Em
dingin bak silet menyayat gaun sutra tipisku, tetapi aku t
getar di tel
an S
ambutku" kembali ke dalam keluarga saat Chace mulai melejit naik.
enjaw
Ada Perundingan yang telah diatur. Besok malam. Kl
anyaku, suaraku
mi. Dia mengambil alih utang ayahmu. Dan dia mengambilmu. Kami telah me
a. Aku telah menjual diriku untu
ke sana,
n mempermalukan kami
arah salib neon apotek 24 jam
ha
bol tolak, bergetar. Namun kemu
Klub Onyx. Tidak
t tahun, akulah penyelamat yang telah ditentukan. Akulah orang yang menjempu
aku. Jika dia berada di Klub Onyx, dia terbu
ku melupakan gaun pengantin itu. Aku hanya mengin
is melemparkan diriku ke d
n tatapan terkejut mereka. Aku mendorong pintu ganda yang berat, seketika
ku, suaraku ter
u menem
akit. Dia t
ru, sebotol vodka terayun santai d
ya, menghadapnya, kakinya mel
ng pernah kumasakkan makan malam hari Minggu, pria-pri
n seringainya melebar. Itu bukan senyuman le
hku dengan botol. "Sudah kubilang! Setia seperti anji
itu tertawa t
n kusut, maskaraku kemungkinan mengukir air mata hitam di pipiku. Penampila
ku, suaraku nyaris tak terde
cadel, matanya berat. "Sakit melihatmu meraj
li yang memangsa, bagai seekor kuc
saja mengambil kartu. Tapi karena dia sedang sibuk..." Dia menggoyangkan pinggulnya rap
ku, memutar tumit
bagai lecutan cambuk, membekukan langkah kakiku. "Jangan
"Kau sendiri yang tid
akan di atas meja. Dia membalik satu ka
aj
menunjuk dengan jari yang terawat rapi ke arahku. "Sang Raj
ama Marco. Pria yang selalu menatapku sedikit terlalu
ntuh dia. Sedikit saja. Mari
gu, melirik k
emohon dalam hati. "
a. "Karyn dapat kartu Raja, Sayang. Hie
nghentikannya. Di
ersungging di bibirnya sa
peringatku, mundur
rpendek jarak. "Papimu tidak ada
bosan. "Kalau kau tidak mau bermain, mi
ar berisi campuran menjijikkan dari segala hal y
g murahan. Jenis yang
emandang Chace, yang sedang menyusupkan hidun
. Itu bukanlah
mbar gela
ang," b
uknya hin
kar seluruh tenggorokan hingga ke bawah. R
las ke meja, suarany
terkesan. "Sia
alik unt
langkah sebelum tenggoro
enjadi cengkeraman catok yang meremukkan batang tenggorokanku. D
g, kakiku lem
buah berkata, suaranya terdenga
Lantainya lengket ol
apas. Tidak ada uda
menancap ke kulitku, berusaha merenggu
lihat Chace berdiri. Dia tampak
r. Kau tidak
ran lantai. Kegelapan merayap di tepi-tepi peng
n Chace yang menatapku ke bawah, bukan dengan rasa cemas, melainkan
/0/36664/coverbig.jpg?v=20260921174603&imageMogr2/format/webp)