daan kritis. Sebab begitu Takadagawe menyibak dua tangannya disusul tenaga mendoro
gerakan seperti menyibak air. Tenaga dua pendekar dataran tengah terpental ke kiri dan kana
uluh, rambut, jenggot, kumis dan alis semua serba putih. Kakinya tidak terlihat kare
adaan melayang, pendekar itu melonjor dua tangan dalam gerak berputar. Siku dibengkokkan. Jari tangan seperti meraup, kemudian tapak tangannya dihadapkan ke
syat ke dada dua pendekar dataran tengah, pada saat yang s
n tidak menggunakan tenaga Pukulan pendekar itu mengangkat dua pendekar dataran tengah seperti terbang melayang beberapa depa
engena tempat kosong. "Siapa orang ya
dataran tengah, aku terpaksa ikut campur. Ilmu seberang tak boleh tepuk
Gerakannya aneh. Semua anggota tubuhnya bergerak namun aneh kakinya tidak bergerak. Memang kakinya tertutup
engan jurus mematikan. Semua pukulan tertuju ke titik
Sirf teri kusbu hai (Dalam Hidup dan Nafasku Hanya Terdapat Harum Dirimu), jurus adu jiwa Takadagawe selama ini belum menemukan tanding
pukulan Takadagawe melenceng jatuh di ruang kosong. Si jubah pulih menjulurkan satu tangan ke depan bagai hendak mencengkram. Takadagawe t
dan diputar mengarah bumi. Pinggul dihentak ke kiri dan kanan. Tangan kirinya mendorong menangkis pu
iap. Ia terpental
i mata bersinar penuh amarah. Ia menggeram dan menghimpun segenap tenaga, dua tangannya membuat lingkaran besar dan kecil. Ia mengu
iri disapukan ke matanya, tangan kanan membuat lingkaran
ng dan ditarik tenaga si jubah putih. Sesaat kemudian si jubah putih berkata lirih. "Ah tidak ada gunanya membunuh kamu, pulanglah ke negerimu, ja
n terluka sampai muntah darah. Dia berkata lirih dalam bahasa dataran tengah yang fasih, "Terimakasi
Hebatnya lagi, seluruh gerakan sejak awal sampai akhir, semua dalam satu gerak sinambungan yang harmonis dan mulus. S
/0/4208/coverbig.jpg?v=ef5fa7481849bbf2a8fb9e85f73eb156&imageMogr2/format/webp)