“Ibu adalah tangan kanan Tuhan yang ada di dunia. Ia selalu menjadi tameng bagi anaknya agar tak terluka baik fisik maupun hatinya. Hal tersebut tidak berbeda dengan Fina. Fina, seorang gadis remaja satu-satunya dalam keluarga selalu mendapatkan perhatian lebih. Kemudian setelah beranjak dewasa, ia harus memilih laki-laki untuk menjadi pasangan hidupnya. Berulang kali ia merasa kecewa dan ragu. Ibunya yang selalu mendapatkan sindiran lebih banyak, menceritakan semua yang harus dilalui, dan hal itu membuat Fina semakin yakin dengan apa yang akan dilakukannya.”