kesal seperti berkata, "Sebenarnya

bisa menebak jaw

akit parah dan terbaring di rumah sakit dengan biaya tinggi. Se

kontrol sekolah yang longgar dan perlakuan khusus, anak

rang yang tidak mematuhi peraturan kampus

ng dari 20 miliar ini untuk membayar

anto langsung menyetu

ang menyulitkanku?" Wajah Pak Suratman mem

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
“Setelah mengumpulkan sedikit yang aku peroleh dari pekerjaan paruh waktuku, aku akhirnya bisa membelikan pacarku kue untuk ulang tahunnya dan mengejutkannya. Sedikit yang aku tahu bahwa aku adalah orang yang terkejut-- Aku menemukan pacarku selingkuh dengan pria lain tepat di depanku! Dia menginjak-injak seluruh martabatku dan mempermalukanku. Semua karena aku adalah orang miskin. Aku berjalan pulang dengan hati yang hancur, tidak tahu apa yang menungguku di rumah. Kepala pelayan orang terkaya di negara itu muncul di depan pintuku. Baru pada saat itulah ibuku memberi tahuku kebenaran yang mengejutkan-- aku adalah pewaris Grup Nelson. Keluarga Nelson dikenal memiliki banyak properti mewah di seluruh negeri, dan aku akan mewarisi semuanya. Ini adalah kesempatanku untuk membalas dendam dan mengambil kembali martabatku Setelah membeli setelan desainer dan naik mobil mewah, aku muncul di hadapan mantan pacarku. Ketika dia melihatku, dia berlutut dan memohon belas kasihan. Dia menangis, "Aku sangat menyesal telah mengkhianatimu. Bisakah kamu memberiku kesempatan lagi?" Senang rasanya melihat orang-orang yang dulu meremehkan dan menghinaku sekarang bersujud di kakiku dan bergegas menyanjungku. Tetapi aku bahkan lebih puas ketika aku berbalik dan mengabaikan mereka, menuju ke rumah baruku yang bernilai miliaran. Mulai sekarang, uang tidak lebih dari serangkaian angka bagiku. Seorang reporter pernah bertanya padaku, "Tuan Nelson, apakah Anda menyukai uang?" Aku meletakkan cerutuku dan mengucapkan kata-kata yang akan menggemparkan dunia, "Aku tidak suka uang. Aku hanya suka menghabiskannya."”