icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perumahan Bejo 23 The Series

Bab 9 Amarah Terpendam

Jumlah Kata:531    |    Dirilis Pada: 09/03/2022

a

Dahl

n tidak ada maksud untuk menyindir atau mendeskripsikan peris

i h

nyata kak Tian datang, astaga nekat

n ke vila ngga ngajak ngajak kakak seh

jitak kepala ad

epala segala. Kenapa datang kemari? Ini kh

rumah sakit, yah nyusul lah kemari " ucap Tian de

i. Kenapa ngga kalan sana sama temanmu. Ingat jangan banyak bohong, jadi s

nasi goreng terasi yah. Duh enak banget, bagi nah. Bibi tolong ambilkan piring

datang langsung makan

uhkan energi. Jadi aku harus maka

ar, Tian juga merampas beberapa ketimun di piring

ingkungan sekitar vila, kalau Renata sedang membantu bib

n mujair untuk kami santap. Lingkungan d

r suara orang memanggil nama

juga ada disini?

i syuting disini

erja" ajak Tian sambil

. break syuting" ucap kang Narji s

uting Ibu Titi, dan tampaknya Ib

esini , ini kan jauh

gi liburan singk

mana si Ryan?"

a lagi liburan di sini. Itu di sana vila merek

ar si Haris?

" jawab

a ngga tahu apa kalau berbahaya apabila kamu jala

ya yakin Tatiana cukup kuat untuk m

. Kalian semua harus tanggung jawab" tegur

a diri. Sekarang kami mau pamit pulang, selamat

gin berlama-

ahannya ke kak Tian. Entah mengapa I

mahan

zha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perumahan Bejo 23 The Series
Perumahan Bejo 23 The Series
“Nasib manusia tak di prediksi kadang beruntung bisa juga mendadak sial, tetapi kita tak boleh menyerah terhadap keadaan. Berusahalah mengubah situasi yang kurang baik menjadi lebih baik. Bertindak benar dan tak gampang menyerah. Kamu pasti bisa melewati segala konflik yang ada. Percayalah Tuhan tak pernah memberikan pencobaan melebihi kekuatan umat-nya. Karya ini berisi kumpulan cerita dari setiap penghuni perumahan, harap bijak membaca dan menyikapinya. Semoga kita bisa mengambil hikmah positif dari keadaan para tokoh. Tetap semangat ya! Salam Cinta dari penulis, Nezha Hauw”