mengangkat benda yang lebih berat daripada Kartu Centu
keras telapak tangannya di pipiku bergema d
membutakan, rasa panas yang menyengat dan m
tal menyelimu
in lantai begitu menarik. Mereka tahu dengan siapa Lola ti
n rasa temba
ur Lola, wajahnya berkerut da
? Kau hanyalah pelayan yang diagung-agungkan yang ber
ambar po
ntangmu?" tanyanya, suaranya meninggi menjadi pekika
staf resepsionis, ke arah petuga
anganku katakan ten
ponsel itu hanya beber
as pesan teks
kantor lebih awal. Seraphina m
dak kau pecat sa
kuurusi. Dia berguna, seperti stapler. Tapi ya Tuhan, dia membuatku bosan setengah mati. Kaul
tap kata
ti sta
an tujuh tahun membe
Aku telah bernegosiasi dengan serikat pekerja korup agar truk-truknya tetap
u hanyalah perl
uh harapan yang kupelihara sejak masa kuliah-t
njadi abu ding
mempertahankanmu karena kau adalah bagal pengangkut b
mendapatkan cuti melahirkan tahun lalu, me
keras hingga terdengar sampai barisan belakang. "Agak menyedihk
empat ponsel diarahkan kepadaku, mengaba
engan jari berkuteks rapi. "Buang sampah ini
langkah maju d
i, menggunakan nama belakang palsu yang kupakai
asanya berdenyut seiram
enata
n itu benar, Lola?" t
saja
haya, "Dante duduk di luar kamar asramaku selama tiga minggu memohon unt
bereksperimen saat kuliah. Dia sudah dewasa. Dia sadar bah
Ratu,"
u hingga aku bisa mencium aroma parfum mahalnya. "
/0/36677/coverbig.jpg?v=7ad35b0c55781d7a5d632e6c73522410&imageMogr2/format/webp)