lena
itu terl
g bertumpuk seperti benteng. Aku meyakinkan diriku bahwa aku sedang b
ku. Aku tidak sedang berkemas. Aku seda
ri kunci meme
merah di tangannya. Jenis mawar yan
nyum santai. "Maaf aku terlambat
boh
erpaku pada telepon aman, menunggu telepo
u. Semuanya sudah mulai lay
kasih,
lelah, tapi ada rona merah di pipinya. Kehang
di kerah
merah ce
rnah memakai
arah pandangank
nya terdengar terlalu keras. "Dia tersandung. Menumpa
Luca," kataku. "Selalu
enangkap na
gkan tubuh un
dorong dadanya perlahan.
gai, mencubi
a unt
unyi klik saat tertutu
ya dari lantai tempa
uci. Aku tidak menaruhn
keran. Panas.
r dan mulai menggosok kerah itu.
kemeja. Aku sedang mengik
menatap seorang prajurit rendahan dengan mata berbinar
pan bodoh bahwa kesetiaan b
erdengar bunyi r
membuang kain it
ruang tamu dan duduk d
n Luca saat dia resmi dilantik. Keluarga
melanggar
man untuk pengkhian
ah. Terlalu
yaksikan saat aku membakar hidup yang dibang
/0/36680/coverbig.jpg?v=a5bf915a73afa5d83a7c151e07841a7c&imageMogr2/format/webp)