icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Muda

Bab 10 Kekecewaan Huri

Jumlah Kata:1248    |    Dirilis Pada: 09/03/2022

a berdua saja. Bahkan Ibunya saja tidak mengetahui cukup baik perihal kehidupan Kiya sebelum bertemu dengannya. Elang menatap istrinya tanpa kata-kata. Pandangannya sekilas memang teras

Elang tersulut seperti ini dan dia belum pernah sama sekali dibentak oleh suaminya. Namun baru sehari saj

dirkan kenangan buruk itu lagi. Sayang, bersikap dewasalah. Dengar!" Elang semakin merapatkan duduknya di

asalah dengan itu. Lalu, kenapa kamu tidak mau berbaik hati pada Huri sedikit saja? satu minggu ada tujuh hari dan kamu kebagian e

. Kiya sangat keras kepala dan dia tidak mau juga marah pada wanita itu. Alasan apa nanti yang harus dia berikan pada Huri, jika ia tidak pernah lagi nongol di rumah gadis itu? ditambah lagi sarat kutukan y

natap kepala ranjang. Tangannya dilipat di dada, tanda ia belum mau ber

ti mengijinkan aku untuk menikahinya." Kotak perhiasan itu diletakkan Elang di atas kasur, tepat di de

r

il menggelengkan kepalanya. Kotak itu terbuka dan barang yang ada di dalamnya berhamburan di lanta

rikan perhiasan itu pada orang lain." Elang berjalan memungut perhiasan yang berhamburan di lantai. L

ama tetangga," sindir Elang lagi, sambil bangun dari posisi jongkoknya. Lelaki itu sudah ikhlas, jika memang per

hnya. Mata Kiya terbelalak, saat mendapati kalung emas, dua cincin emas, gelang tanga, dan juga sepasang anting mutiara. Sem

ikannya perhiasan lagi. Wanita itu memandang dengan puas jemarinya. Kini, ia sibuk memakai gelang tangan dan juga anting dari Huri. Sepertinya ia mempunya ide lain dan bisa diterapkan pada gadis seperti Huri. Elang bera

a baik-baik saja? Yah ... sebuah pertanyaan sangat sederhana, tetapi ia tidak berani untuk menanyakannya. Gadis itu turun dari ranjang, lalu berjalan dengan malas keluar kamar, untuk mengambil air ke dapur. Sekilas dilihatnya pintu gerbang rumah besarnya, berhar

dan bersiap untuk besok sore

njelang pukul semblan pagi, Huri dengan semangat berangkat ke kampus. Untunglah perkuliahan hari ini haya sam

fi dirinya yang tengah menikmati teh manis, ke akun media sosial Facebook dan juga Instagr

u

u

nunggu kedatangan Elang sampai digigit nyamuk dan azan magrib berkumandang. Bu Rima menatap sedih anak

ntuk Elang. Nanti saat dia datang, bisa langsung kamu temani makan," ujar Bu Rima menasehati putrinya. Huri mengangguk patuh. Dengan lang

Bu Rima hanya bisa menahan derai air matanya melihat kesedihan Huri. Ia sepertinya telah salah memilih lelaki

suaminya itu tidak jadi datang, dia dikabari, sehingga tidak menunggu seperti ini. Gadis itu menarik napas panj

ya. Bahunya merosot, ponsel Elang tidak aktif. Ada air yang menggenang di pelupuk matanya. Dengan jemari ber

, siap

ssalamualaykum

apa? Suami saya sedang kelelahan bikin anak dengan saya. Apa perlu saya fotokan pose panas kami berdua agar kamu tahu diri? Tidak perlu kamu tunggu! Kar

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Muda
Istri Muda
“Elang terpaksa menikahi Huri demi melunasi utang ibunya pada orang tua Huri. Padahal Elang berstatus suami dari Kiya. Berhasilkah Elang menjalani perannya sebagai suami yang memiliki dua istri?”
1 Bab 1 Utang Ibu2 Bab 2 Jujur pada Istri Pertama3 Bab 3 Hari Pernikahan4 Bab 4 Malam Pengantin5 Bab 5 Anu apa sih 6 Bab 6 Suara Hati Kiyara7 Bab 7 Morning Kiss8 Bab 8 Mandiin Burung9 Bab 9 Tuduhan Kiya10 Bab 10 Kekecewaan Huri11 Bab 11 Meminta Maaf12 Bab 12 Nonton Bioskop13 Bab 13 Rencana Bu Latifah dan Bu Rima14 Bab 14 Ide Kiyara15 Bab 15 Malam Pertama Elang dan Huri16 Bab 16 Malam Pertama Kedua17 Bab 17 Pengantin Baru18 Bab 18 Tanda Merah19 Bab 19 Pengantin Baru Part 220 Bab 20 Surat Cerai21 Bab 21 Pertengkaran Kiya dan Elang22 Bab 22 Pertengkaran Bagian 223 Bab 23 Mual dan Muntah24 Bab 24 Sidang Perceraian25 Bab 25 Elang dan Huri Sakit26 Bab 26 Ke Dukun27 Bab 27 Elang Sakit Parah28 Bab 28 Tuduhan Kiya29 Bab 29 Pengakuan Elang30 Bab 30 Elang Minta Jatah31 Bab 31 Kehadiran Huri32 Bab 32 Melahirkan33 Bab 33 Sugar Emak34 Bab 34 Bahagia Menjadi Nenek35 Bab 35 Pilihan Sulit36 Bab 36 Keputusan Kiyara37 Bab 37 Keputusan Kiyara 238 Bab 38 Berakhir dengan Nyaman39 Bab 39 Kebersamaan Huri dan Elang40 Bab 40 Ke mana Kiya 41 Bab 41 Masalah dan Ranjang42 Bab 42 Doa Kiyara Terkabul43 Bab 43 Sore yang Berkeringat(dewasa)44 Bab 44 Kue dari Jaelani45 Bab 45 Perlintasan Kereta Api46 Bab 46 Fakta Mencengangkan47 Bab 47 Elang Menjalani Hukuman48 Bab 48 Berciuman di Rumah Sakit49 Bab 49 Tukang Piring50 Bab 50 Ke mana Zayyan 51 Bab 51 Kenyataan Menyesakkan52 Bab 52 Ekstra part 153 Bab 53 Ekstra part 254 Bab 54 Ekstra part 355 Bab 55 Malam Pertama (21+)56 Bab 56 Epilog (Ending)