icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Sang Lady Killer

Bab 5 Chapter 4 - Daniel Millard

Jumlah Kata:2227    |    Dirilis Pada: 12/05/2022

ya menjadi pusing berdentum_dentum akibat pengaruh alkohol tadi malam, dipegang kepalanya menahan sakit lalu melihat sekeliling ruangan, hanya ia yang berada da

sama untuk kedua kalinya karena mabuk dan menurunkan kewaspadaan bersama dengan wanita yang tidak ia kenal, namun ia merasa

masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Tanpa membuang waktu D

melihat Anya yang ber

sambil mencekal lengan Anya ketika

ru buru" ujar Anya seraya melep

kau bekerja disini?" tanya Daniel tidak menge

nku?" tanya Anya sembari kembali mencoba melepaskan ce

menjawab

telat" Anya mendoron

mana jika pemilik supermarket itu memecatnya. Tidak. I

p tidak percaya kepada gadis itu. Bagaimana mungkin pria tampan sepert

gil Daniel

ilan geram kepadanya. Ia terus melan

&

laki itu menghela napas dengan kasar, i

. Baru kali ini ada gadis yang

coba menenangkan dirinya. Sekaran

l yang atletis, badannya yang sixpack serta kulitnya yang putih membuat laki laki begitu seksi,

erlihat seperti model yang sedang mempromosikan

dan menggosokkan rambutnya dengan hand

ung disuguhi dengan berita yang me

u mengancingkan lengan kemejanya dengan pelan sambil mematut dirinya di cermin. Ia sendiri sangat yaki

itu mengacuhkan ku begitu saja

ela napasnya. Ini sudah ketiga kalinya ia menghela napas dalam waktu t

i dasi dan jam hitamnya, kemudian memakai ja

nya ke parkiran dan melajukan Aston Martin One-nya y

&

l estate yang berada di Los Angeles. Millard Corporation salah satu perusahaan yang mengembangkan pro

an seksi yang memakai kemeja yang dibalut jas dan celana panj

lalu masuk ke dalam ruang kerja.

ay" ujar Danie yang suda

temu dengan Mr. Deriel Erhardt dan malamnya makan malam denga

dagunya seraya m

kembali dinner ku deng

lene lalu keluar d

di atas mejanya dan mulai men

&

mbil menjabat tangan Deriel. Saha

aki itu memiliki wajah perpaduan Timur Tengah - Amerika,

toran klasik yang berada di

an mulai proyek 'Manhattan House' secepatnya"

tawarkan sangat berkualit

oleh Daniel Millard yang sanga

ampan" ujar D

Deriel m

ataku" Deriel mem

menyenangkan bisa berb

perempuan?" tanya Deriel, percakap

dalah laki laki brengsek, kau lupa bahwa mereka yang men

an karma mu suatu hari n

menyeringai. Tidak terp

sejenak, laki laki itu mengeluarkan hp dari balik jasnya, me

engan gadis itu?" ta

en bukan gadis i

u masih bersamany

mu yang suka bergonta ganti pe

gkat bahunya

muaskan hasrat laki laki" ujar Daniel. Laki laki itu berpikir bahwa wanita memang di ciptakan u

sudah jatuh cinta kepada seorang wanita" jelas Deri

ersenyum

terjadi" ujar Da

&

wntown Los Angeles, tidak seperti bar bar lainnya yang berada didalam ruangan, bar dan lounge ini terletak di atap ged

k ke lantai sepuluh, lift berdenting dan terbuka. Daniel segera keluar menuju sebu

iliki kartu member yang boleh masuk kedalamnya, dan untuk menjadi mem

ama yang disuguhkan adalah suasana malam yang di kelilingi oleh gedung gedung pe

ang pria tampan berahang tegas dan memiliki brewok yang rapi. L

ir akhir ini" ujar laki laki it

rsenyum m

ng sedang aku tangani

u Erick?" t

ik. Dan kau?"

k" jawab

ahun yang lalu kemudian memutuskan untuk menjadi teman minum bersama, tanpa mencoba

pelayan dan meminta pelayan terse

nie

menemukan seorang wanita berambut panjang dengan gaun merah menyala yang ter

rindukanku?" tanya wanita tersebut sa

um menawan lalu melirik ke arah Erick dengan tatapan m

terperangah la

rtemu cassandr

andra menoleh ke arah Er

ampan seperti biasa

o I am" ujar Erick

bali menoleh

. Next play with me. O

Cassandra. Wanita tersebut pun meninggalkan

erkata seyakin itu walaupun namanya saj

gkat bahunya

saja aku melupakan nama beberapa

ersenyu

enjadi cerita menarik" ujar Erick ter

i masala

niel tenang lalu menyisip winenya sambil

a akan jadi seperti apa" ujar Er

&

dan jasnya. Setelah memastikan tampilan sudah sempurna, laki laki itu keluar dari kamarnya yang luas menuju ruang makan, dan me

itinggali seorang diri yang berada di kota Downtown Los Angeles, ia sudah

tangga yang bekerja professional, ta

angan lalu beranjak ke luar apartemen untuk

&

ersama dengan Enhardt Corporation?" tanya Daniel ke arah para

ki mengangkat s

an" uja

rumah kita ambil gaya Beaux-A

erpikir

al Building?" tanya Daniel

awab laki l

nya?" tanya Daniel kepada sel

ampai kepada CEO Millard Corporation. Namun tidak ada satu ide yan

masih menunggu ide cemerlang lainn

jawab mere

pat. Daniel menyandar punggungnya di sanda

ya kegiatanku?

ngan Ms. Jessica Park

h ke arah wan

" tanya Dan

eorang putri CEO Park Ente

ggukkan kepal

&

yang berlebihan. Ia memakai dua buah cincin berlian di kedua tangannya, kalung y

u. Nona Jessica" ujar D

lam kita Daniel?" tanya Jessica m

ersenyum

dang ada urusan mendadak har

tap kesal ke

aimana kalau hari ini aku akan m

ak tertarik dengan a

maniku seharian ini?" t

anita cantik sepertimu" ujar Daniel sambil me

k Daniel, sang laki laki membalas peluka

&

pat tidur yang lebar seraya menatap langit langit kamarnya yang

puan sialan"

ris dan baju, keluar dari toko satu dan masuk ke dalam toko lainnya. Daniel s

nghamburkan uang. Tetapi ketika mengingat kontrak bernilai jutaan Dollar yang telah di set

anak kecil yang pertama kalinya melihat dunia nyata, sangat antu

angit kamarnya sebelum matanya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Sang Lady Killer
Cinta Sang Lady Killer
“Daniel Millard adalah seorang CEO Perusahaan Millard Corporation, mempunyai segalanya yang laki-laki lain inginkan, Ketampanan, Kekayaan, Kedudukan maupun Kekuasaan. Kemampuannya dalam menundukkan perempuan membuatnya dijuluki Lady Killer oleh wanita wanita yang pernah ia kencani, tidak ada satu wanita pun yang tidak bisa ia taklukkan. Namun pertemuannya dengan Anya membuat sifat asli yang terpendam dalam dirinya Daniel menguar tanpa bisa ia cegah, apalagi setelah mengetahui bahwa Anya bagian dari masa lalunya yang kelam. "Perasaan apapun yang aku rasakan kepadamu, tidak pernah aku rasakan kepada wanita-wanita itu. Jadi aku tidak menganggapmu sama dengan mereka. Satu hal yang pasti ...I wont give you to anyone else, Ever"”