“Keenan itu munafik, Dilara itu lemah. Sudah berulang kali Keenan menyakiti Dilara, bahkan tak segan main tangan kepada perempuan itu. Namun, dengan bodohnya, Dilara masih tetap bertahan, meski sudah berkali-kali disakiti. Sampai suatu hari, Dilara muak, ia lelah, dan ia ingin pergi. Akan tetapi, Keenan selalu mencegah, memaksa ia agar tetap ada di sisinya. Kisah cinta yang diharapkan oleh Dilara tak sesuai ekspetasi. Selalu berantakan, selalu ada luka, air mata, pengkhianatan, dan perselingkuhan. Bahkan dicampakkan. Kisah kasihnya sangat berbeda dengan orang lain. Akankah ia mampu berjuang melawan rasa sakit tersebut? Dan apakah ia akan bertemu si cinta sejatinya? (cerita ini pernah saya share di novelme dan pf lainnya atas nama Imouni29)”