icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Luna yang Ditolak Ternyata Seorang Miliarder Rahasia

Bab 4 

Jumlah Kata:645    |    Dirilis Pada: Hari ini17:45

Ha

n 40.000 kaki tera

am milikku, yang saat ini disita di Kencana sesuai instru

asku. Itu adalah Dom Pérignon vin

rgetar. Ponsel itu sudah

gilan tak terjawab dari Jason. 12

anya dan menghubungi

visi Hukum. Ada yan

a mengajukan Penolakan Pasal 7

Nafkah". Biasanya, pihak laki-laki yang menolak pihak perempuan karena perselingkuhan. Hampir tidak

Ini akan langsung membekukan semua ase

surat cerai itu disampaikan kepad

emerlukan alasan

n..." Aku berhenti sejenak, menatap awan di l

ya sebagai 'Perbedaan yang

. Laks

nutup

uga, rasa sakit yang

lah ika

an magis. Benang emas yang menghubungkan

sik, seperti sebuah kait yang direnggut paksa dari j

a lagi. Pesan t

reservasi kami. Mereka bilang kartu kredit yang terdaftar dil

Aku tidak men

uka Tautan Pikiran u

sih mencoba memblokirku, tetap

mu di mana?' suaranya

esap sam

yeksikan pikiranku dengan jelas, menembus ganggua

awat kargo! Dengarkan aku, kirim uang. Amira

ataku. 'Tetapi bahkan jika

Kamu Luna! Kamu

Aku telah menginstruksikan bank untuk menandai semua transaksi dari lokasimu sebagai pen

?!' Rasa takut dalam suaran

Kamu serigala, ka

Ibu sakit. Belia

. Oh, tunggu. Amira itu Serigala Buangan. Dia tidak

merinta

tinggal

memvisualisasikan benang

. Buruk rupa. Ternodai

bayangan sepasan

re

a nyata. Gelombang kejut udara men

terus-menerus dan mengganggu di benakku-suasa

eningan yang in

apas yang tak kusa

Cincin berlian itu, simbo

elepa

uangan kedap udara-yang bia

an cincin itu

tempat samp

u. Suara pilot terden

uju Pulau Permata. Griya Suaka sudah

kasih,

uk terakhir kalinya. Aku m

sional Kawanan

ibadi Hanna Handoy

ngunci

untuk pertama kalinya da

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Luna yang Ditolak Ternyata Seorang Miliarder Rahasia
Luna yang Ditolak Ternyata Seorang Miliarder Rahasia
“Selama lima tahun pernikahan, aku menggunakan dana perwalian pribadiku untuk menghidupi seluruh Kawanan Darmawan dan menjaga wibawa suamiku sebagai Alpha. Namun di landasan pacu hari ini, Jason menolak membiarkanku naik ke jet pribadi yang kubayar dengan uangku sendiri. Dia menunjuk ke arah simpanannya yang sedang memakai gaun sutra pesanan khususku, lalu menjejalkan tiket pesawat komersial kelas ekonomi ke tanganku. "Amira sedang lemah dan butuh kenyamanan kabin pribadi," katanya dingin. Ibu mertuaku bahkan ikut menimpali sambil menenteng tas desainer pemberianku, mencibir bahwa energi penyembuhku terlalu membuat mereka stres. Di depan seluruh prajurit kawanan, Jason memblokir ikatan telepati kami secara sepihak, menggandeng tangan wanita itu, dan membiarkan pintu jet mendesis menutup tepat di depan wajahku. Aku berdiri sendirian di atas aspal yang dingin, menatap logo kawanan di ekor pesawat, merasa muak dengan arogansi pria yang selama ini kubiarkan bermain peran sebagai penguasa. Dia pikir dialah sang Alpha yang memegang kendali penuh, tetapi dia melupakan satu detail kecil yang sangat fatal: namanya tidak pernah tercantum dalam rekening utama. Saat pesawat mewah itu mulai lepas landas, aku tidak meneteskan air mata sedikit pun, melainkan mengeluarkan ponsel dan menghubungi bankir pribadiku. "Tahan jet itu di tempat pengisian bahan bakar pertama, dan bekukan semua jalur kredit Kawanan Darmawan sekarang juga."”